Chapter 11

1010 Kata
“Untuk sementara kurung dia! Aku akan menanganinya secara pribadi," jawab Lilac. “Baik Ketua,” ucap Marcel mematuhinya kemudian meninggalkan kamar rumah sakit. Via bersandar di dinding menyilangkan lengannya dan berkata. “Hei, ingatlah untuk membuatnya bahagia,” ucap Via tertuju pada Lilac. “Kami tidak ingin melihat kejadian seperti ini lagi,” lanjut Manda berbicara dengan suara yang sangat bersemangat memperingatkan pria itu. Lilac menyentuh wajah Angel suaranya mengeluarkan kata-kata. “Aku akan membayar harga untuk apa yang telah dia lakukan padamu,” ucap Lilac. Angel benar-benar tidak menginginkan dendam di dalam hati Lilac. Angel hanya ingin Sandra menderita hukuman yang pantas, tetapi dia tidak bisa menerima kenyataan kalau Sandra harus mati di tangan Lilac, Angel tak ingin itu terjadi. Olivia duduk di sampingnya dan merasa menggigil kedinginan, tentu saja dia mengerti apa yang ingin mereka lakukan, tetapi dia tidak berani berbicara, daripada dia juga mati seperti itu pikirnya. Olivia juga menyadari sesuatu yang tidak masuk akal, hal yang sangatlah penting bahwa Angel tidak boleh diganggu, jika dia tidak ingin mati. *** Hari ini Angel merasa sangat aneh, biasanya pagi-pagi sekali Lilac hadir di kamar rumah sakitnya untuk sarapan dan menemaninya, tetapi hari ini dia tidak melihatnya. Marcel membawakan makanan untuk Angel. “Nona, Ketua punya pekerjaan penting, jadi dia tidak bisa datang dan menyuruh saya membawakan Anda sarapan. Sore nanti, Ketua akan mengunjungi Anda,” ucap Marcel sambil memberikan makanan kepada Angel. Angel agak curiga pada Marcel. “Sedang sibuk apa, aku ingat dia mengatur semua pekerjaan dan mengalihkannya kepadamu, apa yang begitu penting?” tanya Angel. Marcel mondar mandir sambil tertawa kaku. Angel menyipitkan matanya sambil menatap pria itu. “Ayo cepat katakan, jika tidak aku tidak akan makan sarapan ini atau minum sampai kamu mengatakannya,” ucap Angel kepada asisten kekasihnya itu. Marcel langsung panik, jika Angel tidak makan bukankah Marcel pasti mati gara-gara amukan Lilac, mana mungkin Ketua akan memaafkannya. Jadi Marcel harus mengatakannya yang dia tahu. “Sebenarnya Ketua pergi untuk membalaskan tentang masalah itu ... diculik,” ucap Marcel terbata. “Apa? Di mana dia sekarang? Tolong beritahu aku sekarang?” ucap gadis itu. Angel tidak suka dan sangat marah dengan apa yang telah dilakukan Sandra padanya, bahkan dia hampir mati di gudang tua saat itu. Namun, dia tidak ingin Sandra harus mati karena itu. *** Via, Dion dan Manda melangkah masuk dengan wajah dingin ke dalam sebuah rumah tua. Sandra melihat Lilac, dia menghampiri pria itu. Ekspresi wajahnya begitu senang. "Kamu datang untuk menyelamatkan aku, kan? Mereka berani menghina bahkan akan memukuli aku seperti ini, aku pasti tidak bisa memaafkan mereka,” ucap Sandra kepada Lilac. Manda tertawa mencemooh dan memelototi perawan tua itu. “Bodoh sekali! Bahkan di negara ini, bisa-bisanya kamu berharap seseorang datang untuk menyelamatkanmu?” ucap Manda tertawa. Lilac menyentakkan Sandra dengan keras membuat tubuhnya jatuh ke lantai. "Lilac, ada apa denganmu?” tanya Sandra kemudian berbalik untuk melihat sekelilingnya. Dia tidak mengenal mereka. Dia berdiri perlahan dan berhati-hati dengan Lilac dan orang-orangnya itu. Sandra telah memahami masalahnya, bibirnya bergetar dan giginya terkatup. “Kenapa kamu seperti itu padaku, kamu membiarkan mereka memukuli aku. Apakah kamu masih manusia?” tanya Sandra. Lilac tidak bisa menahan amarahnya, dia buru-buru mendorong Sandra ke dinding dan menggunakan kekuatannya untuk meremas wajah wanita itu. “Apakah kamu manusia, apakah kamu masih anak-anak? Kamu membayar penculik dan menyuruh mereka untuk mempermalukan Angel, hari ini aku akan membiarkan kamu merasakan apa rasanya ditindas," ancam Lilac. Lilac mundur dan membiarkan orang-orang jangkung yang merupakan penculik bayaran itu masuk dengan mata penuh nafsu. Sandra memprotes dengan keras tetapi bagaimana dia bisa cukup kuat untuk melawan orang-orang berotot itu. Lilac, Via, Dion, dan Manda menyaksikan pemandangan itu tanpa berkedip dan tidak berperasaan. Angel masih mengenakan pakaian pasien dan berlari bersama Marcel. Ketika dia melihat Sandra di lantai penuh ketakutan, kebencian, dan amarah. Ketika Lilac melihat kekasihnya telah berada di situ juga, sikapnya mendadak berubah lembut. "Mengapa kamu ke sini? Kesehatanmu belum begitu pulih,” tanya Lilac dengan lembut. Angel bertanya dengan cemberut dan bertanya kepada semua orang di sana. "Apa yang ingin lakukan padanya, kalian ingin membunuh dia?” tanya Angel. “Iya,” jawab Via berbicara sangat dingin. Angel tidak menyukai Sandra tetapi dia tidak setuju bahwa Sandra harus mati. Angel memohon-mohon kepada Lilac dan Via. “Kalian berdua, tolong maafkan dia, aku mohon,” ucap Angel memohon. “Baiklah aku akan memberinya kesempatan hidup untuk saat ini. Ayo kembali ke rumah sakit bersamaku,” ajak Lilac mengkhawatirkan kesehatan kekasihnya. Pria itu dengan cepat luluh kepadanya untuk tidak membunuh Sandra. Angel mengangguk dan semua orang berbalik kembali ke rumah sakit. Sandra memegang pecahan kaca di dekatnya. Auranya dipenuhi dengan niat membunuh bergegas ke arah Angel. “Kalian masih terus bersama, sehingga aku yang harus membunuhmu,” teriak Sandra. Lilac bereaksi dengan sangat cepat, dia dengan cepat mengambil pistol dari tubuh Dion, kemudian berbalik dan dengan dingin menembakkan ke kepala Sandra—membuatnya memutar matanya dan mati di tempat. Via memandang Angel dan berkata dengan dingin. “Sekarang kamu paham? Kamu memiliki hati yang baik untuk memaafkannya, tetapi apakah dia memaafkanmu? Kamu harus mengerti bahwa memaafkan musuh utama hanya membuat bahaya bagi dirimu sendiri,” ucap Via kepada saudarinya. Sesampainya di rumah sakit, Lilac melihat makanan masih utuh di atas meja. Dia langsung melirik ke arah Marcel. Marcel gelagapan, dengan cepat menjelaskan kepadanya. “Tadi saya bawa makanan untuk Putri Angel, tetapi dia bilang tidak akan makan sampai dia tahu di mana Anda berada Ketua, setelah tahu dia langsung bergegas ke sana dan dia melupakan makanannya. Maafkan saya Ketua,” ucap Marcel menjelaskan sambil meminta maaf dengan rendah hati. Angel tidak menginginkan sesuatu terjadi pada Marcel, karena dirinya sehingga Marcel dimarahi atau dihukum oleh Lilac. Kemudian Angel menunjukkan wajah marah padanya. “Jangan menyalahkan Marcel atas segala yang telah aku lakukan. Seharusnya aku yang di sana dan menyalahkanmu. Jika bukan karena kamu, aku tidak akan melewatkan sarapanku dan harus kabur dari rumah sakit dengan pakaian pasien,” ucap Angel marah. Lilac segera mengubah sikapnya, dia menerima ini sebagai kesalahannya sendiri dan dengan lembut merangkul bahu kekasihnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN