Chapter 30 - Dream 2

1137 Kata
Chunyi Yi nyaris putus asa saat dia beberapa kali mencoba untuk mencari jalan keluar, tapi dia tetap saja kembali ke tempat yang sama. Hutan seolah tidak mengizinkan Yi untuk pergi. Tentu saja hal itu membuat gadis itu sakit kepala. "Tolong, biarkan aku pergi. Lain kali aku janji akan membawakan makanan yang enak untuk kalian," ujarnya. Dia mengira ada seseorang yang sengaja menguncinya di dalam sebuah ruangan yang tidak kasat mata, itu tidak sepenuhnya salah. Hanya saja hutan tidak menginginkan makanan enak dari Chunyu Yi. Tiba-tiba dari arah belakang muncul getaran dalam skala kecil. Tubuh Yi ikut bergoyang. Tidak ada pohon yang bisa dijadikan tempat untuk berlindung. "Jangan bilang kalau mau terjadi gempa?" Bertambahlah kesusahan gadis itu. Dia penasaran apa yang terjadi, lantas menoleh ke arah belakang. Dia mundur beberapa langkah ke belakang. Dari dalam tanah cokelat kehitaman perlahan-lahan muncul tanaman berwarna hijau tua yang memiliki daun hijau. Tanaman itu hanya satu, tapi sepuluh tanaman. Semakin lama semakin tinggi dan ke atas, dan terakhir tumbuh buah berbentuk bulat berwarna kuning bintik-bintik hitam. Duri-duri hijau tumbuh di sepanjang batangnya. Mata biru Yi melebar dan tubuhnya bergetar hebat. "I-itu tanaman apa?" ujarnya tergagap. Dia tidak pernah merasa secemas ini. Buah itu terbelah menjadi dua dan tampaklah isi dalamnya yaitu deretan gigi-gigi runcing yang tajam dan lidah yang terjulur keluar bersamaan dengan cairan lendir yang jatuh menetes di atas tanah. Tanaman-tanaman aneh itu menggerakkan kepalanya ke depan hendak menggigit Chunyu Yi yang berjarak beberapa meter. Gadis itu spontan menjerit, dia betul-betul tidak menyangka tanaman itu adalah tanaman karnivora yang pernah dikatakan oleh ayahnya. Aku harus lari! Tanaman itu tidak boleh menangkapku! pikir Chunyu Yi berulang-ulang. Yi berlari tidak tentu arah, dari arah belakang tanaman karnivora seratus persen telah keluar dari dalam tanah mengejar mangsanya. Untung saja jalan setapak tanah yanh dilewati tidak ada batu kerikil. Lagi-lagi Yi dibuat terkejut karena tanaman itu bisa berlari seperti seorang manusia. "Aku punya dosa apa sehingga tanaman pun ingin memangsaku?" "Ah, tanaman itu berhasil melukai kulitku," ringisnya kesakitan, cairan merah merembes membasahi hanfu merah muda yang dipakainya di bagian punggung. Mencium aroma darah yang segar membuat tanaman karnivora semakin bersemangat dan agresif mengejar mangsanya. Rambutnya yang semula rapi dan tertata kini bentuknya sudah acak-acakan. Sudahlah Yi tidak ingin memikirkan hal itu. Yang dia pikirkan sekarang adalah bagaimana caranya agar bisa selamat dari kejaran tanaman karnivora. Walaupun rasa sakit selalu mendera ketika dia berlari dan memperbanyak darah yang keluar, tapi Yi harus tetap berlari. Dia tidak melihat seorang pun yang lewat untuk dimintai pertolongan. Sudah lebih dari empat puluh lima menit aksi kejar-kejaran itu. Napas Yi terengah-rengah dan detak jantung menggila. Keringat membanjiri tubuhnya. Kapan aku bisa berhenti berlari dan beristirahat sejenak saja? batin Yi. Sungguh dia tidak tahan lagi. Langkah larinya semakin lambat dan pada akhirnya jatuh tersungkur di atas tanah. Debu-debu berterbangan di udara. Tanaman karnivora bersorak gembira karena mendapatkan makanan yang lebih dari cukup untuk makan malam nanti. Tidak sia-sia menghabiskan seperempat dari cadangan energinya untuk mengejar gadis muda itu. ************************************ Malam telah kembali lagi, Dewi Bulan memandangi kehidupan di muka planet dengan wajah yang ceria. Dia tidak pernah memilih siapa yang harus disinari dan adil pada semua makhluk. Di dalam ruangan yang lumayan luas. Semua sisi dinding dan lantai terbuat dari batu. Di sudut-sudut ruangan ada lilin-lilin putih yang menjadi penerang. Ada beberapa tanaman karnivora yang melingkar mengelilingi Chunyu Yi yang diletakkan di atas meja kayu berbentuk bulat. "Kau tidak boleh melakukan hal ini!" Dari arah belakang seorang makhluk berkata dengan nada tegas. Para anggota tanaman karnivora dan sang pemimpin dari suku tanaman karnivora yang telah merubah wujud ke wujud manusia serempak menoleh ke sumber suara itu berasal. "Kau tidak perlu ikut campur ini adalah urusan internal suku tanaman karnivora!" Rec berkata dengan nada tidak kalah tegas, matanya menatap tajam dan kesal atas tingkah laku pemimpin suku Ianda. Rec adalah pemimpin suku tanaman karnivora. "Tentu saja aku harus ikut campur! Karena ini menyangkut kehidupan seseorang yang bernyawa!" Makhluk yang wujud aslinya berbulu putih dan hitam itu menatap lawannya tidak kalah tajam. "Berani sekali kau! Kami tidak pernah ikut campur atas masalah kalian kenapa kalian ikut campur urusan kami?" Putra dari Arec ikut berbicara seraya mengacungkan jari menunjuk pemimpin suku Ianda, dia merasa terganggu karena seharusnya dia sudah bisa menikmati daging segar itu. "Jangan katakan aku tidak memperingatimu Tan! Aku perintahkan kau pergi dari kediaman suku tanaman karnivora! Dan aku anggap kau tidak pernah melakukan kekacauan dan aku akan membagikan separuh dari daging yang aku dapatkan." Arec memberikan pilihan pada Tan dan berusaha supaya masalah tidak menjadi lebih besar. Jika saja itu adalah hal lain bukan menyangkut kehidupan seseorang yang bernyawa, Tan mungkin saja akan menerima penawaran itu. Dengan tegas Tan menolak penawaran itu mentah-mentah. Tan memerintahkan beberapa orang anggota suku Ianda wanita dan pria membawa Chunyu Yi dalam posisi tidak sadarkan diri ke tempat yang aman. Suku tanaman karnivora tidak terima hasil tangkapan mereka yang didapat dengan susah payah diambil oleh suku Ianda dengan lancang dan tanpa izin. Ruangan yang semula rapi dan bersih menjadi tempat perkelahian dua suku kelompok. Cairan merah membasahi ruangan dapur dan bahkan sampai keluar kediaman suku tanaman karnivora. "Kau kenapa rela bertarung dengan suku tanaman karnivora untuk mempertahankan manusia yang tidak berguna itu?" Di sela-sela pertarungan Arec bertanya dengan heran. "Kau tidak perlu tahu!" jawab Tan mencoba melukai bahu Arec dengan senjata bambu yang diujungnya runcing, tapi pria itu berhasil menghindar. Di sisi lain, anggota suku Ianda yang diperintahkan membawa Chunyu Yi sedang di dalam perjalanan keluar dari hutan Luduan. Empat orang perempuan termasuk Chunyu Yi berada di dalam kereta kuda. Lima orang pria mengendarai kuda dan satu orang mengendalikan kereta kuda. Dari kejauhan Anak kepala suku melihat sekelompok anggota suku tanaman karnivora yang menaiki kuda jantan mengikuti mereka. Ini tidak bisa dibiarkan, batin Jin. "Bawa gadis muda ini ke tempat aman, biarkan aku dan Dugu yang akan menghalangi mereka!" perintah anak dari Tan kepada anggota kelompok Ianda sembari menghentikan laju kudanya dan turun dari kuda. Semua pria dari suku Ianda menghentikan laju kuda dan turun dari mereka kuda. "Tapi anak Kepala Suku, bagaimana jika kau nanti terluka?" tanya salah seorang bawahan. "Aku dan Dugu pasti akan mengatasi mereka, gadis muda itu yang lebih penting, jangan sampai menunda pengobatannya!" jawab Jin tanpa bisa dibantah lagi. "Baiklah, anak Kepala Suku akan kami laksanakan! Mohon jaga diri baik-baik!" Setelah mengatakan itu tiga orang pria menaiki kuda dan satu orang kembali mengendalikan kereta kuda. Meninggalkan Jin dan Dugu berdua. Di dalam kereta Nuan mengkhawatirkan keadaan gadis yang tengah terluka itu. "Bibirnya pucat dan tubuhnya panas! Dia harus segera diobati!" "Baijie, pacu lebih cepat kereta kudanya!" teriak Su Heng panik. "Baiklah!" Baijie memukulkan cemeti lebih keras pada kuda sehingga kereta kuda bergerak lebih cepat dari yang sebelumnya. ***********************************
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN