Chapter 75 - Sick

230 Kata
"Rasanya lebih sakit dari yang sebelumnya," ringisnya kesakitan. Beberapa tetes air mata mengalir dari sudut mata cokelatnya. Suara ringisannya membuat Alpha Lory terbangun. Pria tampan itu mengusap kedua matanya dan sedikit merenggangkan tubuhnya yang kaku karena tidur di kursi. "Nerva, kau sudah sadar? Bagaimana perasaanmu sekarang?" tanya Alpha Lory menatap sang belahan jiwa dengan tatapan lembut. Dalam hati dia merasa sangat senang. "Perutku sakit sekali," sahut Luna Xynerva meringis kesakitan. Xynerva sudah mengingat dengan jelas wanita yang berani melukainya tersebut sehingga harus dibawa ke ruang pengobatan. Suatu saat nanti setelah dia sembuh, Xynerva pasti akan membalaskan dendamnya itu. Alpha Lory yang melihat sang gadis kesakitan, ikut merasakan, dia sangat sedih. Kalau bisa pindahkan saja semua rasa sakitnya pada dia saja. Belahan jiwanya yang tak bersalah, mengapa harus jadi korban? "Nerva, tahan sebentar ya sakitnya. Kau pasti akan segera sembuh." Alpha Lory memeluk kekasih hatinya pelan, lalu beberapa saat kemudian mengurainya. Jari tangannya bergerak menghapus tetesan air mata Luna Xynerva di bawah matanya. Aroma harum mangga mengurai di udara, Alpha Lory selalu menyukai aroma harum belahan jiwanya tersebut. Aroma itu selalu membuatnya tenang dan nyaman. Dokter Anna datang memeriksa keadaan Luna Xynerva. Alpha Lory langsung bertanya bagaimana kondisi Xynerva. Anna mengatakan jika Luna Nerva keadaannya sudah lebih baik dari yang sebelumnya dan mengatakan harus banyak istirahat. Seorang pelayan wanita membawakan nampan yang berisi makanan semangkuk bubur ayam dan segelas air putih.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN