Daisy cepat-cepat menarik selimut menutupi tubuhnya, lalu menatap Spaso nyalang. “Tuan sudah apakan saya?!” sergahnya dengan kalimat penuh penekanan. Spaso sontak menyilangkan kedua tangan di depan, menutupi dad4nya yang bertelanj4ng. “Kenapa kau bisa ada di samping saya?” sergah Spaso sama-sama terkejut. Bukankah seharusnya Daisy tidur di atas ranjang? Jangan-jangan Daisy sengaja ingin menggoda Spaso? Spaso menuding Daisy dengan tatapan menyelidik. “Kau mau menggoda saya?” ceplosnya. “Menggoda?” ulang Daisy lalu mengulas senyum masam. “Saya tidak pernah berniat menggoda Tuan!” Daisy kemudian mengintip tubuhnya di dalam selimut, memeriksa keutuhan pakaiannya. Sepertinya pakaian Daisy masih seperti sedia kala. Daisy memicingkan mata seraya menunjuk dad4 Spaso yang polos. “Bukankah Tua

