24. Tamu Yang Diharapkan

2208 Kata

Farissa sudah berjanji pada dirinya sendiri. Jangan cengeng, jangan menangis karena suatu hal yang tidak perlu ditangisi. Toh Satria hanya demam, dan terlihat baik-baik saja saat tadi dia menjenguk kesana.  Tadi memang Farissa singgah kerumah Satria sebentar. Saat dia singgah, ternyata laki-laki yang sangat dia rindukan sedang tidur lelap setelah minum obat. Tidak ingin membangunkan tidur lelap Satria karena pengaruh obat itu, dia hanya mengamati Satria dari jauh. Menahan airmata yang rasanya sulit sekali untuk tidak terjun bebas.  Sekujur tubuhnya ikut merasa sakit. Disana Farissa banyak meringis, menyadari perubahan Satria. Wajahnya kuyu, meski badannya tidak berubah masih sebesar kingkong, Farissa tau berat badan Satria pasti berkurang banyak.  Ya Allah, jujur ini berat. Tapi hanya i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN