Dari tempatnya duduk Fahar meneliti pria yang sempat memandangnya dingin dan juga mengucapkan nada ancaman, kemudian beralih pada pria berambut cokelat berpakaian zirah perang yang berdiri di samping Alpha Mallory.
Bukan kah lambang yang ada di pakaian itu lambang pack Quirin? pikir Fahar.
Melalui jendela yang ada di ruang tamu dan juga cahaya yang cukup terang, dia bisa melihat ada puluhan warrior yang menjaga kediaman.
Posisi yang rendah di pack Quirin tidak mungkin bisa mengerahkan pasukan dengan begitu mudah, batin Fahar.
Tunggu sebentar, dokter itu memanggil Natasha dengan sebutan Luna. Itu artinya pria yang menatapku dingin itu adalah Alpha Lory, simpul Fahar.
Jadi, Natasha adalah mate dari Alpha Lory? batin Fahar merasa kecewa dengan fakta yang terjadi.
Seorang warrior berjalan masuk dengan langkah tegap, membungkuk hormat. "Lapor Alpha!" ucapnya sopan yang dibalas anggukan Alpha Mallory.
"Mohon maaf Luna dan Alpha di depan rumah ada dua orang wanita yang mengaku sebagai ibu dan nenek dari Luna. Mereka berdua bersikeras ingin masuk," lapor warrior.
"Dua orang wanita? Itu pasti mama dan nenekku," ucap Luna Xynerva sembari bangkit dan berjalan ke halaman rumah.
Terlihat puluhan pria berzirah menjaga halaman rumah dan tidak mengizinkan Zeline dan Khansa masuk. Begitu melihat Luna semua warrior membungkuk hormat.
"Luna, dua orang wanita yang mengaku sebagai keluarga Luna adalah mereka," lapor salah satu warrior.
"Mereka adalah mama dan nenekku. Mereka bukan orang jahat," jawab Luna Xynerva menjelaskan pandangannya tertuju pada Zeline dan Khansa yang berdiri berdampingan.
Para warrior menyingkir dan mempersilakan kedua wanita itu berjalan masuk. "Mohon maaf atas ketidak sopananan kami! Kami hanya menjalankan tugas dari Alpha untuk menjaga keselamatan Luna," ujar para warrior serempak membungkuk sebagai permintaan maaf.
"Baiklah, tidak masalah. Terima kasih karena menjaga keselamatan putri kami," sahut Zeline tersenyum maklum.
"Sepeda motornya biar kami yang mengurusnya," ucap warrior yang lain saat pandangan Zeline tertuju pada sepeda motor yang masih terparkir di jalan.
***
Setelah Zeline dan Khansa membersihkan diri dan mengganti pakaian kotor dengan pakaian yang bersih langsung menuju ke ruang tamu.
Mereka mengambil posisi duduk di sofa yang kosong.
"Tolong jelaskan apa yang terjadi selama nenek dan mama kamu berada di luar!" pinta Khansa selaku orang tua yang paling tua. Menatap cucunya dengan penuh tanda tanya.
"Kami baru saja menyelesaikan acara ulang tahun sederhana John di restoran seribu bunga. Ketika kami dalam perjalanan pulang ke rumah, kami diserang oleh sekumpulan vampir." Xynerva mengambil napas sebelum melanjutkan kalimatnya. "Jika saja Mall dan para pengawalnya tidak menolong kami, mungkin saja kami sudah ditangkap oleh mereka."
Zeline dan Khansa memeriksa kondisi putri mereka dengan teliti. Untunglah keadaan Xynerva tidak apa-apa hanya telapak tangannya saja yang sedikit merah.
"Lalu mengapa di rumah kita begitu banyak penjaga?" tanya Zeline mewakili pertanyaan Khansa.
"Tante dan bibi, aku yang meminta para pengawal untuk menjaga kediaman ini demi memastikan keselamatan Xynerva. Takutnya nanti ada serangan mendadak dari pemimpin altar," jelas Alpha Mallory.
"Kau pria yang telah menyelamatkan putri kami?" Pandangan Khansa dan Zeline tertuju pada Alpha Mallory yang kini membalas dengan senyuman tipis. Raut wajah pria itu juga sedikit hangat.
Lory, mereka adalah ibu dan nenek Luna Xynerva? Mereka walaupun sudah berumur tua, tapi masih kelihatan cantik. Ah, aku tahu mengapa Luna sangat cantik, karena kecantikannya menurun dari ibu dan neneknya, celoteh Jayce panjang lebar.
Iya, tentu saja menurun dari orang tua, sahut Alpha Mallory melalui pikiran.
"Perkenalkan namaku Mallory Osmond. Iya, aku yang menyelamatkan Nerva," balas Lory dengan nada sopan.
"Kami mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan kalian, Nak," ujar Zeline.
"Kami akan membalas utang budi ini," tambah Khansa.
Alpha Lory menggeleng. "Tidak perlu. Aku ikhlas menolong Nerva dan teman-temannya dari p*********n itu." Tentu saja itu sudah kewajiban Lory sebagai mate dari Xynerva, yaitu menjaga dan memastikan keselamatan Luna Xynerva.
"Kalau begitu sekali lagi terima kasih. Xynerva dimana dua temanmu yang lain Lily dan John? Mama tidak melihat mereka." Zeline baru menyadari jika kedua anak yang lain tidak ada di ruang tamu.
Sementara itu Anna Kalista sudah pamit pulang satu jam yang lalu untuk mengobati pasien yang sudah menunggu.
"Karena p*********n yang terjadi sore tadi mengakibatkan mereka berdua terluka. Sekarang mereka berada di dalam kamar tamu beristirahat setelah diobati oleh dokter Kalista." Ucapan Xynerva cukup membuat kedua wanita berbeda usia itu kaget.
"Apa penyerangnya yang kalian katakan menyerang kalian beberapa hari yang lalu?" Xynerva dan Fahar mengangguk sebagai jawaban.
"Beberapa hari yang lalu sekelompok vampir itu menyerang dalam jumlah yang kecil. Dan hari ini mereka membawa lebih banyak pasukan sehingga kami berempat berusaha menahan, tapi gagal karena kekuatan yang tidak sebanding," jelas Fahar panjang lebar. Jika saja jumlah para penjahat itu sedikit sekitar lima orang pasti sudah teratasi dan tidak perlu bantuan dari pria yang mengaku sebagai mate Natasha itu, batin Fahar sebal.
"Fahar, kau telah menjalankan tugas dengan baik. Dan keadaan lukamu bagaimana? Tante lihat pagi tadi belum sembuh."
Dasar pencari perhatian! mindlink Jayce kepada Alpha Mallory dengan nada sebal dan wajahnya merengut.
"Sudah diobati oleh dokter, Tante. Tante tidak perlu khawatir," jawab Fahar tersenyum.
Di ruang makan yang sederhana
Beberapa masakan telah dihidangkan di atas meja. Uap panas masih mengepul. Aroma nikmat masakan tercium di indra penciuman.
Fahar menyumpitkan beberapa potong udang sambal dan memasukkan ke dalam mangkuk Xynerva. "Makan yang banyak Natasha, supaya sehat," ujarnya sambil tersenyum manis. Xynerva mengangguk dan mengucapkan terima kasih.
Pria siluman itu! Selalu saja mencari perhatian Luna Xynerva! batin Jayce tidak suka.
Kita tidak boleh kalah dari pria itu, mindlink Jayce, sang serigala berbulu abu-abu.
Tidak mau kalah Alpha Mallory juga menyumpitkan potongan-potongan sayuran hijau dan memasukkannya ke dalam mangkuk Xynerva. "Nerva, harus banyak makan sayur juga biar kulit sehat," ucapnya perhatian. Xynerva mengucapkan terima kasih.
Melihat Alpha Mallory yang juga ikut-ikutan membuat Fahar tidak mau kalah.
Kedua pria itu tidak ada yang mau mengalah dan sampai membuat mangkuk makan Xynerva penuh oleh berbagai jenis masakan.
"Kalian berdua ini sungguh ingin membuatku gemuk ya?" tanya Xynerva menatap satu per satu pria itu yang duduk di samping kanan dan kirinya. Kedua pria itu saling bertatap sengit dan menunggu makanan dari siapa yang akan dimakan terlebih dahulu.
"Sudahlah, kalian berdua ini kenapa? Biarkan cucuku makan dengan tenang," ucap Khansa menengahi karena tampak dua pria yang sama-sama tampan itu seakan ingin berkelahi. Zeline kemudian mengajak Khansa kembali ke kamar dan menjelaskan biarkan saja itu adalah urusan anak-anak muda, orang dewasa tidak perlu ikut campur.
Mereka berdua membuatku dalam kondisi yang sulit. Jika aku makan makanan yang diambilkan salah satu dari mereka. Kedua pria itu akan ..... Ah, terserahlah, batin Xynerva berpikir.
Ini akan membuktikan siapa yang lebih berarti di dalam hati Natasha, batin Fahar menunggu dengan setia.
Lihat saja Luna Nerva akan memakan makanan aku ambilkan untuknya, pikir Alpha Mallory percaya diri.
Natasha pasti tidak akan memakan makanan darinya. Beberapa hari yang lalu Natasha saja menghindar dari pria sok keren dan kaya itu, batin Fahar.
***