Setelah beberapa hari dirawat karena kehamilan ditambah magh yang kambuh, Farissa di perbolehkan pulang. Sepanjang jalan pulang, sampai masuk kedalam kamar. Farissa harus menebalkan telingannya demi mendengarkan celotehan sang mama. Ibu hamil muda harus ginilah, harus itulah, nggak boleh inilah, nggak boleh itulah karena kondisi kandungannya yang lemah dan dirinya yang kekurangan nutrisi. Sampai ke kamar mandi pun dia dituntun oleh mamanya, takut kepleset. Padahal mbak tukang bersih-bersih selalu memastikan lantai kamar mandi yang tidak akan licin. "Mau papa potongin buah, nduk?" Tanya Sujatmiko---papa Farissa---saat anak perempuan satu-satunya itu berjalan dengan bibir mencebik, setelah dimarahin habis-habisan oleh Shafira karena ketahuan melihat buah durian di google. Katanya makan

