Hallen memandangi ponselnya memastikan ada yang menghubunginya setelah dirinya pulang. Akan tetapi disana tidak ada pesan yang masuk dari seseorang. Dia menghempaskan tubuhnya dengan terlentang sesekali mengambil ponselnya lagi. "Astaga, kenapa aku mikirin Om itu terus ya?" Gadis itu membanting ponselnya ke samping, lalu memejamkan matanya untuk mencoba tidur. Namun nihil, pikirannya selalu ada nama Aldrick disana. "Apa Om Aldrick baik-baik saja?" gumamnya. Sudut mata Hallen melirik kearah ponselnya. Perasaannya dan pikirannya mendadak tidak tenang. Dia mengecek kembali ponselnya dan mengirim pesan untuk Aldrick. Setelah terkirim, dia menunggu jawaban dari pria itu. Tidak ada jawaban disana, bahkan pria tersebut tidak online. Gadis itu menghembuskan napasnya kasar. Dia meletakkan

