Wanita itu adalah pelayan yang diperintahkan melayani Luna Xynerva. "Alpha saya letakkan nampan di atas meja. Saya permisi." Setelah meletakkan nampan, wanita itu berlalu keluar ruangan.
"Ayo makan dulu, Nerva." Alpha Lory mengambil mangkuk berisi bubur ayam dan juga sendok. Udara panas mengepul keluar.
"Baiklah, aku juga lapar," sahut Luna Xynerva jujur. Perutnya berbunyi nyaring seakan ikut menyahut.
Alpha Lory membantu Luna Xynerva untuk duduk, lalu menyendok bubur dan meniupnya supaya dingin. Dia kemudian menyuapi Xynerva dengan penuh perhatian. Siapa pun bisa melihat jika pria itu sangat mencintainya.
Alpha Lory mengambil segelas air dari nampan dan membantu Xynerva untuk minum. "Pelan-pelan, Nerva. Jangan sampai tersedak," ujar pria itu.
Dia sangat perhatian, batin Xynerva. Posisi mereka begitu dekat. Gadis itu mengamati wajah Alpha Lory yang sangat tampan. Sang pencipta menciptakan makhluk yang begitu sempurna.
Tanpa disadari keduanya, ada seseorang yang melihat kemesraan mereka. Dia mengintip di balik jendela yang terbuka. Fahar menggunakan ramuan agar aroma tubuhnya tak tercium oleh bangsa werewolf. Orang itu kemudian berjalan pergi tanpa jejak.
Setelah berjalan jauh, Fahar memutuskan untuk beristirahat di bawah salah satu pohon yang ada. Hatinya terasa sakit ketika melihat gadis yang disukainya bersama dengan pria yang lain posisi dekat pula. Daun-daun pohon jatuh berguguran di atas tanah seakan mengungkapkan bagaimana perasaan Fahar saat ini.