Pandangan mata Alpha Lory mulai mengaburkan dan rasa sakit menderita kepalanya. Sepertinya racun bisa ular yang mematuk nya mulai bereaksi di dalam tubuhnya. Beberapa saat kemudian Alpha Lory sudah jatuh tergeletak pingsan.
Sisi serigala Beta Darren keluar dan mencakar semua ular-ular yang menghalanginya. Cakarnya yang putih bersih kini ternodai oleh darah ular. Bisa Taren(sisi serigala Daren) tekanan yang begitu kuat menerpa tubuhnya seolah merobek kulit dan dagingnya, tapi dia tetap bertahan. Taren membawa Alpha Lory
Taren, kau harus bertahan. Kita harus membawa Alpha Lory ke tempat yang aman, pinta Beta Darren pada sisi serigalanya itu.
Baiklah, aku akan bertahan, jawab Taren. Taren membawa Alpha Lory di punggungnya.
Beta Darren memberikan kode pada warrior untuk membantu membuka jalan yang akan dilewati. Setelah berjalan cukup jauh dari sarang ular, Taren merubah wujud menjadi Darren kembali.
Taren, kau tidak apa-apa? tanya Darren melihat sisi serigalanya tampak lemas dan luka-luka di tubuhnya.
Aku tidak apa-apa. Percepat langkahmu Darren, temukan tempat istirahat, ucap Taren, lalu dia masuk ke dalam ruang khusus untuk pemulihan.
Hari sudah menjelang malam ketika mereka menemukan sebuah pondok kecil. Ada beberapa lampu yang tergantung di dindingnya. Rumah kecil itu begitu sederhana dan cukup terawat.
Beta Darren meminta salah satu warrior untuk menggandeng Alpha Lory yang masih belum sadarkan diri. Darren melangkah mengetuk pintu. Berharap ada orang yang tinggal di dalamnya.