Chapter 3

1027 Kata
“Angel apa kamu kenal dengan Ketua?” tanya Olivia kepada Angel. Angel menggelengkan kepalanya dengan marah. “Tidak, aku tidak memiliki hubungan apa pun dengan Ketua, apalagi mengenalnya. Ayo kita makan, aku lapar,” ajak Angel dengan cepat menyeret Olivia ke restoran. Marcel menghela napas lega, kemudian dia melihat ke arah Lilac. “Ketua, aku benar-benar tidak menyangka Putri Angel bekerja di sini,” ucap Marcel kepada Lilac. Lilac tersenyum dan tidak berkata apa-apa, lalu dia pergi. Marcel juga tersenyum di belakangnya sambil bergumam. “Yang pasti hanya Putri Angel yang bisa membuat Ketua bahagia. Baiklah, kali ini aku tidak akan dimarahi lagi,” gumam Marcel sangat senang dan lega. *** Keesokan harinya, setelah bekerja Angel meninggalkan perusahaan. Tepat di luar gerbang dia melihat Lilac di dalam mobil yang terhenti di depan gerbang perusahaan. Marcel berdiri di gerbang, dia tersenyum menatap Angel. Angel menggaruk kepalanya dan berpura-pura tidak melihat pria itu, kemudian dia hendak pergi ke sisi lain. Marcel dengan cepat menghentikan senyumnya kemudian menatap Angel. “Putri, Ketua ingin mengatakan sesuatu kepada Anda. Ketua Lilac mengundang Putri untuk masuk ke mobil,” ucap Marcel pada Angel. Angel menutupi wajahnya dan berbisik kepada Marcel. “Tolong katakan padanya aku tidak bisa menemuinya karena banyak orang di sini,” bisik Angel kepada Marcel. Marcel tersenyum aneh pada Angel kemudian dia pergi ke mobil. Lilac menatapnya dengan ekspresi tak terduga, dia tersenyum-senyum sendiri kemudian menghampiri Angel. “Sekarang apakah kamu ingin masuk ke mobil sendiri atau aku bantu kamu masuk ke dalam mobil?” tanya Lilac kepada Angel. Angel yang baru saja mendengar apa yang dikatakan oleh Lilac. Dia langsung buru-buru masuk ke dalam mobil, kemudian menutupi wajahnya karena malu. Lilac memperhatikannya sambil mengerutkan kening dan tersenyum ke arah Angel. Tak lama kemudian, mobil itu dengan cepat melaju. Adegan barusan tertangkap oleh mata para karyawan di perusahaan tersebut—membuat mereka tercengang, berdiri diam menatap apa yang baru saja mereka saksikan. Di dalam mobil, Lilac melirik untuk melihat Angel. “Mengapa kamu bekerja di perusahaanku? Apa mungkin, lebih dari sebulan kamu menghilang karena bekerja di perusahaanku?” tanya Lilac kepada Angel. Angel menunjukkan wajahnya dengan ekspresi marah pada Lilac. “Tidak juga, aku baru bekerja di sini lebih dari dua minggu. Aku pernah mencoba mendaftar bekerja di perusahaan lain sebelumnya, dan aku benar-benar tidak tahu kalau ini adalah perusahaanmu,” ucap Angel. Lilac dengan lembut membelai kepala gadis itu. “Jika kamu tidak ingin semua orang tahu, aku akan merahasiakan hubungan kita demi kamu. Oke, sekarang bisakah kita makan berdua?” tanya Lilac kepada Angel. Gadis itu menganggukkan kepalanya. Dia juga sangat lapar, tetapi takut. Dia takut tidak bisa lagi bekerja di perusahaan milik Lilac karena dia pasti akan merusak citra perusahaan Lilac, itu pikirnya. *** Lilac membawa Angel ke Restoran Diamond, banyak makanan enak sudah terhidang di depan Angel dan Lilac. “Angel, kenapa kamu tiba-tiba bekerja sebagai karyawan seperti itu?” tanya Lilac lagi kepada Angel. Gadis itu menjawabnya sambil makan. “Aku ingin tahu rasanya bekerja seperti orang-orang itu. Sebelumnya aku santai-santai saja, tetapi aku tidak tahu sialnya hari ini aku bertemu denganmu,” ucap Angel. Lilac tertawa, ini saat pertama kalinya Lilac mendengar Angel mengatakan hal yang tidak menguntungkan saat bertemu dengannya. “Tetapi saat aku bertemu denganmu, aku sangat senang. Akhirnya aku bisa mendapatkan kenangan kita kembali,” ucap Lilac. Angel yang sedang makan, dia merasa ingin tersedak. Di perusahaan tempat dia bekerja, Lilac dikenal sebagai orang yang benar-benar dingin dan anti terhadap wanita, tetapi Angel melihat bahwa mereka benar-benar salah menilai tentang Lilac. Angel seharusnya tidak mempercayai rumor tersebut karena dia merasa Lilac sangat romantis dan bisa merayu wanita. Lilac hanya makan sedikit, tetapi lebih banyak mengawasi dan mengobrol dengan Angel. Itu pun sudah membuatnya sangat kenyang. “Angel, sekarang kamu tinggal di mana?” tanya Lilac kepada gadis itu. Angel tidak berhenti makan dan dia melanjutkan makannya sambil menjawab pertanyaan Lilac. “Aku tinggal di hotel sekarang,” ucap Angel kepada Lilac. “Jika kamu menginap di hotel, itu kurang baik karena akan menghabiskan uangmu. Lebih baik kamu pindah ke rumahku saja,” saran Lilac untuk Angel. Putri itu segera berhenti makan dan menatap Lilac dengan ekspresi curiga. “Apa kamu menyuruhku untuk tinggal bersamamu?” tanya Angel kepada Lilac untuk memastikan. Pria itu mengangguk. “Apa kamu ingat, kalau dulu juga kita tinggal bersama?” tanya Lilac balik. Angel mengangguk, sementara dia masih ragu bahwa dia telah menjadi hantu saat itu. Angel menatap Lilac dengan mata ragu untuk berjaga-jaga agar Lilac tidak menanyainya hal-hal yang aneh. “Kamu jangan khawatir, aku tidak akan melakukan apa pun kepadamu. Aku akan memberitahu adikmu, Vincent dan semua orang di Kerajaan La Ángel bahwa kamu sudah kembali dan baik-baik saja. Jangan khawatir, jika mereka datang ke rumahku, aku akan membiarkan mereka untuk menjemputmu nanti. Mereka pasti segera akan mengumumkan bahwa Putri Angel telah kembali,” ucap Lilac. Pikir Angel benar juga yang dikatakan oleh Lilac. “Aku akan pindah ke rumahmu,” ucap Angel dengan mantap sambil menganggukkan kepalanya. Lilac merasa senang seperti ada kembang api yang menyala di dalam hatinya. Dengan senang hati Lilac segera mengirim seseorang ke hotel untuk mengambil semua barang milik Angel untuk dibawa ke mansion Lilac. Tak butuh waktu lama untuk anak buah Lilac mengambil barang milik Angel dari hotel. Seseorang itu menunggu bosnya di depan restoran sedangkan barang dan koper berisi pakaian Angel masih di dalam mobil. Setelah makan malam berdua, mereka meninggalkan restoran dan pergi ke mansion Lilac. Mobil Lilac yang dikemudikan oleh Marcel beriringan dengan mobil bawahannya yang membawa barang dan pakaian Angel. Semua pelayan di mansion berdiri diam, mulut mereka berkibar ketika melihat Lilac menuntun gadis itu masuk mansion dengan sangat lembut dan baik. Mereka benar-benar tidak bisa mempercayai mata mereka, Lilac menuntun Angel ke kamar yang dulu pernah gadis itu tempati. Bibi Anna menarik tangan Marcel dengan rasa ingin tahu dan bertanya kepadanya. Orang-orang Lilac membantu membawakan barang dan koper milik Angel. “Siapa gadis itu, Marcel? Mengapa saya melihat sepertinya Tuan Muda sangat menyukai gadis itu,” ucap Bi Anna. “Bukan hanya menyukai tetapi Tuan Muda sudah jatuh cinta. Gadis itu adalah kekasihnya,” ucap Marcel dengan santai menjawab pertanyaan Bibi Anna.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN