Cubitan Maut

2154 Kata
“ Hati..jangan baper ya..” Mukanya cemberut tapi hatinya senang jadi antara malu dan malu-malu. Kalau kata si anak cebong “asal jangan kebablasan jadi malu-maluin”. Alaska hanya tersenyum geli dan mulai menjalankan mobil, sambil  tangannya mengacak sayang rambut Biru.  Gadis dengan aroma vanilla yang sudah bikin jantungnya berdebar tak karuan. “ Jangan diulang lagi lho “ “Kenapa? “ “ Itu khusus dewasa, untuk calon suami masa depan” jawab Biru ketus. “Berarti aku boleh dong? Khan calon suami “ ujar Alaska yang seketika tergelak karena mendapat lirikan tajam. “ Aku belum setuju ya, masih ada tantangan yang belum teruji”. “ Oke..besok di rumah kita selesaikan tantangan itu, ingat ya setelah ini tiga bulan tepat kita tunangan” sambil menoleh ke arah samping ketika mereka berhenti dilampu merah. “ Gimana kalau kalah? itu belum dijawab lho“ ucap Biru dengan senyum penuh kemenangan. Tidak semudah itu pulguso.. batinnya. “ Karena seorang Alaska selalu memenangkan setiap tantangan  “ lagi-lagi sambil tergelak karena dilihatnya Biru hanya memutar bola matanya sambil melengos memandang ke luar jendela. “Jadi gimana? Alaska menoleh sambil mengangkat alis. “Maksudnya kalau kalah gimana?” Jelas Biru. “ Honey...tidak ada kalah, masih belum yakin? ujarnya lembut sambil mencondongkan tubuh, tangannya merapikan helai rambut Biru yang  berantakan, diselipkannya  ke sisi telinga. Jarinya mengusap pelan pipinya. Biru merasa tenggorokannya kering, tubuhnya kaku dan untuk sekedar bernafas saja dia takut. Dia dapat merasakan hembusan nafas Alaska di pipinya. Waktu seakan berhenti di sekitar mereka sedangkan Biru berusaha menenangkan jantungnya  yang berdegub sangat kencang sampe khawatir kalau Alaska mendengarnya. Dia hanya bisa melongo sambil memandang Alaska. Matanya mengerjap-ngerjap sambil gelagapan begitu kesadarannya pulih. “Aduh...sadis banget sih, Yang” Alaska meringis mengusap lengannya yang merah. Biru mukanya sudah merah sampe telinga, bibirnya cemberut “Yang..yang.. kepala peyang. “ tadi khan udah dibilangi, itu forbidden! matanya melotot kearah Alaska. “Habis kamu gemesin banget sih” Biru memperhatikan lengan  Alaska yang masih merah akibat cubitannya tadi . Dipegangnya lengan  yang merah itu, diusap-usapnya sambil berkata maaf beberapa kali. “ maaf ya? Alaska hanya mengangguk sambil memasang wajah kesakitan untuk menggoda Biru. Dia  memperhatikan wajah Biru yang merasa bersalah. “ Iya sakit sekali, kayak dicapit kepiting” “ sambil pura-pura mengaduh saat Biru mengusap. “eh.. sakit banget ya? nanti sampe rumah dioles minyak tawon deh”. “Padahal malam ini ada berkas yang harus diselesaikan” Biru dahinya berkerut “waduh.. jangan sampe ibu suri tahu “ batinnya. Pasti dia yang disalahkan. Secara si songong ini tangannya sakit karena ulahnya. Jadi dia harus bertanggung jawab. Dan pada akhirnya pasti disuruh membantu menyelesaikan pekerjaan itu.Penyelesaian versi ibu suri  yang selalu tidak dia sukai. “Kenapa hari ini semua tidak ada yang benar, tadi ketahuan berbohong, sekarang KDRT sama calon menantu kesayangan” batinnya sambil menghela nafas. Alaska memperhatikan raut muka Biru sambil tersenyum samar “ Kita lihat , siapa yang akan menang”. Akhirnya sepanjang perjalanan menuju rumah tidak ada yang bersuara lagi. Tidak obrolan apapun. Biru hanya memandang arah luar jendela dan berpikir bagaimana caranya supaya lolos dari hukuman. Sedangkan Alaska berpikir bagaimana caranya supaya bisa berdekatan dengan gadis beraroma vanila ini lebih lama. Apapun caranya. Sampe dirumah, mama sedang berdiri didepan pintu sambil berbicara dengan kakaknya. Mungkin Kak Jagad baru pulang kerja. Biru turun begitu Alaska mematikan mesin mobil dan berjalan ke arah mamanya. Mencium tangan mama dan kakaknya,  langsung masuk kedalam tanpa berbicara apapun. Dan memilih duduk di ruang makan, diambilnya gelas dan menuang air putih yang langsung diminumnya sekaligus. Kemudian menoleh kearah Alaska yang sedang berjalan masuk sambil ngobrol dengan mamanya. Dia masih memikirkan jawaban kalau nantinya ibu suri mulai kelihatan nada-nada marah. Tik tok tik tok.. “Mana Kilau? ucap Jagad “Bareng Rayyan sama Dinosaurus, nanti ke sini kok” jawabnya. Dilihatnya lengan Alaska sudah mulai kelihatan biru keunguan bekas cubitannya. Diliriknya mama yang duduk sebelah kiri, dekat lengan Alaska yang memar. Kalau kaosnya terangkat sedikit pasti akan terlihat memarnya. Ditunggunya detik-detik ibu suri akan bertitah. Satu..dua..tiga..masih belum, tik tok tik tok.. “ Lho..itu kenapa lengannya memar sampe biru gitu?” Akhirnya..batinnya. Biru hanya memandang mamanya yang sedang memeriksa lengan. Ditunggunya lagi adegan selanjutnya  jawaban dari sang korban, yaitu si songong. Tik tok tik tok.. “ Ini tadi ada yang lagi gemes tante, sampe tangannya kebablasan” sambil tersenyum manis ke arah depan. Ahh... Benar-benar ya si songong ini , Biru langsung memutar bola matanya dan melengos. Tapi begitu mengalihkan tatapan , yahh..mama sedang melotot ke arahnya. Dengan tersenyum kecut langsung memindahkan pandangan ke arah bawah, mungkin dengan menunduk tidak menjadi tambah panjang urusannya. “Kamu kenapa sih? lagi PMS? cepet, ambilkan minyak tawon di atas” titah sang ibu suri sambil mengambilkan minum untuk calon menantu kesayangan. Ini belum jadi menantu lho dumelnya , masih C.A.L.O.N sambil mengeja ingat ya!   Sambil berjalan ke arah tangga, dia menoleh sekali lagi ke arah mama tapi yang dilihatnya malah si songong yang tersenyum menggoda ke arahnya. Sambil cemberut langsung naik, masuk kamar dan sekalian mandi. Setelah ganti baju dan meneliti sebentar penampilannya didepan kaca. Keluar kamar ,diambilnya minyak tawon di kotak obat dekat kamar kakaknya. Saat menuruni tangga dilihatnya si anak cebong sudah duduk disebelah kakaknya. Sepertinya bercerita tentang film yang mereka tonton tadi. Menarik kursi dan duduk disebelah mama, ditaruhnya minyak tawon dimeja depan si songong. “ Mama sakit apa? tanya Kilau begitu melihat minyak tawon. “ Ini sih Alaska yang sakit lengannya, ayo olesi “ sambil nyuruh Biru mengobati. “Kenapa” sambung Kilau, kok si Moo yang harus ngobati ya? tambahnya penasaran. “Ini tadi ada yang lagi PMS” jawab mama  mengawasi Biru yang masih mengolesi lengan Alaska dengan muka tertekuk, yang merasa disindir  tambah mencibir. “Udah kayak ujian SIM aja, diawasi” matanya melirik sang Pengawas. Huffft.. “Kok bisa sampe dicubit? Tanya Kilau menahan senyum. “ Ma..mama, tadi juga ada yang ketahuan bohong lho” sambungnya sambil sembunyi di belakang Jagad,  menghindari botol minyak tawon yang melayang melintas meja. Mama langsung memandang tajam ke arah Biru, siapa lagi, lha wong si Kilau yang lapor pikir mama. Biru makin mengkerut dikursinya, pandangannya mengarah   kepada kakaknya tapi sepertinya sedang menunduk melihat HP. “ Nggak ada yang bohong ma” sepertinya tidak ada yang akan membantunya, baiklah, saatnya berjuang  meskipun sendiri. Rupanya si anak cebong sedang mengibarkan bendera perang. Mereka  bukan sekutu lagi. Tidak ada acara jastip salam ke kakaknya, awas aja! “Mama tanya sama kak Alaska deh! “ Benar begitu? terus sebenarnya mereka dimana? tanya mama menoleh ke Alaska bingung.  “ Bukan bohong tante,  cuma nggak mau dijemput jadi bilangnya belum pulang, masih di kampus”. Alaska menjawab sambil meringis seolah-olah kesakitan, lengannya yang tidak sengaja kesenggol tangan mama. Tapi sinar matanya tidak terlihat sakit malah seperti tersenyum geli ke arah Biru.  “ Ngantar Kilau beli sepatu ma..” Potong Biru cepat supaya si anak cebong nggak tambah kebablasan bikin cerita. Harus cepat mengendalikan situasi pikirnya, kalau tidak nasibnya semakin tambah runyam. “Terus kenapa bilang masih di kampus? Itu namanya berbohong Laut Biru” Nada  mulai tinggi, sudah menyebut namanya dengan lengkap. “Iya Maaf “ matanya menangkap senyum nyengir sambil  meleletkan lidah. Senyumnya bertambah lebar begitu dilihatnya Biru mengancam dengan gerakan tangan dileher. Awas aja ya!. Pembalasan akan datang, 1x24jam. Dalam hati dia memastikannya. “Jangan diulangi lagi, kalian berdua” pesan mama yang masih kelihatan marah sama Biru, juga untuk Kilau. Mereka mengangguk bareng. Sedang Jagad menyaksikan itu semua dengan senyum geli. Setiap hari selalu ada drama di rumah ini batinnya. “ Ma..kenapa nggak ada makanan? Tiba-tiba Jagad nyeletuk. “ ya Allah ..hampir lupa, gara-gara kalian berdua ya” ucap mama. “Tante saya pamit dulu ” kata Alaska sambil berdiri, mengulurkan tangan. “Lho ..nggak makan dulu? “ Sudah tante, ini soalnya ada berkas yang mesti saya selesaikan, sebelum saya berangkat lusa” sambungnya. “ oh gitu, jadi sudah pasti berangkatnya lusa ya? Alaska mengangguk. “Ya udah kalau gitu biar dibantu Biru ngerjain berkasnya” sambung mama. Biru langsung melotot kaget, dipandangnya mama dan Alaska bergantian. “ Kenapa harus dibantu ma? Tanyanya bingung. “Nih anak, udah bikin tangan orang sakit, masih nggak ngerti juga? Kamu harus bertanggung jawab”. “ Ini Cuma kena cubit, Cuma memar lho, bukan patah” cibir Biru sambil memegang telinga karena dilihatnya mama sudah menjulurkan tangan. Tidak beranjak dari duduknya dengan wajah ditekuk cemberut membuat mama berdecak. “Sudah sana, siap-siap” kata mama “ Besok pagi khan masih bisa ma, terus pulangnya gimana? Jawabnya. “Emang berkasnya untuk kapan? tanyanya balik sambil memandang ke arah Alaska. “ Besok, karena berangkatnya lusa, udah nggak usah bantuin, ada mama kok” Alaska mengamati Biru yang masih duduk dikursi dekat mamanya. Sebetulnya menunggu reaksi Biru. Meskipun tanpa memberi umpan pun mamanya Biru akan cepat tanggap. Kita lihat aja...batinnya. “ckkk...Laut Biru! Cepat ganti baju terus berangkat”. Berdiri dengan muka ditekuk  antara rasa marah, kesal dan bingung “ terus pulangnya gimana? Tanyanya lagi. “Si songong minta di sleding nih.. “Biar dijemput kakakmu nanti, sampe jam berapa? Jawab mama “ Ma..sekarang udah jam tujuh, belum kena macet, sampe sana udah jam delapan lebih, terus mau pulang jam berapa?. Dipegangnya tangan mamanya, lalu goyang-goyangnya, “ besok aja ya ma? rayunya. Mencoba sedikit keberuntungannya. “ Ya udah sekalian nginep aja, besok juga rencana ke sana khan?   “ hahh...mama serius ??? Biru sampe kaget, antara percaya dan tidak percaya. Dia menoleh ke arah Kilau, reaksinya sama juga, si anak cebong sampe melongo. Sedangkan kakaknya dan si songong itu hanya  tersenyum lebar. Walaupun dengan alasan yang tentu berbeda . Kalau Jagad sangat paham itu hanya modus, cara Alaska untuk mendekati adiknya. Sedang Alaska gembira karena rencananya berhasil. “Udah sekarang kalian siap-siap sana” usir mama. “ Kilau besok aja” tiba-tiba suara Jagad membuat mereka tambah syok. Bahkan Biru dan Kilau sampe tidak jadi berdiri, seketika menoleh ke arah Jagad. Akhirnya Biru Cuma bisa menarik nafas, dan meletakkan kepalanya di meja dengan wajah tak bersemangat. “Kalau Kilau nggak berangkat, cancel aja, semua berangkat besok ” ujarnya. Padahal dalam hatinya bersorak kegirangan. “Ayo kak.. lanjutkan ! teriaknya dalam hati. Sedangkan Kilau hanya senyum-senyum malu, dengan muka merah. “Dasar amoeba” cibirnya tanpa suara. Kalau mama malah bingung sendiri, bolak-balik lihat Jagad terus Biru terakhir Kilau.   “Jadi...gimana dong? Ucap Kilau dengan manja, tangannya memeluk lengan Jagad. “ Kalau berangkat sekarang, mesti pulang dulu ambil baju terus balik ke sini lagi, sampe sana malam dong” sambungnya. “ saya sih terserah aja, gimana baiknya. Kalau Biru bisa ikut sekarang juga boleh,  malah senang karena ada yang bantu saya ngerjain berkas, tapi mau besok juga ok aja” sambil menoleh ke arah mamanya Biru. Karena menurutnya,semua tergantung pada mamanya. Kalau Jagad sepertinya tidak berpihak kepadanya, karena pasti sudah mengetahui rencananya. Biru juga menunggu titah sang ibu suri sambil berdebar-debar. Kalau sampe dia harus berangkat sekarang bisa  kacau rencananya dengan si Minyak Zaitun dan Dinosaurus. Diliriknya si songong “ kok cuma tersenyum saja” batinnya. Alaska mengamati Biru yang duduk didepannya, kepalanya terkulai dimeja, beberapa helai rambutnya keluar dari ikatannya. Bibirnya merah basah, bikin kepalanya tambah pusing. Daritadi tangannya sudah gatal, kepingin merapikan rambut dan mengusap pipi mulus itu. “ Ya udah, gini aja, sekarang Jagad antar Kilau pulang, siap-siap terus langsung antar lagi ke rumah Alaska. Sedang Biru berangkat sekarang bareng Alaska” ujar mama sambil tersenyum penuh kemenangan. “sesuai dengan rencana “ batinnya. Semua diam mencoba mencerna ucapan mama. Hanya Alaska yang bisa tersenyum lega, karena berjalan sesuai keinginannya. “sesuai dengan rencana”. “ Ayo sudah, semua berangkat” sambung mama. Ditariknya tangan Biru supaya berdiri dan disuruhnya ke kamar untuk bersiap. Tangannya bergerak-gerak menyuruh Jagad dan Kilau berangkat juga. Biru berjalan sambil menghentak-hentakkan kakinya dengan muka cemberut. Sampe dikamar langsung melemparkan tubuhnya diranjang, sambil tengkurap ditinjunya bantal berkali-kali. Yang dibayangkannya adalah wajah si songong itu. Akhirnya setelah diam beberapa saat, dirapikannya baju dan rambutnya kemudian dia duduk tegak sambil bersila diatas ranjang, tangannya memegang lutut,  mulai menarik nafas pelan lalu  hembuskan dengan pelan dan panjang juga , “sekali lagi” katanya, memberi semangat pada dirinya sendiri. Setelah itu  diambilnya tas dipilihnya beberapa baju, dimasukkan peralatan make up dan parfum ke dalam tas kecil. Kemudian berdiri sebentar di depan kaca, tersenyum puas dengan penampilannya. Ketika turun dilihatnya mama masih ngobrol sambil tertawa gembira. “ Senang banget ngobrol sama calon menantu? Gumamnya sambil mencibir. “Kok lama ? tanya mama sambil berdiri. “Mandi dulu” “Lho...tadi khan sudah mandi? Ujar mama bingung. “Iya..mandi lagi biar hati jadi dingin nggak ikut panas ” sahutnya ketus sambil berjalan keluar, diikuti mama dan Alaska yang saling berpandangan bingung. Sedang Biru setelah pamit dan cium tangan langsung masuk mobil tanpa ngomong apapun.  “Hati-hati jangan ngebut” ucap mama yang dijawab Alaska dengan anggukan sambil mencium tangan. “Berangkat dulu tante” Mama mengangguk sambil melambaikan tangan, dan masih berdiri di pintu sampe mobil keluar dari pagar.                                                  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN