“Tanpa diduga aku merasa terhormat bisa bertemu orang-orang paling berkuasa di negara ini,” ucapnya. Lilac mencoba menahan amarahnya. Lilac mencoba menarik Angel yang pingsan, dari dekapan pria itu.
“Apa yang kamu lakukan, dan bisa-bisanya kamu menyentuh wanitaku, sejauh yang aku tahu kamu sangat gila bersih sebelumnya. Bukankah kamu tidak akan pernah menyentuh seorang wanita?” tanya pria itu kepada Lilac.
“ANDRE!” teriak Lilac marah.
Andre melingkarkan lengannya di pinggang Angel dan tersenyum sinis pada Lilac.
“Menurutku gadis ini juga imut, aku sangat b*******h dengan gadis ini,” ucap Andre kepada adiknya. Napas Lilac menjadi semakin berat, matanya menatap tajam ke arah Andre. Andre menatap dan melihatnya santai saja seolah-olah tidak peduli pada adik tirinya itu.
“Jangan bilang kamu juga tertarik pada gadis ini, hey?” tanya Andre.
“Ini pacarku! Kamu tidak boleh menyentuhnya,” ucap Lilac mengambil langkah dan meraih tangan kekasihnya, tetapi dihentikan oleh Andre.
“Pacar? Aku tidak percaya dia pacarmu. Jika itu benar, buktikan dulu kepadaku,” ucap Andre dengan dingin. Ketika pria itu mendengar Lilac mengatakan, bahwa gadis itu adalah pacarnya. Wajah Andre dipenuhi dengan keheranan dan kecurigaan sehingga dia berubah mengeluarkan suara dingin. Dion mengambil beberapa langkah untuk memanggil saudari iparnya itu.
“Angel, apakah kamu masih menyadari siapa aku sekarang?” ucap Dion.
Sementara tadi, Olivia dan juga teman-temannya berlari mencari Angel. Tanpa sengaja mereka melihat Angel dibawa pergi oleh seorang pria, mereka dengan cepat berlari hendak menghampiri. Dan ketika mereka lari, mereka melihat Andre memeluk pinggangnya, dan juga bos mereka berada di sana.
Angel mendengar seseorang memanggilnya, dia sedikit mengernyit dan membuka matanya untuk melihat Dion. Dia segera tertawa dan memanggilnya.
“Saudara Ipar, tentu saja aku mengenali kamu. Kamu adalah saudara iparku,” ucap Angel.
“What the hell!” kata suara kecil dari rekan-rekannya, kecuali Olivia. Mereka tertegun, mereka memutar bola mata tak percaya.
Lilac merebutnya dari tangan Andre dengan paksa. Dia memeluknya dalam kebingungan dan memperingatkan Andre.
“Sebaiknya kamu menjauh dari Angel atau jangan menyalahkanku jika aku menghabisimu!” ucap Lilac. Begitu dia selesai berbicara Lilac menggendong Angel dan membawanya pergi. Ming Chandra dan yang lainnya pergi setelah itu.
Rekan-rekannya Angel berdiri diam selama beberapa detik seolah-olah mereka samar-samar menebak apa yang terjadi. Wajah Andre sangat tidak sedap dipandang, dia meninggalkan bar dan masuk ke dalam mobil. Dia menutup pintu dengan kuat, tangannya mencengkeram setir, kemudian tertawa dingin.
“Kenapa? Apa yang aku suka dan aku merasa tertarik, lalu semua itu milikmu? Aku tidak peduli meskipun dia adalah pacarmu. Aku pasti bisa menjadikannya milikku, aku juga akan membuatmu menderita,” ucap Andre tentang Lilac.
***
“Tanpamu, aku tak ada bedanya seperti berada dalam kematian,” ucap Lilac kepada Angel yang mabuk, sambil menyetir mobilnya dengan sangat cepat dan kembali ke mansion miliknya. Dia membawa kekasihnya langsung ke kamar dan menurunkannya.
Tatapan matanya sangat marah, ketika tadi dia melihat pria lain memeluk dan menyentuh wanitanya. Dia melepas sepatu Angel dan kemudian meletakkan bantal agar gadis itu tidur nyenyak. Wajahnya begitu dekat dengan wajah cantik di depannya.
Benar-benar sangat kesal, Lilac mencoba untuk menahan gejolak dalam dirinya. Jika Lilac mencumbui gadis itu sekarang, jika dia memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan mahkota gadis itu, dia tidak akan berbeda seperti binatang.
Lilac menjatuhkan wajahnya untuk mencium bibir merahnya, sepertinya bukan apa-apa. Namun, ketika dalam keadaan seperti ini, Lilac tidak ingin meninggalkan serangan yang lebih panas lagi. Lilac melawan dirinya sendiri, sambil berpikir keras dia akhirnya meninggalkan bibir manis kekasihnya. Dia dengan lembut membelai rambut kekasihnya.
Melihat Angel tidur pulas, amarah di tubuhnya tiba-tiba menghilang. Lilac pergi ke kamarnya untuk ganti pakaian, dan kembali lagi untuk tidur di samping kekasihnya. Lilac memeluknya erat sepanjang malam, sampai tak terasa ternyata hari sudah pagi.
Pagi ini, Angel berbalik. Dia tidak tahu, dia merasa ada sesuatu yang berat di perutnya. Dia membuka matanya dan melihat pria itu berbaring di samping dan tangannya melingkar di perut Angel. Dia terkejut, begitu dia ingin duduk dia ditarik oleh Lilac. Pria itu memeluknya dan bibir Lilac sedikit mengernyit.
“Hari ini adalah weekend, ayo tidur lebih lama lagi, kita akan bangun siang,” ucap Lilac dengan suara serak. Angel menoleh untuk menatapnya dengan mata ragu dan penasaran.
“Kenapa kamu di kamarku?” tanya Angel. Lilac membuka matanya dan menatapnya dengan rasa cinta yang tak tertandingi.
“Karena aku tidak ingin meninggalkanmu. Aku ingin bersamamu sepanjang waktu bahkan ketika kamu tidur. Mulai hari ini aku akan pindah kamar dan tidur denganmu,” ucap Lilac.
“Hah?” tanya Angel sedikit mengernyit padanya.
“Hm,” ucap Lilac dan mengangkat alisnya.
Lilac memeluknya lebih erat lagi, tiba-tiba pria itu merasa bahwa dia menjadi semakin kecanduan pada Angel, sehingga tidak ada obatnya selain dia. Tentunya ke depannya sama sekali dia tidak mengizinkan pria mana pun mendekati kekasihnya, bahkan sekadar berkenalan pun. Lilac menatapnya dan mengerutkan kening.
“Angel, kenapa kamu dan Andre begitu akrab?” tanya Lilac. Wajah Angel tampak bingung.
“Andre? Apakah aku akrab?” tanya Angel bingung. Lilac menatap bingung, matanya semakin mengerut.
“Apa kamu tidak ingat tadi malam, kamu tidak tahu siapa dia tetapi berani bersandar padanya dan tidur pulas di lengannya?” tanya Lilac. Mata gadis itu berkedip, dia mencoba mengingat apa yang terjadi tadi malam.
“Yang menolongku tadi malam, dia kakak tirimu?” tanya Angel memastikan. Lilac mengangguk sedikit, wajahnya tidak bisa ditebak.
“Ya begitu, ke depannya kamu sama sekali tidak boleh dekat atau berbicara dengannya, aku tidak suka. Dan nanti kamu harus selalu berada di sisiku. Kemana pun aku pergi, aku pasti akan membawamu bersamaku,” ucap Lilac.
“Bagaimana kalau pergi kerja, jika aku l kerja bagaimana aku bisa tetap di sampingmu?” tanya Angel.
“Kalau begitu aku akan mengaturnya agar kamu menjadi sekretaris pribadiku. Aku akan meminta seseorang untuk memindahkan mejamu ke kantorku. Di mana ada kamu, aku juga ada di sana,” ucap Lilac.
“Aku tidak setuju. Jika kamu melakukan itu maka semua orang akan tahu. Aku tidak mau,” ucap Angel menggelengkan kepalanya menyangkal ini. Lilac tersenyum dan dengan lembut mencubit hidungnya.