Mulut Archie menganga lebar, sementara Azel sendiri membeku seperti manekin. Tatapan keduanya tertuju pada Bu Nadia yang berdiri dengan dua alis berkerut. “Bu Nadia mamaku, Guys.” Kali ini tatapan dua anak itu kompak berpaling kepada Quindy. Mereka sampai geleng – geleng kepala dengan mata terpejam seakan berharap mereka sedang mimpi namun sayangnya ini kenyataan. Bahkan sampai rumah, Azel masih tidak percaya dengan yang terjadi. Quindy tidak pernah membahas keluarganya, tapi baik Azel maupun Archie tidak pernah berpikir kalau Quindy adalah anak dari salah satu guru di sekolah. Mobil Archie dan Mobil Azel beriringan. Archie yang diantar supirnya berada di depan mobil Azel yang dijemput kakaknya. Sebuah getar tanda notifikasi w******p masuk segera membuat Azel tersadar dari lamunannya

