Satu jam sebelumnya... Jarum jam masih bertahan di angka enam dan belum ada tanda-tanda akan bergeser ke angka selanjutnya. Dengan kesal, Valeria mengetuk meja di depannya dengan jari telunjuk. Gadis itu datang terlalu pagi. Tapi, ini semua karena SMS dari Melvin yang diterimanya. Melvin berkata bahwa ada hal penting yang harus dia bicarakan dengan Valeria. Mengenai identitas si pembunuh berantai yang sudah diketahui oleh laki-laki itu. Meskipun merasa takut, tetapi Valeria memberanikan dirinya. Toh, dia hanya akan bertemu dengan Melvin. Selama ada Melvin, Valeria merasa semuanya akan baik-baik saja. Semuanya akan aman. SMS dari Melvin itu diterima oleh Valeria saat gadis itu selesai melaksanakan shalat shubuh. Tempat yang dipilih oleh Melvin pun tidak terlal

