Rombongan ular berbagai jenis datang menyerang mereka secara tiba-tiba. Seakan menyiratkan Alpha Lory dan rombongan tak boleh masuk lebih dalam.
"Alpha bagaimana ini? Ular-ular ini seakan tak habis-habis!" seru Beta Darren yang mulai jengah.
"Yang dikatakan Beta betul Alpha. Beberapa prajurit ada yang terkena patukannya," tambah salah seorang warrior.
"Teruslah menyerang mereka! Jangan sampai lengah! Dan kau bawa warrior yang terluka ke tempat yang aman, " perintah Alpha Lory.
"Baik Alpha!"
Sebenarnya ada berapa banyak pasukan ular yang menjaga? Mereka seakan ada jutaan, batin Alpha Lory mengeluh. Keringat membanjiri tubuhnya.
Jika begini terus kapan aku akan cepat sampai ke tujuanku? Ular-ular sialan itu benar-benar menghambatku, pikir Alpha Lory kesal.
Biarkan aku keluar Lory. Aku bisa mencakar ular-ular yang menganggu perjalanan kita, jawab Jayce melalui mindlink.
Kau lupa yang dikatakan oleh dokter Anna? Jika kita tak bisa merubah wujud ke bentuk serigala jika berada di hutan Bintang? sahut Alpha Lory.
Hutan ini benar-benar merepotkan, ujar Jayce ikutan kesal. Karena hal itu dia tak bisa mengasah ketajaman kuku-kukunya yang cantik.
Di dalam hutan Bintang ada semua bahan-bahan yang dibutuhkan untuk pengobatan Luna. Alasan mengapa Alpha Lory ke hutan Bintang mengambil resiko sebesar ini karena bahan-bahan itu tak ada di hutan lain. Hutan Bintang sudah terkenal sejak dulu dihuni makhluk-makhluk yang buas dan berbisa. Tak banyak orang yang datang ke sini karena takut. Palingan hanya orang-orang yang berani dan punya kekuatan yang cukup besar.
Jayce, pikirkan sebuah ide untuk mengusir ular-ular ini! pinta sisi manusianya sambil terus menghindar dan menyerang ular-ular berwarna-warni yang terus saja berdatangan.
Baik, baiklah aku sedang memikirkan caranya, sahut Jayce dari dalam pikirannya.
Alpha Lory menahan rasa sakit ketika ular berbisa berhasil mematuk tangannya. Tangannya mengeluarkan cairan merah segar. Beta Darren terkejut dan panik saat melihat sangat alpha terluka. Darren ingin membantu Lory, tapi keadaan tak memungkinkan. Ular-ular jahat menghalangi langkahnya untuk menghampiri Alpha Lory.
"Alpha, tanganmu berdarah!" teriak Beta Darren. Wajahnya panik sekali.