“Aku tidak peduli apa yang akan kamu katakan, yang aku butuhkan hanya kamu dapat mengingatku malam itu, dan hal-hal lainnya tidak aku pedulikan,” ucap Andre dengan sombong.
“Dasar bermuka tebal dan tak tahu malu!” ucap Angel memelototi Andre dan memarahinya lalu pergi. Baru saja hendak pergi, dia ditarik kembali oleh Andre, kali ini dia meronta dari tangan Andre dengan keras.
“Andre, apa yang kamu lakukan?” tanya Angel. Pada saat bersamaan, Lilac kembali setelah membeli makanan untuknya dan melihat bahwa dia ditarik oleh Andre, pria itu segera berlari dan mengusir Andre untuk pergi.
“Andre, aku sudah memperingatkanmu agar tidak mendekati Angel lagi, apakah kamu menganggap kata-kataku sebagai angin lalu di telingamu?” ucap Lilac. Andre menatapnya santai dengan seringai.
“Peringatan itu? Menurutmu apakah aku akan takut, seperti yang kamu katakan aku menganggap kata-katamu seperti angin yang melewati telingaku, jadi aku tidak peduli,” ucap Andre.
Lilac mencoba untuk memukul Andre tetapi dihentikan oleh kekasihnya. Angel meraih tangannya dan menggelengkan kepala. Andre tersenyum kecut dan mendekati Angel kemudian berbisik.
“Kita akan bertemu lagi, aku pasti akan mengejarmu,” bisik Andre. Setelah mengatakan itu dia meninggalkan mereka. Kedua sejoli itu juga kembali ke hotel, Lilac mengambil pakaiannya dan mengatakan sesuatu pada kekasihnya.
“Aku mandi duluan dan menyalakan air panas untukmu,” ucap Lilac. Angel mengangguk di tempat tidur sambil bermain handphone. Tiba-tiba Richard memanggilnya, dia segera bangkit dan pergi ke balkon untuk berbicara.
“Halo, apakah kamu sudah menyelidikinya?” tanya Angel.
“Benar, aku telah menyelidikinya, memang benar seperti yang kamu duga Andre dan Andy bersekongkol. Andy menjual semua saham yang dimilikinya kepada Andre dan mengambil uangnya untuk tinggal di luar negeri bersama istri dan anak-anaknya,” ucap Richard.
“Jadi dapatkah kamu menyelidiki berapa banyak saham yang saat ini ada di tangan Andre?” tanya Angel.
“Dia saat ini memegang 45% saham Lilac General Corporation, dia memiliki jumlah saham yang sama dengan Lilac. Aku pikir dia akan mencoba mencari cara untuk membeli sisa 1% saham untuk mengambil alih Lilac General Corporation,” jelas Richard.
“Terima kasih, iya baiklah” ucap Angel. Richard memiliki sedikit rasa rindu di dalam hatinya.
“Angel, apa yang mau kamu lakukan selanjutnya?” tanya Richard.
“Aku pasti tidak akan membiarkan dia mendapatkan apa yang diinginkannya,” ucapnya dengan suara yang teguh dan agak marah.
Lilac selesai mandi dan mengambil handuk untuk mengeringkan rambutnya sambil menyekanya.
“Angel, kamu baru saja ngobrol dengan siapa?” tanya Lilac. Angel melihat ke depan dan ke belakang mencari jawaban.
“Ini aku ... Vincent, dia menelepon aku,” ucap Angel dengan cepat.
“Mengapa dia tiba-tiba meneleponmu, ada apa?” tanya Lilac.
“Tidak ada, dia tadi tanya padaku kita pergi berlibur ke mana,” ucap Angel berbohong.
***
Selama beberapa hari ini mereka berdua dengan senang hati bermain bersama, berkeliling Pulau Bali berdua. Mereka menghabiskan lebih dari seminggu bersama dan kemudian kembali ke Kota Z.
Di pesawat Lilac melihat wajahnya sangat aneh membuatnya khawatir.
“Angel, ada apa denganmu, apakah kamu merasa tidak sehat?” tanya Lilac. Angel tampak terkejut ketika mendengar Lilac menanyakan itu. Angel dengan cepat menoleh dan mengangkat alisnya dengan wajah bingung.
“Hah, aku? Ada apa memangnya?” tanya Angel balik.
“Lalu mengapa kamu tampak seperti orang yang kebingungan?” tanya Lilac.
“Mungkin karena aku lelah,” ucap Angel singkat. Lilac tidak mengiyakan kata-kata itu tetapi langsung menariknya, sehingga Angel bersandar di bahunya.
“Tidurlah,” ucap Lilac. Angel dengan lembut menyandarkan kepalanya ke bahunya, tetapi dia tetap tidak bisa tidur. Namun, ketika dia berada di sampingnya dia merasa sangat aman dan tenang.
Keesokan harinya, Lilac memanggilnya agar bangun untuk berangkat kerja bersama, tapi kini dia masih tidur.
“Hari ini kamu pergi bekerja sendiri ya, aku sedikit lelah dan tidak mau ke mana-mana dulu,” ucap Angel. Begitu mendengarnya dia lelah, Lilac langsung menyentuh tangannya dan dahinya.
“Apakah kamu sakit, atau bagaimana kalau aku membawamu ke rumah sakit,” ucap Lilac tampak khawatir.
“Tidak perlu, tidak apa-apa. Aku tidur saja,” ucap Angel menggelengkan kepalanya dan menolak untuk pergi ke rumah sakit. Lilac mengangguk ringan dan menutupinya dengan selimut kemudian pergi bekerja.
Setelah Lilac berangkat bekerja, sekarang Angel bisa tidur sebentar. Tiba-tiba teleponnya berdering, dia membuka matanya untuk mengangkat telepon. Peneleponnya adalah Richard, dia segera mengangkatnya.
“Angel ada hal yang sangat tidak baik, aku baru mengetahui bahwa Andre telah berhasil membeli saham 2% lebih banyak,” ucap Richard langsung. Setelah mendengar berita itu, Angel segera melompat dan berteriak.
“Apa!” teriak Angel tak tahu harus bagaimana. Richard kemudian melanjutkan ucapannya.
“Aku bahkan mendengar bahwa dia mengumumkan untuk mengadakan rapat penting untuk semua pemegang saham hari ini. Aku pikir dia mau mengambil posisi Ketua dari Lilac. Hari ini apa yang akan kamu lakukan, Angel?” ucap Richard.
“Aku ingin menenangkan pikiranku dulu, biarkan Andre itu. Sebentar lagi aku akan segera mengembalikan semuanya seperti sedia kala,” ucap Angel dan segera menutup telepon. Tangan gadis itu mengepal menahan amarahnya.
Di Lilac General Corporation. Lilac memasuki ruang pertemuan, dia yang terakhir masuk. Sebagai Ketua dengan dingin dia bertanya kepada Andre.
“Andre, kenapa Anda tiba-tiba mengundang semua orang?” tanya Lilac. Andre menyilangkan kaki duduk di kursi, dia berbalik menyatakan persetujuannya dan mengangkat wajahnya.
“Tentu saja aku punya sesuatu yang penting untuk diumumkan. Jadi aku harus buru-buru mengadakan pertemuan ini,” ucap Andre. Seluruh tubuh Lilac mengeluarkan udara dingin agar bisa mengendalikan diri. Marcel bersiaga di sana dengan ekspresi dingin pula.
“Sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Lilac. Andre duduk dengan rapi dan mengumumkan dengan keras.
“Saya pikir posisi Ketua ini telah berakhir dan sekarang saatnya mengalihkannya kepada saya,” ucap Andre dengan tegas. Lilac menghela napas.
“Apa maksud Anda?” tanya Lilac. Andre meletakkan file di atas meja.
“Berdasarkan kepemilikan saham perusahaan ini, saya memegang lebih banyak daripada Anda. Saat ini saya memiliki 47% saham. Mayoritas pemegang saham di sini mendukung saya untuk mengambil posisi Presiden Direktur,” jelas Andre.