PESTA

1778 Kata
Leon pergi ke kerajaan Rion yang tengah di bangun , Leon memperkerjakan orang sebanyak 5000 pekerja yang di upah menggunakan satu sisik naga Perak Naga Perak tidak masalah karena yang di ambil Leon bukanlah sisik yang berada di tubuhnya namun sisik yang sudah lama berguguran , lagi pula untuk apa dia menyimpan sisiknya yang sudah berguguran? “Maaf pengerjaannya lama yang mulia , seharusnya sudah siap besok namun karena mau model lama harus menunggu lusa baru selesai” ujar salah satu pengawas yang berada di sana “Hm” jawab Leon singkat dan lanjut berkeliling istana yang akan jadi “Leon ada yang ingin aku bicarakan kepadamu” ujar Darren yang berada di belakang Leon “Bicaralah” ujar Leon tanpa melihat ke arah Darren “Semenjak kematianmu kenapa kau berubah menjadi begitu dingin?” tanya Darren Sudah dua hari berjalan semenjak kematiannya dan sifat Leon tidak berubah sama sekali seperti dahulu , sekarang Leon lebih dingin dan datar terhadap orang lain “Leon yang lama telah mati” jawab Leon datar “Aku mau Leon yang dulu , yang selalu bersikap ramah” ujar Darren tidak terima jawaban dari Leon “Kau tidak terima itu urusanmu” ujar Leon menatap Darren datar “Apa yang kau lakukan terhadap saudaraku?” tanya Darren “Saudaramu? Jadi yang di hadapanmu bukan saudaramu?” tanya Leon dengan alis naik satu “Kau bukan Leon yang aku kenal!” ujar Darren tidak mau kalah “Kalau begitu kau harus berkenalan dengan Leon yang baru!” ujar Leon santai lalu beranjak pergi meninggalkan Darren yang kesal “Leon! Aku belum selesai bicara kepadamu!” teriak Darren “Ren!” teriak Leon memanggil Ren “Ya yang mulia?” tanya Ren ketika dia datang ke hadapan Leon “Kau bisa bersembunyi di dalam bayang bukan?” tanya Leon yang hanya di jawab anggukan oleh Ren “Cari satu pasukanmu lalu pergi kerajaan darkness yang akan mengadakan acara di kerajaan Serpent , jadilah mata-mata di sana!” ujar Leon “Leon!” teriak Darren yang membuat Leon melihatnya dengan tatapan sekilas “Sifat datar dan dingin adalah milikku! Jangan kau ambil!” ujar Darren “Aku tidak peduli!” jawab Leon cepat lalu meninggalkan Darren sendiri “Kau kenapa Leon?” guman Darren yang melihat punggung Leon menjauh “Maafkan aku Darren , aku lakukan ini karena ada alasan yang tidak akan kau paham” guman Leon Leon berjalan lagi menuju ruang kamarnya , kerajaannya mempunyai banyak kamar dan ruangan-ruangan , Leon membuat kerajaannya seperti saat pertama kali di bangun Leon menambahkan sedikit jalan-jalan rahasia dan ruangan rahasia yang hanya di ketahu sedikit orang , bahkan dari lima ribu pekerja hanya 10 orang yang tua itu hanya mandor saja Leon telah sampai di kamarnya yang bernuansa zaman Victoria yang membuatnya nyaman , Leon menepati kamar kedua karena kamar utama untuk ibunya “Leon” panggil seorang wanita di belakang Leon , Leon melihat ke arah yang memanggilnya “Oh ibu , ada apa?” tanya Leon yang langsung ke intinya saja “Apa kau baik-baik saja? Kenapa kau lebih menjadi pendiam dan datar?” tanya ibunya “Aku hanya angin fokus kepada ambisiku , sudah cukup aku bermain-main” ujar Leon yang membuat ibunya menghela nafas lelah “Mungkin kami belum terbiasa dengan sikapmu yang dingin itu” ujar Violin yang langsung meninggalkan Leon sendiri “Semoga kau mengerti ibu” guman Leon “Yang mulia! Maaf saya memberi kabar mendadak” ujar Ren lewat mindlink “Apa?” tanya Leon “Raja Piliph menggelar acara untuk merayakan kematianmu” ujar Ren yang membuat Leon mengepalkan tangannya “Pantau saja dia! Lihat jadwal-jadwalnya!” Ujar Leon memerintahkan Ren “Baiklah yang mulia” jawab Ren Leon menggeram marah ketika tahu bahwa Piliph menggelar pesta hanya untuk memperingati kematian dia , Leon harus lebih bersabar karena saat istananya jadi Leon akan datang ke depan wajah Piliph lalu mendeklarasikan perang untuk Piliph “Bersiaplah Piliph!” guman Leon Di lain tempat Piliph menyambut tamu dari berbagai kalangan kerajaan , Piliph mengundang mereka semua untuk merayakan keberhasilannya membunuh musuhnya “Ada acara apa Piliph? Sehingga kau mengundang seluruh orang untuk menghadirinya?” tanya Zarael yang baru sampai di kerajaan Piliph “Aku hanya ingin membagikan kebahagiaanku raja Zarael” jawab raja Piliph “Oh begitu , aku harap kau tidak membuat ulah lalu merayakannya” ujar Zarael menatap tajam raja Piliph “Tentu saja tidak raja Zarael , silakan masuk dan di nikmati hidangannya” ujar raja Piliph dengan senyum merekah “Terima kasih” ujar Zarael dengan wajah dinginnya Piliph masuk ke dalam istananya ketika merasa tamu yang dia undang datang semua , Piliph melihat ke ruang pesta dansa dan bibirnya tersenyum puas “Terima kasih sudah datang ke acaraku , aku berharap kalian semua menikmati hidangan yang terjadi dengan puas! Aku raja Piliph ingin berbagi kebahagiaan kepada kalian” ujar raja Piliph dari lantai dua yang di saksikan semua tamunya Sebagian ada yang berteriak kesenangan namun sebagian kerajaan lama yang tahu tabiat seorang raja Piliph hanya mendengus kesal dan menatap dengan pandangan muak ke arah raja Piliph “Sebenarnya , tujuanku mengundang kalian itu untuk memberikan sedikit kekuatan kalian kepada kerajaan Serpent karena kerajaan Serpent akan berperang melawan pengkhianat” ujar raja Piliph lagi dengan serius membuat seluruh tamunya terdiam “pengkhianat? Sedang membicarakan dirinya?” guman Zarael dan raja yang lain "Aku tahu beberapa dari kalian tidak akan meminjamkan kekuatannya kepadaku tapi aku hanya berharap bahwa kalian tidak keberatan jika kalian di anggap membela pengkhianat! Kalian juga tidak keberatan bukan jika putus kerja sama dengan kerajaan lain dan kalian akan juga ikut di serang?” tanya raja Piliph ke arah Zarael “Kurang ajar kau Piliph!” guman Zarael Raja Piliph tersenyum sinis yang membuat , Zarael berdoa agar Leon dengan cepat membasmi kuman seperti raja Piliph Ren keluar dari bayangan Zarael dan memakai topeng berusaha menyamar menjadi beta Zarael , Ren berkeliling mengapalkan setiap sudut ruangan di sana dan memerhatikan benda-benda yang terlihat mencurigakan “Hanya itu yang aku katakan , jika kalian setuju besok aku tinggi surat kalian! Aku akhiri perkataanku , islahkan nikmati hidangan yang tersaji” ujar raja Piliph dengan tersenyum lebar Raja Piliph turun dan mulai bergabung dengan seluruh tamunya , raja Piliph ke arah Zarael yang lagi bercanda gurau bersama raja tertua di dunia immortal “Aku lihat kalian sangat seru sekali bicaranya” ujar raja pilih dengan tersenyum namun semua hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan raja Piliph “Aku akan berperang dengan raja kerajaan Rion , namun aku rasa itu tidak akan terjadi karena dia sudah mati” ujar raja Piliph “Lalu kau akan berperang dengan siapa?” tanya salah satu raja tertua di situ dengan nada sinis “Pengkhianat yang melindungi pengkhianat juga!” Jawab raja Piliph dengan aura yang tidak enak “Melindungi Pengkhianat lainnya? Bukankah itu bagus saling melindungi? Bukan saling berperang?” tanya Zarael yang sedikit kesal “Raja Zarael! Aku baru tahu mempunyai bawahan baru selain Peter” ujar raja Piliph yang melihat Ren memakai topeng “Ya! Aku cari yang baru karena Peter sibuk dengan urusan yang lainnya” jawab Zarael Ren sangat ingin meninju wajah angkuh raja Piliph! Ingin sekali Ren berteriak di wajah raja Piliph bilang jika Leon sudah hidup lalu meludah wajah raja Piliph yang angkuh itu “Aku kira kau memecat Peter karena aku juga ingin mendapatkan tangan kanan sama seperti Peter” ujar raja Piliph tersenyum miring "Oh begitukah? Sayang sekali anda mendapatkan tangan kanan seperti panglima Dion" ujar Zarael tanpa melihat wajah raja Piliph "Ya! Aku berharap akan menjumoai orang yang setara dengan beta-beta yang kau miliki raja Zarael" ujar raja Piliph melirik kearah Ren “Mereka juga berharap tidak bekerja dengan Anda” ujar Ren yang sedikit kesal “Apa kau tidak pernah mengajarkannya sopan?” tanya raja Piliph “Aku mengajarinya kejujuran dan mengutarakan isi hatinya” ujar Zarael dengan nada santainya “Kerajaan kami lebih mengutamakan kejujuran bukan kekuatan” ujar Zarael lagi yang membuat raja Piliph langsung pergi dari sana “Ren beri tahu semua yang kau tahu ke Leon” ujar Zarael yang langsung di kerjakan oleh Ren ‘Leon aku mendapatkan kabar jika raja Piliph meminta seluruh kerajaan yang menjalin kerja sama dengan kerajaannya untuk mengirimkan pasukan’ ujar Ren lewat pikiran 'Mereka akan berperang lawan kita , dia akan merayakan matinya seorang raja kerajaan Rion , sepertinya Piliiph berencana menghabiskan kita semua sampai tidak ada yang tersisa' ujar Ren sekali lahi “Biarkan saja! Kita lihat sampai sejauh mana bodohnya” ujar Leon lagi dengan tatapan datarnya melihat proses pembangunan kerajaannya Ren melihat keliling lagi dengan tatapan meneliti , raja Piliph melihat Ren dengan tatapan menarik karena raja Piliph yakin memiliki tangan kanan seperti Ren akan sangat berguna Raja Piliph mulai memikirkan cara untuk memperebut Ren dari Zarael , raja Piliph tersenyum licik ketika sudah mendapatkan cara memperebutkan Ren “Permisi , apa kau beta ke dua raja Zarael?” tanya Piliph ketika melihat Ren yang “Ya , aku adalah beta ke dua kerajaan darkness yang mulia” ujar Ren dengan nada datar “Di gaji berapa kau sebulan?” tanya raja Piliph “Aku tidak di gaji per bulan tapi per hari” jawab Ren dengan nada kesal ‘Mau apa kau menanyakan gajiku tua bangka?’ ujar Ren kesal tapi dia tidak mengatakan itu secara langsung namun di dalam hatinya saja “Berapa?” tanya raja Piliph Ren yang sangat kesal dan ingin meludahi wajah raja Piliph menjawab dengan asal saja biar raja Piliph cepat pergi dari hadapan Ren “500 koin emas setiap harinya” ujar Ren yang membuat raja Piliph terkejut “Saya permisi karena saya harus pergi ke toilet” ujar Ren yang ingin meninggalkan raja Piliph dengan wajah terkejutnya “Kau adalah beta keduanya Zarael , jika kau mau aku bisa menjadikanmu beta utama dalam istana ini dan membayar 700 koin emas per harinya” ujar raja Piliph membuat Ren terdiam Ren tetap berjalan ke depan tanpa melihat wajah sang raja Piliph , raja Piliph tidak menyerah untuk mendapatkan Ren karena itu raja Piliph akan memujuknya lagi “Aku melihat kau sangat kuat bahkan lebih dari Peter tapi kenapa kau yang menjadi ke dua? Kau sangat pintar dari Peter tapi kenapa kau menjadi yang ke dua? Kenapa kau tidak menjadi yang pertama?” tanya raja Piliph yang masih membujuk Ren “Saya akan mempertimbangkan tawaran anda” ujar Ren yang pergi dari hadapan Piliph Piliph tersenyum miring merasa menang karena Ren menjadi pengkhianat Zarael , di sisi lain Ren tersenyum miring karena mendapatkan peluang untuk menjadi mata-mata di istana Serpent tapi sebelum dia menyetujuinya dia harus membicarakan semuanya dengan Leon raja aslinya
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN