“Ah bodoh, kenapa kau keluarkan di dalam? Bagaimana jika aku hamil nanti?” tanya Angela kepada laki-laki bertubuh atletis yang kini menindih tubuh polos ya setelah aktivitas panas keduanya.
“Haha... Maafkan aku, Sayang.” Laki-laki itu bernama Samuel yang tak lain adalah salah satu fotografer dari salah satu majalah terkenal yang kini sedang bekerja sama dengan Angela sebagai model brand ambasador-nya. Tidak hanya itu, Samuel dan Angela diam-diam menjalin hubungan spesial sebagai sepasang kekasih di belakang Davian. Hal itu Angela lakukan karena merasa kesal dengan Davian yang selalu mengacuhkan dirinya.
Samuel bangkit dan menatap wajah Angela yang cantik tersebut, wajah yang selalu di idam-idamkan banyak kaum adam tersebut. Selain cantik Angela memiliki tubuh yang bagus bak gitar spanyol.
“Kau selalu berbuat seenaknya, Sam,” kata Angela yang masih kesal dengan sosok Samuel yang seolah dengan sengaja ingin menanam benih di rahimnya. Padahal tadi Samuel sudah berjanji dan akan berhati-hati saat melakukan hal itu karena memang keduanya sepakat tidak ingin menggunakan pengaman saat bercinta.
“Jadi kau benar-benar marah padaku?” tanya Samuel yang bertanya tanpa beban karena lelaki itu masih saja tersebut ketika berbicara.
“Entahlah, sekarang lebih baik kamu bangun karena aku ingin membersihkan diriku,” titah Angela dengan bibirnya yang masih saja cemberut dan berusaha mendorong tubuh Samuel agar segera menjauh darinya.
“Ayolah kita baru melakukannya beberapa kali dan sekarang kau ingin berhenti, heem?” Tangan Samuel bergerak membelai wajah Angela dengan sensual serta menampilkan senyum yang kalah manis dari Davian. Samuel masih enggan merubah posisinya saat ini. Karena posisi ini terasa sangat nyaman baginya.
“Kau sudah melanggar kesepakatan kita jadi untuk apa kita teruskan lagi?”
“Baiklah, aku minta maaf karena sudah melakukan kesalahan itu tapi bukankah jika kamu hamil kau bisa meminta pertanggungjawaban kepada Davian?”
Samuel yang awalnya menindih tubuh Angela kini bangkit dan duduk di tepi tempat tidur, hal itu pun juga di ikuti oleh Angela yang kini sudah duduk sejajar dengan Samuel.
“Tanggung jawab atas hal yang tidak seharusnya dia lakukan?” Samuel menganggukkan kepalanya.
“Jangan mimpi karena aku dan Davian tak pernah melakukan hubungan seintim ini denganmu atau pun bos gilamu itu!” Mata Angela tampak membulat dengan sempurna sambil mengikat rambutnya dan berjalan ke arah kamar mandi. Samuel tampak terkejut ketika melihat ekspresi Angela yang tampak serius saat mengatakannya. Selama ini lelaki itu mengira kalau ucapan Angela hanya sebuah angin lalu.
“Bagaimana mungkin Davian tidak tertarik menidurimu? Aku sendiri saja selalu tergoda melihat penampilanmu yang seksi itu.” Samuel mengikuti Angela yang kini sudah membasahi tubuhnya tersebut di bawah kucuran shower air hangat.
“Entah mungkin lelaki itu tidak normal atau memang tidak tertarik padaku,” kata Angela yang kesal setiap mengingat penolakan Davian yang enggan berbagi ranjang dengannya. Jangan kan untuk berbagi ranjang, melakukan cumbuan panas saja baru Davian lakukan kemarin dan nahasnya hal itu tertangkap basah di depan Indira hingga mereka tidak bisa melanjutkan aksinya. Padahal Angela merasa sangat senang karena sudah mendapatkan lampu hijau tersebut dari Davian.
“Biar ku tebak sepertinya dia memang lelaki yang tidak normal karena siapa pun pasti tergoda denganmu, Sayang. Ditambah servis mu yang selalu memuaskan ku,” bisik Samuel yang kini sudah bergabung dengan Angela di bawah kucuran shower sambil memeluk wanita itu.
“Benarkah?” tanya Angela setelah ia berbalik dan menatap wajah Samuel lalu membelainya. Kalau dipikir cinta Samuel kepada dirinya bisa dibilang tulus apalagi selama ini lelaki itu selalu ada untuknya. Jauh berbeda dengan Davian
“Ya tentu, kau itu wanita yang sempurna berbeda dari wanita lain yang selama ini aku temui, kau istimewa, Sayang.”
Samuel memang benar-benar sudah jatuh cinta dengan Angela tapi sayang wanita itu masih saja memilih Davian yang bisa dibilang juga sempurna karena memiliki segalanya yang bisa memenuhi hari tua Angela ketika wanita itu tidak lagi bekerja sebagai model. Dan hal itu terbukti ketika Samuel meminta Angela untuk mengakhiri hubungan mereka, wanita itu selalu berkilah kalau hubungan mereka sudah diatur oleh kedua orang tuanya bersama orang tua Davian.
“Aku mencintaimu, Sam,” ungkap Angela yang kini mencium bibir Samuel dan melumatnya. Lelaki itu membalas lumatan yang diberikan Angela tentunya dengan sangat lembut agar wanita itu tidak kembali marah padanya.
“Kalau begitu, menikahlah denganku. Aku janji setelah kita menikah, aku tidak akan mengecewakanmu,” kata Samuel di sela cumbuan mereka yang berubah semakin dalam dan panas.
“Aku mohon jangan membahas hal itu sekarang karena akan merusak suasana hatiku nanti,” balas Angela yang enggan berdebat dengan Samuel saat ini. Mereka pun melanjutkan aktivitas mandinya bersama dan tentunya melakukan hal yang selanjutnya harus dilakukan keduanya.
Sementara itu, Indira tengah sibuk menyiapkan makan malamnya dengan Davian karena laki-laki itu tadi bilang sepulang bekerja ingin kembali menginap di apartemennya. Walau Davian berpesan tidak usah repot menyiapkan segala sesuatunya tapi tetap saja Indira lakukan karena wanita itu merasa sudah kembali pulih.
“Ya semuanya sudah selesai, tinggal tunggu Davian datang,” seru Indira sambil melihat jam di dinding yang menunjukkan pukul enam sore. Dan benar saja baru saja Indira mengatakan hal itu, kini bel apartemennya sudah berbunyi. Indira segera berlari menuju pintu utama untuk membukakan pintu untuk kekasihnya tersebut.
“Kau sudah sampai? Ayo masuk, aku sudah menyiapkan makanan kesukaanmu di dalam,” kata Indira setelah berhasil melihat sosok Davian yang berdiri di hadapannya saat ini. Wanita itu langsung menarik tangan Davian agar segera masuk ke dalam bersamanya.
“Tunggu, aku punya sesuatu untukmu,” tahan Davian sambil menunjukkan bunket bunga berwarna merah muda dengan tangannya yang lain. Indira tersenyum bercampur haru karena perlakuan manis yang ditunjukkan Davian sore ini.
“Ini untukku?”
“Ya, tentu saja.” Davian menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Davian merasa sangat senang melihat senyuman yang terukir di wajah cantik Indira.
Indira meraih bunga itu lalu menghirup aromanya. Sebagai wanita, Indira tentu merasa sangat senang dan beruntung karena mendapatkan lelaki yang penuh perhatian serta romantis hingga wanita itu pun kini beralih memeluk tubuh Davian.
“Apa kau suka dengan hadiah yang kuberikan?”
“Aku sangat menyukainya terima kasih, Sayang.” Indira melepaskan pelukannya lalu menatap wajah tampan Davian.
“Syukurlah, aku senang jika kau senang tapi sekarang aku lapar jadi bolehkah kita makan sekarang?” canda Davian hingga keduanya terkekeh bersama.
“Tentu saja karena aku sudah masak semua makanan kesukaanmu jadi kau berhutang akan menghabisi semuanya,” kata Indira sambil meraih tangan Davian untuk segera ikut dengannya ke meja makan dimana semua makanan sudah di masaknya dengan penuh cinta untuk sang pujaan hati.