"Kau benar Xynerva, aku adalah salah satu makhluk immortal." Alpha Mallory berbalik dan berjalan pelan.
Dia sungguh makhluk immortal? batin Xynerva menatap punggung Alpha Mallory.
"Aku tidak percaya," sahut Xynerva beberapa saat kemudian.
Alpha Lory berbalik, tersenyum lembut. "Kau bisa melihat wujud yang lain dariku. Dan aku berharap kau takut tidak akan takut."
Xynerva mengangguk mengiakan. "Iya, aku tidak akan takut."
"Tunggulah di sini sebentar," pinta Alpha Mallory. Pria itu berjalan menuju salah satu pohon besar yang ada.
Ini saatnya kita menunjukkan wujud kita yang sebenarnya. Dan tidak ditutup-tutupi lagi karena cepat atau pun lambat Luna Nerva akan mengetahui segalanya. mindlink Alpha Mallory.
Selang beberapa saat kemudian terdengar suara retakan tulang yang membuat Xynerva yang masih berada di posisi yang sama terheran-heran.
"Itu bunyi seperti ada benda yang jatuh berkeping-keping? Kira-kira itu suara apa?" tanya Xynerva mengerutkan dahinya bingung mencari asal sumber suara yang rupanya berasal dari tempat Alpha Mallory bersembunyi.
"Apa yang telah terjadi di sana?" ujar Xynerva.
Alpha Lory yang telah berubah wujud menjadi serigala keluar dari balik pohon berjalan menghampiri Luna Xynerva.
Jayce menggosok bulu-bulu halus dan lembut di kaki Xynerva.
Xynerva melihat ke arah bawah dan menemukan sosok makhluk berbulu lebat yang tengah menatapnya dengan mata bulat abu-abu yang indah. Gadis itu berjongkok dan menatap serigala yang muncul tiba-tiba itu dengan mengernyitkan dahi.
"Hei hewan berbulu? Kau muncul dari mana? Sepertinya ada hewan peliharaan yang terlepas dari kandang." Perkataan Luna Nerva membuat Alpha Lory dan Jayce tertawa geli.
"Aku adalah Jayce. Sosok lain dari Alpha Lory," ucap serigala besar itu.
"Jayce? Wujud lain dari Mall maksudmu?" tanya Xynerva. Gadis itu tidak terkejut karena hewan bisa berbicara karena di tempatnya tinggal beberapa hewan-hewan memang bisa bicara.
"Betul sekali, Xynerva. Apa kau takut padaku?" Pertanyaan yang dilontarkan Jayce dijawab gelengan oleh Xynerva.
"Aku merasa kau adalah serigala yang baik. Sebelumnya aku juga pernah bertemu dengan rombongan serigala berbulu hitam bermata merah yang jahat, serigala itu membuatku terluka."
"Berarti kalian adalah manusia serigala atau disebut juga werewolf?" Jayce mengangguk mengiakan. Xynerva juga sempat membaca sedikit tentang makhluk immortal yang bernama werewolf, manusia yang bisa berubah wujud menjadi serigala.
Xynerva mengusap bulu-bulu halus dan lembut milik Jayce. Serigala gembul dan kuat itu begitu menikmati elusan lembut dari sang gadis. Xynerva sebenarnya gadis yang menyukai hewan-hewan jadi tidak heran jika dia juga menyukai Jayce dalam wujud serigala berbulu abu-abu.
"Aku yakin kau pasti rajin merawat bulu-bulumu ya? Bulu-bulumu yang tebal, lembut , dan hangat ini bisa dijadikan mantel yang hangat ketika musim dingin," ucap Xynerva sedikit bercanda.
Jayce spontan membuka kelopak matanya yang semula terpejam ketika mendengar perkataan sang mate. "Xynerva ingin mencukur buluku untuk dibuat mantel?" tanya Jayce mengerjap-ngerjapkan mata bulatnya.
Apa orang lain pernah mendengar perkataan belahan jiwa yang ingin mencukur bulu wujud serigala? ujar Alpha Lory dengan nada bertanya.
Dengan mata polos Xynerva mengangguk. "Iya, kalau boleh aku akan mencukur bulumu sampai habis untuk dibuat mantel." Dalam hati Xynerva tertawa ngakak berhasil mempermainkan serigala gembul itu. Yang berhasil membuatnya gemas.
Untuk beberapa saat mereka dalam keheningan, sedang berada di pikiran masing-masing.
"Tidak masalah jika Xynerva ingin mencukur buluku sampai habis," ucap Jayce pasrah.
Astaga kau bisa juga pasrah, Jayce? Aku pikir kau serigala yang menjengkelkan saja. Biasanya kau tidak mengizinkan siapa pun untuk menyentuh bulumu itu apalagi mencukurnya, ucap Alpha Mallory lalu tertawa ngakak.
Diam kau, Lory! Kau pun sama apa pun permintaan Luna, kau tak bisa menolaknya. Biar pun buluku yang cantik dicukur habis juga tidak apa demi kebahagiaan Luna Xynerva, jawab Jayce.
"Kau sama sekali tidak menolak, Jayce?" tanya Xynerva tidak percaya.
"Tidak Xynerva."
"Aku tidak sungguh-sungguh ingin mencukur bulumu sampai habis, Jayce. Karena pasti serigala akan terlihat sangat lucu saat gundul dan juga kau akan kedinginan ketika musim dingin nanti."
"Aku pikir ....Sudahlah, aku ingin mengatakan suatu hal yang sangat penting," ucap Jayce, lalu berjalan bersembunyi di balik batang pohon.
Alpha Lory mengambil alih kembali tubuhnya setelah beberapa jam dikendalikan oleh Jayce. Jayce cukup merasa senang karena sang mate menyukainya.
"Nerva?" panggil Alpha Mallory pada Xynerva yang sedang mengurutkan daun-daun yang gugur sesuai ukuran daunnya di atas meja kayu. Gadis cantik itu menoleh menatap Alpha Mallory yang duduk di sampingnya.
"Ada hal penting yang harus aku katakan padamu. Dan aku harap kau bisa menerimanya." Alpha Mallory mengambil napas sebelum melanjutkan. "Nerva, kau 'kan sudah mengetahui jika aku adalah werewolf atau manusia serigala. Dan kau juga sudah melihat Jayce, wujud serigalaku."
.
"Serigala gembul berbulu halus dan hangat itu?" ucap Xynerva yang dibalas anggukan singkat Alpha Mallory.
"Aku tahu kau pasti bingung mengapa mereka memanggilku dengan sebutan Alpha? Alpha artinya pemimpin dari suatu pack. Nama pack kita ini namanya pack Quirin. Dan kau adalah mateku yang otomatis kau adalah Luna dari pack ini."
"Mate itu apa? Aku hanya tahu Alpha itu merupakan salah satu lambang yang ada di mata pelajaran kimia," jawab Xynerva jujur. Dia belum sempat sempat membaca semua buku mengenai hal-hal itu.
Alpha Mallory lagi-lagi tersenyum karena ucapan sang mate yang jujur. "Mate itu artinya pasangan atau belahan jiwa. Setiap werewolf yang lahir di dunia akan memiliki mate yang dipilihkan oleh Moon Goddes."
Alpha Lory berjongkok, lalu memegang tangan Xynerva. "Aku mencintaimu Nerva. Aku berharap kau menerimaku sebagai pasanganmu."
"Tapi aku tidak mencintaimu, Mall. Aku juga tidak bisa .... Aku hanya menganggapmu sebagai temanku saja." Xynerva menatap pria yang masih berjongkok, Xynerva menarik tangannya.
Alpha Lory menghela napas kecewa. Dia kemudian berusaha untuk tersenyum walaupun hatinya merasa sedih karena matenya secara tidak langsung menolaknya. "Tidak apa jika sekarang kau belum mencintaiku. Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku pelan-pelan," ujarnya, lalu berjalan meninggalkan Xynerva tanpa menunggu respon dari gadis itu.
Xynerva menatap punggung Alpha Lory dengan pandangan bersalah. "Maafkan aku, Mall! Tapi aku tidak mencintaimu, aku hanya menganggap kau sebagai temanku saja tidak lebih." Xynerva tahu bagaimana dengan perasaan pria itu sekarang, tapi apa yang bisa diperbuat Xynerva. Dia tidak mungkin berkata bohong demi menyenangkan hati orang lain, karena apa kebohongan seperti itu tidak lama akan tercium juga. Dan akan membuat orang yang dibohongi merasa kecewa dan lebih sakit. Serta membangun hubungan asrama itu harus berdasarkan kejujuran bukan kebohongan.
"Sekali lagi maafkan aku, Mall. Aku harap kau tidak marah padaku," ucap Xynerva.
Beruntung di taman belakang tidak ada para bawahan Mallory yang mendengar. Jika tidak maka akan dipastikan dengan nyawa, image Alpha Lory sebagai pemimpin akan hancur berkeping-keping. Semua pasangan pemimpin sebelumnya berasal dari golongan makhluk yang sama yaitu werewolf. Oleh karena itu, lebih mudah. Karena ini baru pertama kali Alpha pack Quirin ditolak secara tidak langsung oleh sang mate.
Jika saja Luna Nerva juga makhluk seperti kita maka semuanya akan lebih mudah, mindlink Alpha Mallory. Pria itu berada di dalam ruang kamarnya untuk menenangkan pikirannya yang kacau dan berantakan.
Karena apa? Pasangan yang sama-sama werewolf akan saling terhubung. Rata-rata ketika werewolf bertemu dengan belahan hati akan langsung jatuh cinta pada pandangan yang pertama. Sepertinya pasangan seorang manusia lebih sulit. Dan Lory dan Jayce harus berjuang sekuat tenaga untuk mendapatkan cinta sang luna.
Tapi paling tidak, Luna Xynerva tidak membenci kaum werewolf. Karena dari yang aku tahu kaum manusia memandang rendah kaum lain, mindlink Jayce berusaha mengambil sisi posisi dari Xynerva.
Alpha Lory mengambil manisan persik mengunyahnya pelan.
Iya, kau benar Jayce. Itu artinya kita punya peluang walaupun kecil, jawab Alpha Lory.
Walaupun peluangnya kecil, layak untuk kita coba, sahut Jayce.
***