Yes! sudah hari jumat, setelah menatap pantulan dirinya dicermin, segera ia keluar kamar. Menuruni anak tangga setengah berlari karena mendengar suara si anak cebong, tetapi seketika dia menghentikan larinya begitu dilihatnya ada makhluk yang bukan asing duduk di meja makan. “ngapain si songong ini?
“Lama banget sih? udah lapar nihh”omel Kilau sambil langsung dicomotnya roti tawar yang sudah diolesi selai sarikaya kesukaanya. Di rumah ini harus selalu tersedia selai coklat dan sarikaya karena itu kesukaan mereka berdua, begitu juga dirumah Kilau selalu ada dua macam selesai itu.
Biru yang masih berdiri melongo ditangga, lupa kalau masih ada satu anak tangga lagi, jadi begitu melangkah dia langsung terjungkal yang untung Jagad ada dibelakangnya. Jadi tangannya seketika ditarik, selamatlah dia dari rasa malu karena nyungsep di depan Alaska. Tapi telinganya yang nggak selamat karena harus menerima jeweran dari kakaknya. Biru hanya meringis sambil mengusap-usap telinga sebelah kiri.
“Ma...mama! si moo pecicilan, terus makan roti langsung happp” teriak Kilau sambil tertawa memegang perutnya. Biru langsung mendelik sambil menendang kakinya. Langsung dibalas dengan tarikan dirambutnya, dibalas lagi dengan lemparan remah roti. Terakhir mereka saling lempar sambil cekikikan. Jagad hanya bisa melihat mereka berdua dengan wajah bosan. Dan Alaska menyaksikan itu semua dengan senyum geli.
Dan baru berhenti ketika ada deheman dari papa yang baru keluar dari kamar. “Laut Biru..Kilau Senja!makan yang bener” kata papa. Seketika mereka diam dan melanjutkan makan.
Setelah suasana tenang, tiba-tiba Jagad nyeletuk “Kamu yakin? liat aja tingkahnya masih seperti anak kecil” sambil melihat ke arah Alaska dan dagunya menunjuk ke arah adiknya yang masih cemberut. Alaska hanya mengangguk sambil memandang ke arah Biru. “Hampir tiap hari mereka seperti ini” lanjutnya.
“Terus kenapa Kak alaska pagi-pagi sudah ada disini?tanya Biru sambil memasukkan rotinya sekaligus.
“Maaa....si moooo makan roti langsung haapp”
“Nggak maa” teriaknya, sambil menutup mulutnya yang menggembung.
“Laut Biru! ucap papa dan Kakaknya berbarengan.
“Iya..iya” ujarnya pelan sambil melotot pada Kilau dan mengancam dengan gerakan memotong leher sambil mengucapkan kata “mati” tanpa suara. Kilau hanya menjulurkan lidahnya.
Tiba-tiba mama muncul dari arah dapur sambil menepuk tangannya ”yang sopan, Kak Alaska mau ngantar kalian kuliah” sambil meletakkan s**u di meja.
Haaa...Biru matanya melotot lebar dan Kilau tersenyum senang.
“Khan biasanya kita ikut kak Jagad? sambil setengah malas karena harus diantar si songong.
“Hari ini libur, mau istirahat dari rengekan kalian” sambung Jagad. Mereka berdua hanya memutar bola mata. Sedang Alaska yang sedari tadi hanya diam tertawa samar sambil menghabiskan kopinya.
Selesai sarapan, mereka pamit, terakhir mencium tangan Jagad “Kak.. tambahin uang saku kita ya” ucap Kilau dan di susul Biru berdiri disebelahnya.
“Kalian mau uang saku lebih banyak nggak? Mereka otomatis mengangguk dengan mata berbinar. Jagad langsung menunjuk ke arah Alaska yang disambut dengan tawa tergelak oleh yang bersangkutan.
“ Jadi..masih mau melanjutkan perjodohan? Tanya Jagad pada Alaska sambil berjalan ke arah luar. Yang di jawab dengan teriakan oleh Biru “ Yes! Kita batal dijodohkan”.
Akhirnya Alaska menarik tangan Biru dan mengajak berangkat. Biru merenggut dan nggak mau berangkat karena Kilau masih menempel ke kakaknya.
“eh..belut listrik, buruan!” ujar Biru sambil mengikuti Alaska berjalan keluar. Kilau hanya tertawa lebar dan tetap menunggu didepan Jagad.
Sampai didepan mobil Alaska, Biru menoleh ke belakang menunggu Kilau “lama banget sih anak cebong ini” gerutunya.
“Ayo kita tunggu didalam aja”ajak Alaska sambil membuka pintu untuk Biru dan menyuruhnya masuk. Disusul Alaska masuk dari pintu satunya dan duduk dibelakang setir lalu menoleh ke arah Biru. Sambil keningnya berkerut Biru balas memandang tidak mengerti. “kemarin khan kita sudah sepakat, kamu juga boleh minta uang ke aku” sambil mengambil dompet dan memberi beberapa lembar uang seratusan kepada Biru.
Tiba-tiba Kilau masuk ke mobil dan langsung berteriak “serius! Kak Alaska juga nambahin uang saku kita? Yes! Sambil menerima bagian uang saku dari Jagad, Biru hanya memutar bola mata.
“Tapi kita nanti dimarahin mama lho” ujar Biru sambil menarik nafas.
“Nggak akan deh, percaya sama aku” sahutnya.
Alaska menoleh lalu mengacak rambut Biru sekilas sebelum akhirnya mulai menjalankan mobil. Setelah menghindari macet sana-sini, “Nanti siang dijemput jam berapa? Begitu sampe dikampus, mereka masih didalam mobil.
“Kita pulang sendiri aja , karena nggak tahu sampai jam berapa dikampus” jawab Biru sambil turun dari mobil.
“kalau sudah selesai, khabari aja ya” ujar Alaska. Dibalas dengan anggukan oleh Kilau.
Sepanjang perjalanan menuju kelas Biru terus cemberut. Kebalikan dengan Kilau yang terus tersenyum lebar sekali. Sekarang ini dia punya uang saku double didompetnya. Dia sudah membayangkan membeli sepatu yang sudah diincarnya sejak sebulan yang lalu. Jadi sepanjang lorong menuju kelas, selalu menyapa dan tersenyum manis kepada semua orang. Begitu sampai di dalam kelas mereka memilih tempat duduk dideretan pinggir jalan. Kemudian datang duo kaleng-kaleng. Yang langsung ribut bertanya tentang rencana mereka besok sore.
“Rencana besok masih tetap sesuai jadwal ya” jelas Biru sambil menoleh ke arah Kilau.
“ Kita sudah siap dengan kostum yang sesuai untuk rencana ini” tambah Aldino.
Rayyan yang duduk dekat Biru mengangguk membenarkan “ kemarin kita berburu kostum, biar rencana ini sukses”tambahnya.
Biru hanya diam sambil bertopang dagu, memikirkan perjodohan dirinya. Sedang Kilau juga diam akan tetapi itu karena membayangkan sepatu baru.
“Gimana caranya supaya perjodohan ini batal ya? gumamnya.
“Yang Mulia jangan galau, rencana kita pasti berhasil”.
Biru hanya diam saja, tidak menanggapi guruan Rayyan padahal biasanya semangat membalas guyonan mereka.
Tiba-tiba ada pengumuman kalau dosen berhalangan hadir yang langsung disambut teriakan gembira. Akhirnya semua keluar kelas, ada yang duduk didepan kelas menunggu kuliah selanjutnya. Biru dan para dayang memilih ke kantin karena setelah ini tidak ada kelas lagi.
“Kita khabari kak Alaska yuk” ajak Kilau sambil mengambil Hp bersiap telpon. Tapi dicegah Biru. Kilau menatap bingung sambil menyimpan lagi Hpnya.
“kalau kamu telpon si songong itu, yang ada kita nggak bisa menjalankan rencana kita dong” jelasnya. Kilau hanya mengangguk sok tahu padahal nggak mengerti juga sih. “apa hubungannya? khan rencana kita besok sabtu, sekarang masih hari jumat” pikirnya.
“Rencana kita hari jumat apa sabtu sih La? sepertinya Aldino juga bingung.
“Kok kalian nggak paham sih? gini ya, kalau sekarang kita telpon si songong itu akhirnya dia tahu kalau kita sudah pulang, dan nggak ada kuliah lagi, akibatnya pasti si songong itu minta ijin ke mama buat ngajak nginap ke rumahnya mulai hari ini, paham? . Semua memasang wajah datar dan mengangguk ke arah Biru.
Rayyan yang sedari tadi hanya diam saja, bertanya “ emang datuk maringgih jelek banget ya? sambil menarik mangkok bakso Biru yang belum habis.
“ohh..astaga! kak Alaska ini ganteng banget malah, kalian nggak ada seujung kukunya” jawab kilau. Yang dibalas dengan cibiran oleh Rayyan.
“Kalau ganteng kenapa Yang mulia menolak perjodohan ini? Sela Aldino.
“Karena dia umurnya udah banyak” jawab Biru ketus.
“Berapa banyak? Ratusan..” tambah Aldino yang jadi korban iklan.
“Pokoknya rencana tetap seperti semula, besok jemput jam lima-an” sambil menepuk punggung rayyan mengingatkan tugasnya besok.
Mereka dikantin sampai siang dan berencana jalan-jalan ngantar Kilau beli sepatu. ketika HP Biru berbunyi, langsung matanya melebar sambil menunjukan ke arah Kilau siapa yang menelpon .
“Angkat aja” katanya.
“Bilang apa nanti? Kilau mengangkat bahu.
Akhirnya dengan pelan digesernya tombol warna hijau “hallo..iya ini masih dikampus” sambil memandang para dayang minta pertolongan. Tapi mereka pura-pura melihat ke arah lain sampai Biru cemberut dan menendang kaki Rayyan yang duduk disebelahnya.
“ Mungkin agak sore, nggak usah dijemput, biasa naik ojol sama Kilau kok” ujarnya. “Iya besok kesana agak sore sama Kilau”. Setelah itu ditutupnya telpon langsung memukul Rayyan lagi sampai meringis, saking jengkelnya.
“Ayo berangkat, keburu sepatunya dibeli orang”ajak Kilau sambil memasukkan Hpnya ke dalam tas.
“Dinosaurus,kamu bawa kendaraan? Dijawab dengan anggukan.
“alhamdulillah...hemat ongkir” seru Rayyan Yang langsung kena pukulan dari teman-temannya.
“emang kita barang ya? bukan ongkir tapi ojol minyak Zaitun” terang Aldino.
“Kita ke thamrin aja ya? ajak Biru, maksudnya biar lebih dekat rumah. Aldino langsung pasang google map, untuk menghindari jalan yang macet.
Satu jam kemudian mereka baru sampai, padahal kalau lancar hanya perlu waktu setengah jam aja. Ketegangan masih belum berakhir, sekarang mereka ribut lagi soal parkir, karena Biru ingin parkir yang dekat pintu biar jalannya nggak jauh. Akhirnya harus muter-muter mencarinya dan itu sudah memakan waktu setengah jam lebih. Yang lain sudah menggerutu protes.
“haa...akhirnya sampai juga, kirain baru besok pagi nyampe” ujar Rayyan sambil menghindari pukulan Biru. “lagian jalan itu bikin kita sehat La, males banget sih”.
“ Makan dulu apa sepatu? Tawar Aldino.
“Langsung sepatu aja ya terus setelah itu kita makan,Biru yang traktir kok” mendengar itu Biru melotot. Bingung, kok bisa ya? yang ngajak jalan siapa? Duo kaleng-kaleng langsung teriak, Yes! Makan gratis.
Begitu sampai ditoko, Kilau langsung menuju sepatu incarannya sampe sih penjaga tokonya hapal, karena tiap kali mampir, Kilau selalu nitip pesan agar jangan diberikan kepada orang lain. Duo kaleng-kaleng langsung duduk sambil melihat HP sedang Biru melihat-lihat sepatu. Drt..drt..tiba-tiba Hpnya bunyi, dirogohnya tas, setelah ketemu langsung pucat begitu tau siapa yang telpon. Langsung mendekat ke Kilau sambil menunjukkan. Kilau memberi kode suruh angkat aja.
“Ya ..ini masih dikampus, bentar lagi pulang bareng Rayyan sama Dinosaurus, iya mereka bawa kendaraan kok, iya..daahh” sambil menarik nafas lega. Tapi saat dia membalikkan badannya, langsung dia terlonjak kaget, kaku dan hanya bisa melongo. Karena Alaska sudah ada dibelakangnya sambil tersenyum. Manis..jantungnya menggelepar seperti ikan kurang air. “Jantung bisa woles sebentar nggak?