Chapter 12

1071 Kata
“Ya, ya, ini salahku. Jangan marah lagi ya, sekarang aku akan membelikan makanan baru untukmu, soalnya ini sudah dingin dan tidak enak lagi,” ucap Lilac kemudian bergegas membeli makanan lain untuknya. Manda menggelengkan kepalanya dan menghela napas. “Angel, jika Lilac terus memanjakanmu seperti itu, aku khawatir suatu saat kamu akan menjadi keras kepala dan manja,” ucap Manda. Angel mencubit hidung Manda sangat cepat. Lilac sudah kembali dari membelikan makanannya, dia melihat Angel makan, tanpa berkedip. Manda lagi-lagi menggoda sahabatnya. “Angel, siapa dulu yang sedang makan … roh gentayangan,” ucap Manda meledek sahabatnya yang pernah menjadi roh gentayangan itu. Angel langsung memelototi Manda. “Kamu berhenti menggodaku. Awas saja, saat aku melihat kamu dan Arion seperti ini nanti. Sejauh kalian masih dalam jangkauanku, kalian tidak akan pernah aman,” ucap Angel berniat balas mengganggu kencan sahabatnya. Mendengar itu membuat Manda cemberut. Angel makan selama satu jam, selama itu juga Lilac terus menatapnya. “Besok aku akan resmi kembali bekerja, aku sangat bosan di rumah sakit. Pergilah ke bagian administrasi, aku ingin keluar dari rumah sakit ini. Aku rasa para dokter dan hampir semua orang yang ada di sini mengenalku, karena begitu seringnya aku masuk rumah sakit,” ucap Angel. “Tidak bisa,” ucap Lilac, orang pertama yang menolaknya untuk kembali bekerja. “Hm ….” Angel mendekatkan wajahnya kepada Lilac dan matanya menyipit, dan sudut bibirnya bergerak-gerak. Lilac ingin tertawa melihatnya, hanya padanya pria itu tidak mampu menolak. “Oke, jika kamu mau. Tetapi tolong jangan mengerjakan pekerjaan yang terlalu sulit,” ucap Lilac. Angel tersenyum mendengarnya. Semua orang bertepuk tangan, mereka pikir Lilac akan dengan tegas menolak, tetapi siapa yang menyangka dia menjadi begitu lemah di hadapan Angel. Hanya dengan sedikit tatapan tajam darinya, sudah membuat pria itu panik. *** Keesokan harinya Angel mulai bekerja lagi. Barusan ke tempat duduknya dan orang-orang langsung menghampiri bertanya mengapa dia meninggalkan pekerjaan dalam beberapa hari ini. Angel hanya tersenyum kepada mereka. Dia bingung harus berkata apa. “Karena aku mengalami kecelakaan kecil, jadi aku dirawat di rumah sakit sebentar,” ucap Angel. “Begitukah, apakah kamu baik-baik saja?” tanya teman kerjanya. “Apa kabar?” tanya banyak orang yang tertarik bertanya padanya. Angel mengangguk sedikit. “Terima kasih atas perhatian kalian semua. Aku baik-baik saja, sekarang aku sudah baikkan,” ucap Angel. Setelah beberapa saat, semua staf juga bubar dari mejanya. Olivia tersenyum jahat padanya dan berbisik. “Kamu pasti baik-baik saja. Tentu saja itu. Kamu dijaga oleh Ketua seperti itu, kenapa kamu masih pergi bekerja. Memangnya Ketua dan adikmu mengizinkanmu pergi bekerja?” tanya Olivia. “Aku lebih suka pergi bekerja, daripada tinggal di rumah. Sungguh membosankan, tidak melakukan apa-apa,” ucap Angel. Olivia cemberut dan merasa sedikit iri kepada sahabatnya. “Aku benar-benar tidak tahu apa yang kamu pikirkan, kamu iseng saja ya. Kamu masih punya uang untuk dihabiskan di seluruh hidupmu. Malah memilih pekerjaan yang membuat menderita, kenapa?” tanya Olivia. “Bukan seperti itu, tetapi aku menolak untuk hidup santai-santai. Aku suka melakukan apa yang aku suka,” jawab Angel. “Berhenti bicara tentang pekerjaan,” ucap Olivia. Angel tertawa melihatnya. Dia lalu duduk dengan serius untuk bekerja. *** Beberapa hari kemudian. “Apakah kalian ingin tahu siapa yang aku lihat di kantor ini barusan?” teriak seorang staf wanita. Kemudian Olivia itu berbalik ke mejanya, wajahnya penuh keterkejutan. “Kamu melihat siapa?” tanya Olivia penasaran. Yasmin dengan cepat menjawabnya. “Orang yang aku lihat adalah saudara dari ayah yang sama dengan Ketua. Dia adalah Andre,” ucap Yasmin. “Kakak Ketua, dari orang tua yang berbeda?” tanya Olivia lagi. Angel sedang fokus bekerja, dan dia tidak memedulikan apa yang mereka bicarakan, meskipun mereka dekat di sekitar mejanya. Namun, ketika dia mendengar tentang saudara tiri pacarnya dia segera menghentikan tangannya dan berbalik menghadap Olivia. Gadis itu mengangkat suaranya dengan ekspresinya cukup terkejut bertanya pada Angel. “Apakah kamu tidak tahu bahwa Ketua memiliki saudara tiri?” tanya Olivia. Angel dengan ringan menggelengkan kepalanya dengan tatapan kosong, Olivia segera memberitahunya. “Seperti yang diketahui semua orang, Ketua memiliki saudara laki-laki dari ayah yang sama. Dia hanya dua tahun lebih tua dari Ketua. Itu artinya ayah Ketua sudah memiliki wanita lain dan memiliki seorang anak laki-laki saat menikah dengan ibu Ketua. Setelah ibu Ketua mengetahui hal ini dia bercerai dan membawa Ketua pergi dan berhenti menghubungi suaminya,” ucap Olivia. Yasmin menyambung cerita yang Olivia katakan. “Dan Ketua tidak menyukainya, meski dibilang saling benci kedua saudara ini tetap harus bertemu satu sama lain karena Andre memiliki 15% saham perusahaan ini,” ucap Yasmin. Angel mengerutkan kening sejenak, tiba-tiba Yasmin meraih tangannya. “Sudah, abaikan saja. Aku punya ide, malam ini ayo kita pergi ke bar. Angel, kamu harus ikut ke sana setelah pulang bekerja,” ucap Yasmin. “Benar, kamu harus ikut,” ucap temannya yang lain mengangguk setuju dengan Yasmin. Angel berpikir sejenak dan kemudian dia mengangguk setuju. Dia juga tidak tertarik memikirkan saudara tirinya Lilac. *** Pada malam hari, Lilac tidak ada di mansion. Dia pergi menemui Ming Chandra. Angel langsung berganti pakaian dan pergi ke bar untuk bertemu semua orang yang sudah janjian ketemu di bar tadi pagi. “Angel, sini,” ucap seseorang yang memanggil Angel, Shanon. Dia adalah orang yang paling ramah dan menyenangkan di tim pekerjaan Angel. Angel datang dengan senyum ramah dan mengangguk ringan untuk menyapa semua orang. Semua orang di sana mulai memainkan suatu game, dan yang kalah dia harus minum yang banyak. Angel selalu kalah sehingga dia minum tanpa henti. “Aku … maafkan aku … aku harus pergi ke kamar mandi sebentar,” ucap Angel sangat mabuk. Dia berjalan goyah ke toilet. Baru saja hendak masuk ke toilet, dia muntah tanpa henti. Setelah muntah, pikirannya tidak lagi jernih. Dia berpegangan ke dinding. “Hai Nona, apakah kamu baik-baik saja?” Suara yang dalam dan serak datang dari seorang pria dengan paras yang indah dan seluruh tubuhnya memancarkan keanggunan. Mata Angel setengah tertutup dan dia sedikit menggelengkan kepalanya. “Aku baik-baik saja, tidak apa-apa,” ucap Angel terus berjalan, tetapi dia terlalu mabuk untuk berdiri sehingga dia terjatuh. Laki-laki itu dengan cepat meraihnya. Leher gadis itu bersandar pada pria tampan itu. Saat pria itu membantu Angel, pada saat bersamaan Lilac dan temannya melihat ke arah mereka berdua. Menatap pria yang bersama Angel, wajahnya Lilac menjadi hitam, tangannya yang mencengkeram. Seluruh atmosfer bar menjadi dingin. Pria itu sedikit menyeringai kepada Lilac dan teman-temannya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN