"Aku bukan lah sosok yang terhebat untuk kamu, tapi yakinlah bahwa aku ingin mengusahakan nya." ••• "Ver, kamu tau dimana Farah?" tanya Rea setiba nya Vera di kelas, dengan wajah penuh kecemasan. Vera mengangkat kedua alis nya, "Ya enggak lah, gue baru sampe gini." "Itu anak kemana ya? Masa absen kelas, sih?" gumam Rea. "Mana waktu nya test olahraga lagi, nggak mungkin absen kayak nya." Vera menggendikan bahu nya, seolah tidak tertarik untuk menggubris ucapan Rea. Vera lebih memilih untuk duduk di bangku nya, lalu memasang earphone putih nya, tidak lama menggerakan kepala nya dengan gerakan berirama dan mulut bersenandung kecil. Rea menahan napas, lalu menghembuskan nya kasar. Kejadian kemarin dengan Farah itu, membuat pikiran nya berkecamuk. Sebenar nya Rea sudah cukup lelah memikir

