Bagian Sembilan Puluh Lima

1022 Kata

*** "Ck, ini Altariga mana ya? Dia enggak tahu apa kalau aku harus ke butik?" Masih duduk di bangku dekat post satpam, pertanyaan tersebut Flora lontarkan dengan perasaan yang sedikit kesal. Sepuluh menit menunggu, dia mulai tidak tenang karena bukan hari yang santai, Flora harus menghadapi berbagai jenis pekerjaan. Tanpa memberitahu Altariga, Flora sebenarnya bisa pergi menggunakan taksi. Namun, karena dia dibawa oleh pria itu, rasanya tidak enak jika pergi begitu saja tanpa berpamitan. "Aku telepon aja kali ya? Kalau emang dia masih ada urusan, aku pulang naik taksi." Dihampiri sebuah ide, Flora kembali bicara. Tidak hanya berucap, selanjutnya dia mulai mencari kontak Altariga untuk dihubungi. Tidak menunggu lama, panggilannya dijawab, dan suara pria itu pun terdengar. "Halo, Flora

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN