*** "Mas Riga!" Altariga yang menunggu di sebuah bangku, menoleh setelah panggilan tersebut didengarnya dari teras rumah. Berasal dari Gisella, helaan napas kasar justru diembuskannya karena bukan bahagia, yang dia rasakan ketika namanya dipanggil justru muak. "Dipanggil tuh, sana samperin. Mau balikan, kan, katanya tadi?" Flora yang masih berada di dekatnya, berucap dengan raut wajah yang terlihat julid. Bingung harus bagaimana membujuk Gisella agar mau turun, beberapa waktu lalu Altariga memang terpaksa berkata akan membatalkan perceraiannya dan sang istri. Tidak sungguhan, ucapannya tentu saja bohong, karena tak ada lagi keraguan, niat Altariga untuk berpisah kini sudah bulat. Selain itu, dia pun sebenarnya sudah menjatuhkan talak lewat ajakan bercerai sehingga dalam agama, Altarig

