Bab 27

1891 Kata

“Aku bertemu dengannya?” ucap lelaki berkacamata di hadapannya. Marni berlaku seolah tak mendengarkan, dirinya memilih untuk memasukan potongan steik ke dalam mulutnya. “Istrinya pasienku," katanya kembali. Gerak marni terhenti. Sekar sakit? Sejak kapan? Bahkan Marni tak sama sekali tahu tentang kondisi itu jika saja lelaki yang berprofesi sebagi dokter itu tak mengatakannya. “Dia mirip dengan ayahnya,” ucapnya kembali. “Karena dia anaknya.” Marni menjawab singkat. Namun terdengar jelas ada nada penekanan di dalam jawabannya. “Ya kamu benar. Sampai sifat dan karakter mereka pun mirip," timpal lelaki itu telak. Marni hampir tersedak mendengar kalimat yang keluar dari mulut Andre. “Kamu mengajakku bertemu hanya untuk membicarakan ini?” Marni menatap tak suka pada Andre, tapi lelaki d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN