Arga mencekal tangan Azel yang bebas, menahan cewek yang sedang kesal dengan kakaknya. Bahkan meskipun Azel adalah adiknya Yudistira, sebagai kakak tidak seharusnya memaksa Azel untuk mengikutinya. Apalagi menyeretnya seperti ini. “Lepasin tangannya!” hardik Yudistira. “Kakak, pliss.” Azel mencicit sambil menggeleng pelan. Memandang Yudistira dan Arga bergantian. Matanya sudah berkaca – kaca dan memerah karena malu menjadi perhatian murid – murid di sekolah. Azel berusaha menarik kedua tangan yang ditahan oleh dua cowok yang mencekalnya dengan erat. “Azel nggak mau pergi sama lo. Jangan maksa!” ucap Arga. Masih tak terima Azel dipaksa seperti anak kecil. Yudistira terkekeh namun tampak jelas kalau sedang marah dari rahangnya yang mengeras. Ia melirik Arga lalu ke tangan Azel yang mas

