PART 7 : KENCAN PERTAMA

1666 Kata
halooww...nggak nyangka ada yang mau baca..ini tulisan pertama ku lho,.. jadi kalo amburadul ya..dimaklumi ya.. so..selamat membaca Alaska tersenyum sambil menutup telepon “Aduh ganteng banget sih.. matanya terpejam sebentar, untuk mengembalikan kewarasannya, sesaat kemudian...kenapa si songong ada disini ya, nah! ini yang bener. Sambil memegang dadanya sekilas seperti membetulkan tali tasnya. “Kenapa bisa disini? Sambil nyengir malu, ketahuan bohong. “ tolong ya jantung, jaga sikap! batinnya. “Tadi ketemu teman diatas, rencananya habis itu jemput kalian” jawab Alaska sambil mengamati Rayyan dan Dinosaurus yang sudah berdiri  disamping kanan kiri Biru.  Kilau yang melihat itu tersenyum geli, dan nyeletuk “awas yang punya sertifikat udah datang” sambil memisahkan dan langsung  berdiri diantara mereka. Kemudian tersenyum manis “Kak Alaska sama siapa?”. Biru hanya mencibir melihat tingkahnya yang sok imut. Sedangkan duo kaleng-kaleng hanya diam tapi mereka mengikuti setiap gerakan Alaska. “Sendiri, tadi ketemu teman diatas, habis ini kalian kemana? “ Cuma beli sepatu aja, habis itu makan,biru yang traktir lho, ikut aja” ajaknya. Sambil mendorong Biru mendekat ke arah Alaska. Sedang Biru mencebik sambil berjalan ke kursi langsung duduk.  Kemudian “Kak kenalin ini Minyak Zaitun, kalau yang ini Dinosaurus”, mereka bersalaman saling memperkenalkan diri. Meskipun begitu mereka tetap berada di sisi kanan dan kiri Biru. Tiba-tiba sih Dinosaurus berbisik tapi cukup keras hingga orang lain bisa dengar “dia ini si Datuk maringgih ya?. Bugh...“ sadis banget sih, yang mulia”, keluhnya sambil meringis. Kilau  yang baru datang dari arah kasir tertawa cekikikan sambil memegang kantong belanja. Sesaat dilihatnya Biru mukanya merona, Keningnya mengernyit lalu matanya berpindah ke arah Alaska yang rupanya sedang mengamati sahabat dodol-nya itu. “ah..rupanya” dia tersenyum ikut bahagia karena sahabatnya ketemu orang yang sabar dan sayang, bisa memahami sifatnya yang kekanakan. Karena Biru itu anaknya sangat manja sekali. Dia mendukung sekali kalau mereka mau menerima perjodohan itu. Alaska tersenyum geli sambil mengangkat alis “ serius, Kamu yang traktir? Ada acara apa? Apa merayakan sesuatu? “Si anak cebong dilamar juragan lele” menjawab pertanyaan Alaska sambil merenggut cemberut melihat para dayang tertawa cekikikan “bahagia banget ya? temennya ketahuan bohong”. Semua tertawa keras sampe Kilau menangis. Sedang Alaska juga tersenyum geli  “kamu nggak beli sepatu juga? Biru hanya menggeleng, karena masih kepikiran kalau sampe ibu suri tahu dia berbohong, dunia bisa kiamat. Mama nggak pernah memaafkan kalau sampai dia atau kakaknya ketahuan bohong. Itu sudah diterapkan mulai dia kecil. Apalagi ini korbannya sih calon mantu kesayangan, aduhh...nyawanya bisa melayang ini. Berjalan bersisian diurutan belakang, Alaska menggenggam erat tangan Biru, awalnya dia menolak, malu.. katanya tapi mau sih . Tapi Alaska tidak mau melepaskan tangannya, meskipun dia menariknya. Akhirnya pasrah walaupun dengan muka tidak ikhlas. Alaska tersenyum menang sambil berbisik “ kita khan lagi belajar saling mengenal”. Nggak gini juga kalee... sambil memutar bola matanya. Setelah muter-muter akhirnya mereka memutuskan makan di Pepper Lunch. Para dayang langsung antri sedang Kilau masih memilih sambil  meminta dompet Biru. Kemudian Biru menyusul Alaska duduk. Untung antrian tidak banyak karena memang bukan weekend. Bebarapa saat kemudian mereka sudah kembali, dan meja mereka penuh dengan makanan. Ada Beef & salmon pepper rice, Lemon Tea, dan Chocolate Ice, Double Hamburg with Egg, Curry Rice Beef,Salmon Pepper Rice, Chicken and Mushroom Curry Rice,Salad....   Dan... Biru langsung matanya melotot lebar , Rayyan dan Dinosaurus pura-pura sibuk dengan makanannya. Sedang Kilau bersembunyi disamping Alaska sambil mengembalikan dompet lewat belakang tubuh Alaska. Diletakkanya dimeja depan Biru. “ini kalian doyan apa lapar sih” ujarnya jengkel sambil meraih dan membuka dompetnya , berniat melihat sisa uangnya tapi mulutnya langsung melongo. Hah...  Dikeluarkannya semua isinya dan tidak ada selembar uangpun yang tersisa. Dengan muka ditekuk langsung  mengambil lemon tea dan meminumnya sekali teguk, lalu diambilnya Salmon Pepper Rice didepan Alaska dan mulai makan sampe mulutnya penuh. Para dayang langsung tertawa cekikikan. Alaska ikut tertawa lebar sambil mengumpulkan isi dompet Biru yang dibiarkannya berhamburan dimeja. “Laut Biru..makan pelan-pelan” kata Alaska, ditepuk-tepuknya punggung Biru yang terbatuk karena tersedak makanan. Diulurkannya minuman sambil mengambil tissue dan mengusap baju Biru yang kotor kena makanan yang jatuh saat batuk tadi. Mukanya merah antara tersedak makanan dan malu karena tindakan Alaska. Yang lain seketika menghentikan makannya, sambil memperhatikan adegan itu. Sang pangeran tidak menyadari ulahnya yang membuat jantung korbannya menari zumba. Diambilnya tissue diusapnya hidungnya yang terasa panas. Tiba-tiba “Ayo Kak..makan dulu “Ujar Kilau sambil mendorong makanan yang ada dimeja. Biru hanya mencebik menyaksikan ulah Kilau, sambil menggumam “yang bayarin masih disini lho”. Rayyan dan Dinosaurus hanya sekilas melirik Biru kemudian meneruskan makan lagi. Sesaat kemudian mereka meringis sambil memegang betis mereka. “Ya ampun...Yang Mulia jaga sikap dikit, ada pangeran di sini”. “ Habis ini kita ke dokter” sambung Biru “Ngapain? siapa yang sakit? Tanya Kilau. “ Nggak ada yang sakit, Cuma pingin tau aja, isi perut kalian”. “Berarti kak Alaska juga dong” sahut Rayyan. Biru langsung memberi delikan maut, sedang yang lain tertawa lebar. “Berarti rencana besok batal dong, La? Tiba-tiba Dinosaurus nyeletuk. Semua langsung  berhenti makan sambil melihat ke arahnya. Dinosaurus masih tidak sadar, malah melanjutkan “padahal kita sudah beli baju, yah nggak kepake dong”. Yang lain sampe menahan nafas, apalagi ketika Alaska bertanya “Memang besok ada rencana apa? Sambil menoleh ke arah Biru yang berada disebelahnya. Biru sampe tersedak lagi. Buru-buru disambarnya minuman langsung diteguknya sekaligus untuk mendorong makanan yang tadinya nyangkut ditenggorokan. Dan baru sadar kalau itu milik Alaska, ketika semua orang melihatnya sambil melongo. Pelan ditaruhnya gelas  sambil nyengir “ maaf...kirain punya Dinosaurus”. Kemudian “habis ini Kak Alaska kemana? Sambil memberi kode pada Kilau untuk mengalihkan percakapan. “Nggak ada, ngantar kalian aja, kenapa? Kata Alaska sambil menoleh kearah Kilau disamping kirinya. “Kita mau nonton” sambung Dinosaurus sambil melirik sih Minyak zaitun minta dukungan. Sedang Rayyan balas menatap tanpa tau maksudnya. “kalau beruntung, gratis lagi, Yes! “Eh..iya kak, ikut aja” gelagapan sambil meringis  karena merasa kakinya ada yang menendang. Biru langsung mengambil kesempatan “ah..Rayyan yang traktir” pembalasan lebih kejam daripada cuma memendam rasa, sambil tersenyum manis. Yang lain tertawa keras karena mengerti maksud perkataan Biru. Sedang yang dimaksud hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Ya sudah aku yang traktir aja’ ujar Alaska sambil memandang Biru lembut. Yes! Teriakan keras dan berbarengan, sambil mengangkat tangan mereka tos. Kemudian suasana tenang kembali. Wajah-wajah sumringah dan semangat karena akan ada nonton gratis. Kecuali satu orang, Biru hanya mencebik, ditepuknya pelan dadanya “ kamu nggak papa khan, Jantung?. Sambil melirik kanan kiri takut ada yang mendengat debaran jantungnya. Setelah memilih film dengan diiringi debat alot, seperti debat calon Gubernur aja, akhirnya mereka memutuskan menonton Charlie’s Angel. Setelah menyerahkan uang tiket pada Rayyan, lalu menarik tangan Biru untuk membeli makanan dan minuman.“beli apa? tawarnya, sambil mengenggam erat tangan kecil itu. Pas..batinnya, Biru masih melihat-lihat, akhirnya memilih 2 popcorn ukuran jumbo dan  6 minuman dingin. Kemudian dia mengambil 2 botol yogurt rasa vanilla dan sebotol minuman yang mengandung vitamin C. “Kak Alaska mau minum ini juga? Sambil menunjukkan botol yogurt, yang dibalas anggukan. Diambilnya sebotol lagi yogurt, s**u kotak 2 botol. Kemudian dia jalan ke kasir bermaksud membayar belanjaan. Diambilnya dompet, tiba-tiba seketika pucat karena teringat kalau dompetnya kosong. Diliriknya Alaska yang ada disebelahnya, yang sedang menunduk menatap HP. Kemudian menoleh kearah Kilau yang sedang duduk dan ngobrol sambil tertawa sama Rayyan. “ckk...nggak sadar sama penderitaan temen”. Setelah itu menoleh lagi ke arah Alaska yang sedang tersenyum lebar “kenapa?. Biru hanya diam sambil tersipu malu. “Ini .. sebentar kak“sambil berjalan kearah Kilau.  Alaska menarik tangannya sambil menahan tawa. “ Dompetnya kenapa? Baru Biru sadar kalau Alaska sedang  menggodanya, langsung saja dia cemberut sambil berusaha melepas tautan tangan mereka. Tapi Alaska tetap menggenggam erat tangannya. Sambil tangan yang lain merapikan rambut Biru yang beberapa keluar dari ikatannya.  Ah...sang bidadari tersipu malu hingga mukanya merona. “Udah ini aja, nggak kepingin yang lain? Sambil menggeleng Biru berdiri disebelah Alaska hingga dia bisa mencium aroma tubuhnya.  Ahh...aroma citrus dan kayu. Membuat nyaman, rasanya kepingin memeluk aja. Ditepuknya pelan kepalanya sambil terkikik geli. “Hati..jangan gila ya! Setelah membayar semua belanjaan, mereka menghampiri para dayang dan ikut duduk sambil menunggu jam. Biru membagikannya, s**u kotak untuk Minyak Zaitun dan Dinosaurus, yogurt untuk Alaska, Kilau dan dirinya sendiri. “Kamu hapal ya sama kesukaan masing-masing? Tanya Alaska. Biru hanya mengangguk. “Sama Kilau temenan mulai dari bayi, kalau mereka berdua ketika masuk SMA. Jadi ya hapal luar kepala”. Jawab Biru sambil menerima yogurt yang sudah dibuka Alaska. Langsung diminumnya sekaligus, dan langsung terbatuk juga. Alaska hanya menggelengka kepala melihat itu. “Pelan-pelan, Laut Biru” Keluar dari bioskop Biru berjalan sendiri didepan agak memisah dari yang lain sambil  menekuk wajahnya karena semua seperti sekongkol agar dia duduk di sebelah Alaska dan kursi dia ada dipinggir jalan. Begitupun dengan pulangnya, Dia harus bareng Alaska dan Kilau bareng sama duo kaleng karena rumah mereka memang searah. “Yang mulia..hamba mohon maaf karena mangkir dari tugas” sambil Dinosaurus menundukkan badannya.  “Tapi pengganti hamba sudah teruji kok, jadi jangan khawatir pasti selamat sampe tujuan” lanjutnya. “Nitip Dikirim sampe rumah ya kak” ucap Kilau disambut tawa lebar yang lain. “ Dipikir barang apa” gerutu Biru. Kemudian mereka berpisah menuju ke mobil masing-masing setelah Kilau mencium tangan Alaska diikuti yang lain. Sampe Alaska membuka pintu mobil dan menyuruhnya masuk Biru masih cemberut, dia menunduk menatap Hp. Kemudian diliriknya Alaska yang masuk dari pintu lain. Tiba-tiba Alaska sudah ada didekatnya dan wajah mereka cuma berjarak beberapa centi. Dia dapat merasakan hembusan nafas Alaska membelai  pipinya. Jantungnya berdegup kencang sekali, ketika Alaska menggeser badannya sedikit dan sekarang bibir mereka hampir bersentuhan . Dia hanya bisa  melongo gelagapan dengan muka merona, matanya berkedip. Dan Alaska hanya tersenyum geli sambil tangannya memasang seatbelt. Biru menarik nafas lega sambil memukul lengan Alaska sambil mendelik tajam.        
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN