Sedikit spoiler ya,...
biar kayak penulis-penulis top gituhhh..
hehehe...
sebenarnya agak malu sihhh...
semoga jadi top beneran ya..
jangan lupa baca dan juga like ya...
=============================
Digenggamnya erat tangan Biru. Diamatinya sekujur tubuhnya, ada beberapa ruam dipipi, dahi dan lengan. Beberapa kali dia mengolesi ulang dengan salep, sesuai pesan Kilau dan jagad tadi. Disentuhnya keningnya, sudah tidak sepanas tadi. Nafasnya mulai teratur. Diusapnya pelan ruam-ruam itu. Disentuhnya dengan punggung tangannya pipi Biru.
Tiba-tiba Biru bergerak, tangannya berusaha menggaruk bagian bahu, badannya bergerak miring ke kanan, menghadap Alaska yang duduk dipinggir ranjang. Akibatnya selimutnya agak melorot. Seketika mata Alaska melotot lebar, tenggorokannya susah untuk menelan ludah. Pandangannya terpaku pada bukit kembar mulus yang menyembul dari balik selimut dan terpampang didepannya. Gadis itu masih bergerak-gerak , selimutnya semakin tertarik kebawah, dan separuh dari bagian areola yang berwarna kecoklatan sudah terlihat.