Ya salam... rasanya kalau makan orang nggak masuk nusa kambangan, sudah Farissa telan bulat-bulat Satria yang melongo sambil berkedip lambat-lambat di ambang pintu. Tapi dadanya naik turun tidak teratur, seperti habis kemalingan ayam sekandang. Dilihat dari perkataannya. Yang selalu membicarakan tentang memberikan adik perempuan untuk Abi. Farissa mengira reaksi Satria akan melompat bahagia sampai mars, atau memberikan reaksi heboh lainnya. Lha Satria malah? Masyallah suaminya malah bengong di depan pintu, sambil memegang gagangnya sampai urat-uratnya menonjol keluar. Wajahnya yang datar, masih tetap seperti itu. Nggak ada raut terkejut. Memang sih Satria itu sedikit minim ekspresi. Senang, diam. Sedih, diam. Marah, diam. Paling banter Satria hanya mengulum senyum kecil, dengan durasi ku

