Part 48

1223 Kata

-----------------------*******----------------------- Azan subuh sayup terdengar, laki-laki itu masih tetap diposisi yang sama sejak beberapa jam sebelumnya, sembari menatap sang buah hati yang tengah terlelap, ia membuka secarik kertas putih ditangannya, tak ada jawaban atas pertanyaannya tentang ibu dari buahhatinya, hanya secarik kertas ditangannya saat ini jawaban akan pertanyaannya. Butuh beberapa waktu untuknya mengumpulkan keberanian untuk membaca tulisan yang ada dikertas putih tersebut. Jangan bertanya akan lelahnya, karna rasa lelah sudah tak terasa dan jangan pula bertanya apa yang ia rasa, karna tak ada rasa selain penyesalan yang ada, penyesalan yang hanya ia yang tau apa penyebabnya. Teruntuk suamiku. Kamu pasti aneh akan panggilan suamiku, karna aku tidak pernah memangg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN