"Kata orang, mencintai bisa membuat seseorang menjadi sangat bodoh. Tapi yang aku lihat, kamu cukup pintar untuk membuat seribu satu alasan kembali mu selepas pergi meninggalkan aku." ••• "Terus Farah nya gimana?" tanya Desi antusias, menatap Rea seraya meraih sebuah kacang kulit dari toples bertutup merah dipangkuan nya. Rea mengendikan bahu nya, kepala Rea benar-benar pusing saat ini. "Nggak tau, lah. Pihak sekolah masih nggak percaya, mereka belum ambil tindakan." Desi menahan napas nya, mimik wajah nya jelas menunjukkan kalau wanita itu ikut bersimpati dengan cerita Rea. Malam ini, acara televisi kesayangan Desi dan Rea tayang lebih lama dibanding hari biasa. Itu lah alasan mengapa mereka masih terjaga selarut ini. Sebenar nya, Rea tidak memiliki mood yang cukup baik untuk menonto

