Alpha Lory dengan mudah melayangkan pukulan tepat di perut penyerang. Penyerang itu terlempar jauh menabrak pohon. Merasa kalah jumlah para penyerang yang tersisa melarikan diri ketakutan ke dalam hutan.
"Alpha, apa perlu aku mengejar mereka untuk meminta keterangan?" tanya Beta Darren pada Alpha Lory.
Alpha Lory mengangkat tangannya. "Tidak perlu! Biarkan saja mereka pergi! Tujuan kita bukanlah untuk melakukan pertarungan. Sebaiknya kita pergi sekarang, karena aku yakin mereka pasti akan membawa pasukan lebih banyak lagi!"
Alpha Lory mengambil napas sebelum melanjutkan kalimatnya. "Dan hal itu akan menunda perjalanan kita."
Beta Darren mengangguk mengerti. "Baiklah, Alpha sesuai keinginan anda. "
Setelah dirasa cukup istirahat rombongan Alpha Lory melanjutkan perjalanan ke tujuan.
"Alpha, di depan adalah hutan Bintang, " ujar Beta Darren menunjuk ke arah depan yang dipenuhi pepohonan yang rimbun dan lebat.
"Kita sudah dekat tujuan. Kalian semua ingat harus berhati-hati!" peringat Alpha Lory yang dijawab kompak para bawahan.
Rombongan masuk ke dalam hutan lebih dalam. Suara daun-daun terinjak dan langkah kaki membuat hewan-hewan waspada dan beberapa berlari bersembunyi. Kuda yang dikendarai Alpha Lory meringkik dan mengangkat kedua kakinya ketika ada seekor ular mematuk kakinya.
"Ada apa Benzo?" Lory menyentuh leher kuda miliknya berusaha untuk menenangkannya si kuda putih yang masih saja meringkik.
Alpha Lory melompat turun dari punggung kuda begitu juga dengan Beta Darren.
"Aku akan lihat apa yang salah pada Benzo."
Alpha Lory melihat dengan teliti dan menemukan bekas luka patukan yang berdarah. Dia langsung membebat kaki kanan Benzo yang terluka menggunakan kain lembut. Kuda putih itu tumbuh besar bersama Alpha Lory. Benzo juga kuda pemberian ayahnya. Oleh karena itu dia sangat menyayangi Benzo. Alpha Lory menuntun kuda putih ke tempat yang lebih aman sambil terus menyerang makhluk-makhluk melatah yang terus berdatangan.
"Alpha di belakangmu ular!" jerit Beta Darren. Lory segera menarik pedang dari sarung dan menyerang ular kuning berukuran besar tersebut yang hampir saja mematuk leher Alpha Lory pemimpin pack Quirin.