“Tetapi ketika aku bertemu kamu hari ini, aku yakin kamu memiliki nilai lebih tapi aku tidak tahu bagaimana cara mengatakannya. Tapi aku merasa kamu bukanlah gadis biasa karena yang aku lihat jarang ada gadis yang seperti kamu di mana pun,” lanjut Charles. Angel agak curiga tentang pernyataan dari ayah Lilac.
"Mungkin menurutmu aku tidak sengaja mendekatinya dan apakah menurutmu aku akan mengambil keuntungan pribadi dengan mendekatinya?” tanya Angel kepada Charles. Pria itu tersenyum mendengar ucapan Angel.
"Aku bukan seperti istriku. Ketika kamu datang ke sini, aku mencoba menilai kamu dengan sangat cermat, gaunmu tampak sederhana tetapi sangat mewah dan elegan. Aku mencoba untuk meminta seseorang menyelidikimu tetapi aku tidak mendapatkan informasi apa pun tentang itu. Informasi tentangmu sepenuhnya rahasia, jadi aku pikir kamu bukanlah orang biasa,” ucap Charles kepada Angel. Angel sedikit mengangguk dia merasa jika dia harus mengatakan secara terus terang dan tidak perlu lagi menyembunyikan apa pun kepada pria di hadapannya.
"Angel adalah nama panggilanku, namun sebenarnya nama asliku adalah Angelina Edgar. Aku berasal dari Negara Kerajaan La Ángel,” ucap Angel jujur. Charles sedikit mengernyitkan dahinya dan mencoba mengulangi nama yang disebutkan oleh Angel tadi.
"Angel Edgar? Kamu adalah Putri Angel di Negara Kerajaan La Ángel?” tanya Charles memastikan. Angel hanya mengangguk sedikit dan tersenyum ringan kemudian melanjutkan ucapannya.
"Hampir tiga tahun yang lalu aku tidak sengaja bertemu dengan Lilac di bar. Kemudian dua tahun setelahnya aku mengalami kecelakaan sehingga mengakibatkan ingatanku hilang sejak saat itu. Lilac mengatakan bahwa aku dan dia pernah berpacaran, tetapi aku tidak ingat sama sekali sekarang,” ucap Angel. Charles mengangguk mencoba memahami segalanya.
Setelah pertemuan itu kedua orang itu kembali ke rumah masing-masing. Nahas, saat di perjalanan ada dua pengendara bermotor yang ugal-ugalan tiba-tiba menyalip dari belakang ke arah depan taksi yang ditumpangi oleh Angel. Kedua pengendara itu mencoba mengecoh konsentrasi sopir. Sedangkan dari belakang ada sekelompok orang di dalam mobil yang mengejar taksi itu juga, sehingga sopir taksi menghentikan mobilnya. Mereka mengancam sopir dan menarik paksa Angel ke dalam mobil sekelompok orang itu. Ada banyak pria di dalam mobil itu. Dan satu pria memukul kepala Angel dengan balok karena Angel memberontak. Akhirnya karena Angel terus memberontak sehingga mereka membekap hidung dan mulut Angel dengan sapu tangan yang sudah diberi obat bius sehingga menyebabkan Angel pingsan.
***
Beberapa jam kemudian, Lilac mulai khawatir karena Putri Raja itu tak kunjung kembali. Kebetulan Via dan Dion hari ini tiba di Kota Z. Keduanya bersama dengan Manda, Alice, Clara dan Richard pergi ke mansion Lilac untuk mengunjungi Angel. Namun, mereka mendapati Lilac sedang menelepon seseorang dengan khawatirnya dan Angel juga tak terlihat batang hidungnya di rumah besar itu.
Lilac melacak posisi ponsel milik Angel, dan posisi titik menunjukkan pada sebuah gudang tembakau tertua di Kota Z. Mereka bergegas berangkat ke sana.
***
Di gudang tembakau, Angel tersadar dan samar-samar mencium bau tembakau yang menusuk hidungnya membuatnya batuk terus menerus. Dia melihat sekeliling dan kemudian melihat para pria penculik itu.
"Siapa kalian, mengapa kalian menculikku?” pekik Angel kepada para penculik itu. Pria-pria itu hanya menatapnya dengan tatapan hina dan tertawa melihat Angel.
"Seseorang memberi kami uang dan menyuruh kami menculik kamu. Dan menikmati tubuhmu,” ucap seorang penculik sambil tertawa. Setelah Angel mendengar kata-kata itu ekspresinya berubah dengan cepat. Dan para penculik perlahan mendekatinya yang membuat Angel begitu ketakutan.
"Apa yang kalian ingin lakukan? Jangan datang ke sini! pergi kalian!” teriak Angel ketakutan.
Seorang pria jangkung menarik kaki Angel lalu menjurus ke arah lehernya dan menekan leher gadis itu. Selain itu juga tangan sebelahnya menekan dengan keras lengan Angel. Putri itu mencoba melarikan diri tetapi dia benar-benar tidak bisa lari dari para penculik itu dan pria jangkung itu menangkap Angel dengan cepat lalu menyeretnya kembali ke tanah menyebabkan rasa sakit yang luar biasa dirasakan oleh Angel. Para penculik itu merobek jaket luar yang dikenakan Angel. Angel juga tidak berdiam diri, dia tetap mencoba menghentikan tindakan para penculik itu. Angel menendang pria jangkung itu, membuat pria itu sangat marah kemudian meraih kepala Angel dan membantingnya ke tanah berkali-kali. Itu menyebabkan darah mengalir dari belakang kepala gadis cantik itu tanpa henti, dia terluka, terlalu pusing dan kemudian pingsan. Para penculik itu tidak mau melewatkan kesempatan untuk menjarah tubuh Angel. Mereka mencoba merobek pakaian Angel, namun tiba-tiba ....
"DOR! DOR! DOR! DOR!"
Empat tembakan sekaligus dilepaskan dari pistol milik Lilac, Richard, Via, dan Dion.
Saat Lilac melihat para penculik tertawa sambil merobek baju Angel tadi hatinya terasa sangat hancur dan sakit. Manda dan Alice beserta Clara datang membantu Lilac. Manda melihat Angel yang berlumuran darah dia mengerutkan kening dia memeriksa Angel sehingga tangan Manda juga berlumuran darah dari Angel.
"Ayo kita segera bawa ke rumah sakit!” teriak Manda kepada teman-temannya. Lilac segera mengangkatnya dan bergegas membawanya ke mobil dan melarikan gadis itu ke rumah sakit secepat mungkin.
Sesampainya di rumah sakit Angel segera dibawa ke ruang gawat darurat. Di luar ruangan semua orang khawatir. Via yang juga seorang dokter juga ikut menangani saudarinya yang terluka. Di luar ruang gawat darurat Lilac hanya duduk di lantai. Dia begitu khawatir sampai tangannya basah. Pria itu membenci dirinya sendiri karena tidak bisa melindungi orang yang sangat disayanginya dan dia menempatkan Putri Raja itu dalam bahaya. Ketika Lilac ingat lagi para penculik merobek pakaian Angel tadi, dia merasa seperti orang gila. Rasanya dia ingin mengelupas kulit para penculik itu dan menarik semua urat nadinya keluar dari tubuh mereka.
Dua jam berlalu, akhirnya pintu ruang gawat darurat terbuka. Via dengan wajah tidak sedap dipandang karena begitu sedihnya mengumumkan kepada semua orang di sana.
"Kepala Angel dipukul begitu keras sehingga dia mengalami cedera otak yang cukup parah. Saya tidak bisa mengatakan apa-apa, sekarang saya hanya mengandalkan bantuan dari-Nya," ucap Via dengan raut wajah yang begitu sedih.
Lilac yang mendengar bahwa Via mengatakan seperti itu, saat dia hendak berdiri kakinya goyah sambil mencoba tetap berjalan mengikuti Via dan didampingi oleh perawat. Saudaranya yang lain juga ikut masuk ke ruangan mereka duduk di samping Angel. Lilac memegangi tangan gadis itu, dia melihat wajahnya begitu pucat membuat hati Lilac semakin hancur. Tak terasa air mata pria itu diam-diam terjatuh.