Raja Piliph mengunjungi rumah sakit untuk menjenguk panglima yang selalu setia kepadanya , raja Piliph mendengar jika sang panglima berhasil membunuh Leon dan raja Piliph ingin memastikannya secara langsung
Setelah sampai di ruang panglima Dion raja Piliph seperti memandangnya dengan tatapan kasihan , raja Piliph melihat badan Dion masih banyak perban termasuk kakinya yang terkena panah
“Kapan kau sembuh?” Tanya raja Piliph dengan santai
“Seminggu lagi raja” jawab panglima Dion
“Aku berharap kau cepat sembuh Dion , aku mau tanya sesuatu kepadamu Dion” ujar raja Piliph yang membuat Dion melihat ke arah raja Piliph
“Apa benar kau membunuh Leon?” tanya raja Piliph
“Benar Raja , aku berhasil membunuh Leon” ujar panglima Dion ketika bertemu dengan raja Piliph di rumah sakit
“Kau tidak berbohong kan?” Tanya raja Piliph menatapnya dengan tatapan menyelidik
“Tidak raja , aku yakin! Bahkan Darren dan Pheonix berada di sana menangisinya” ujar panglima Dion dengan nada yakin
“Pheonix hmm? Ternyata dia berteman dengan Pheonix” ujar raja Piliph
“Iya , yang mulia” ujar panglima Dion
“Beristirahatlah Dion , aku yakin dalam waktu dekat teman Leon akan menyerang kita untuk balas dendam” ujar raja Piliph
“Baiklah yang mulia” ujar panglima Dion
Di lain tempat
Violin sedang menunggu Darren dan naga Putih selesai memandikan Leon , Pheonix dan Bry menyiapkan pakaian yang akan di gunakan oleh Leon nanti
Naga putih keluar dari tenda untuk memandikan elon , naga putih meminta pakaian yang akan di gunakan Leon saat di kremasi nanti dan langsung Violin berikan
Selesai naga Putih dan Darren memakaikan baju elon , Bry langsung menghias wajah Leon sedikit dengan bedak dan meletakan bunga mawar merah pada tangannya Leon
Leon memakai kemeja berwarna putih tanpa jas dan memakai celana kain , Leon tampak gagah dengan baju seperti itu
Violin dan yang lainnya tidak berhenti meneteskan air mata kecuali 3 naga , Charybdis , Davit , dan titanoboa . Darren tidak merelakan Leon pergi namun Darren lebih tidak rela melihat Leon tidak berada di rumah abadinya
“Jika ada yang akan kalian sampaikan kepada Leon , katakan sekarang sebelum dia pergi selamanya” ujar naga Putih
Violin berjalan maju ke depan Leon dan membelai pipi anaknya dengan lembut , Violin tak kuasa menahan air mata yang selalu keluar
“Anakku Leon , seharusnya aku tidak mengantarkanmu kepada ayah agar kau tidak mempunyai ambisi yang dapat menghilangkan nyawamu” ujar Violin tersedu-sedu
“Harapanku sejak bertemu denganmu adalah aku yang selalu bisa bersama denganmu Leon , Leon Damarion kau anakku satu-satunya” ujar Violin yang tidak dapat mengucapkan sepatah kata lagi
Violin di tumpang oleh Pheonix agar Violin tidak terlalu lama dan mempercepat proses kremasi Leon , setelah Pheonix banyak lagi yang maju dan mengucapkan selamat tinggal kepada Leon
Terakhir Darren maju , Darren maju dengan langkah berat dan berharap semua ini adalah mimpi buruk yang membuat Darren berharap agar segera bangun dan melihat Leon dalam keadaan sehat
Darren sampai di peti Leon terbaring , Darren berharap kepada dewi selena ada keajaiban bahwa Leon akan membuka matanya dan mengatakan dia hanya bermimpi buruk
“Leon Damarion , kau berjanji padaku untuk menjadi raja Leon dan sekarang aku menagih janji itu! Jadi dapatkah kau membuka matamu dan menepatinya sekarat?” tanya Darren sendu
“Kehilangan kau sama seperti kehilangan ibuku Leon , aku ingin keajaiban dari dewi selena itu ada! Aku mohon kau membuka matamu dan bilang kalian semua mimpi buruk kepadaku” ujar Darren yang tidak dapat lagi menahan tangisannya
Darren akhirnya menangis tersedu di peti Leon , Darren meletakan mahkota hitam berhiaskan batu berlian berwarna merah
“Lihat aku membuatkan kau mahkota , dalam batu berlian ini ada lambang kerajaan kita singa bersayap bermahkota Leon! Ini buatan Jerry dan Angelina” ujar daratan semakin terisak
“Aku lupa kau tidak bisa melihatnya karena kau sudah mati” ujar Darren pilu
Ucapan Darren di saksikan semua yang berada di sana dengan tatapan sendu , semua tahu kalau Darren sangat menyayangi Leon dan rela melakukan apa pun untuk Leon
Semua tahu Darren menganggap Leon sebagai adik walaupun mereka sering bertengkar karena hal-hal sepele , Leon dan Darren adalah dua orang yang saling melengkapi
“Bangun kau lemah! Kau tidak boleh mati! Ayo kita buat rencana menghancurkan raja Piliph! Pengawalnya yang sudah hafal seluk beluk kerajaan Serpent berada di sini! Ayo loh kita bisa menghancurkannya!” ujar Darren dengan nada tinggi
“Darren hentikan!” ujar naga Emas yang tahu jika Darren sudah kelewatan
“Kau lemah! Kurus! Pengecut! Jika kau mati sekarang! Jika kau bukan semua yang aku bilang bangunlah! Bertarung denganku!” ujar Darren yang membuat semua semakin tahu betapa sedih dan frustrasinya Darren atas kematian Leon
“DARREN HENTIKAN!” teriak naga Perak yang membuat Darren diam
Darren menunduk melihat bunga mawar merah yang berada di samping Leon , Darren menangis dan berteriak ketika dadanya semakin sakit mengingat ini bukanlah mimpi tapi kenyataan
“Kau tahu Darren , kau sangat berisik!” ujar seseorang yang membuat Darren terdiam
Semua yang melihat itu hanya terdiam dan memandang ke arah peti mati itu dengan tatapan tidak percaya
“Kau tahu seseorang yang telah mati tidak bisa berbicara tapi kau tetap suruh dia bangun? Kau sudah gila” ujar seseorang itu lagi yang masih belum mendapat jawaban dari Darren
“Apa maksudmu?!” tanya Darren dengan nada dingin
“Ya kau terlihat seperti orang gila menyuruh orang yang susah mati untuk melihat mahkota yang kau buat” ujar seseorang itu lagi
“Bisakah kau diam? Aku sedang berduka!” ujar Darren marah lalu mengangkat kepalanya melihat ke arah yang memancing emosinya
Darren membulatkan matanya ketika melihat orang itu , Darren mengucek matanya untuk memastikan bahwa dia sedang tidak bermimpi
“Aku berharap jika ini mimpi , aku tidak mau bangun untuk selamanya” ujar Darren
“LEON!!!” teriak Violin yang langsung berlari memeluk Leon yang bangun dari kematian
“BAGAIMANA BISA INI SEMUA TERJADI?” tanya Charybdis dengan nada teriak
“Kau sungguh berisik Chary” ujar titanoboa
“Syukurlah!” ujar Pheonix menangis
“Terima kasih kau mau mengasi keajaiban buat kami ya dewi” ujar 3 naga bersamaan
“Kau masih hidup?” tanya Darren yang tidak percaya
“Tentu saja , seseorang menghalangiku untuk menuju ke alam baka” jawab Leon
“Kenapa? Apa kau terlalu banyak dosa?” tanya Darren
“Mungkin saja” ujar Leon kesal
Semua yang penuh haru menjadi penuh canda tawa dan bahagia , Leon masih di berikan kesempatan untuk hidup kembali
Leon berterima kasih ke pada dewi selena karena telah menghidupkannya kembali , rindunya kepada ayah sudah terobati sedikit
“Ibu , ayah selaku mengawasi kita walaupun dia tidak berada di dunia ini! Jadilah wanita kuat! Jadilah seorang Ratu yang berdiri sendiri tanpa bantuan sang raja ibu” ujar Leon yang membuat Violin terharu
“Kaulah kekuatanku Leon Damarion” ujar Violin memeluk Leon semakin erat
“Darren! Kau menangisiku?” tanya Leon memancing Darren emosi
“Tidak! Aku menangisi kenapa kau mati di tangan orang lain! Bukan di tanganku” ujar Darren sinis
“Aku hanya bercanda , maafkan aku” ujar Leon yang membuat Darren mendengus
“Maafkan aku jika kematianku merepotkan kalian semua , aku mau kita membangun kerajaan Rion dan pindah ke sana! Aku harap kau tidak keberatan master” ujar Leon
“Aku tidak keberatan Leon , aku senang kau berada di sana jadi kau bisa fokus dengan ambisimu” ujar naga Perak
“Terima kasih master , aku mau kalian membantu warga di sana membangun kerajaan Rion! Aku akan meminta bantuan kerajaan darkness untuk menyetujui kita membangun ulang kerajaan Rion , aku berharap kalian tidak bilang kepada siapa pun tentang keberadaan kita! Aku mau hanya kerajaan darkness saja yang tahu” ujar Leon lagi
“SIAP YANG MULIA!” Teriak semua pasukannya dengan naga tegas
“Aku sudah mendapatkan serigalaku ibu! Sekarang aku sudah bisa sihir” ujar Leon bangga
“Siapa nama serigalamu?” tanya Darren
“Rai!” jawab Leon
Setlah mengucapkan itu Leon langsung pingsan dan membuat semua orang di sana terkejut melihatnya
“Apa dia mati lagi?” tanya Charybdis
“Demi dewi selena! Tutup mulutmu Chary!” ujar titanoboa
“Dia hanya pingsan!” ujar naga Emas
Tidak lama Leon bangun lagi namun tatapannya menjadi tajam , tidak ada keramahtamahan seperti sebelumnya
Darren mengerutkan keningnya melihat aura Leon yang berubah 180 derajat hanya dalam satu menit saja , Leon terdiam memerhatikan seluruh warganya
“Aku mau besok kita langsung ke kerajaan Rion! Aku permisi” ujar Leon yang langsung pergi meninggalkan rumah yang menjadi tempat peristirahatan terakhirnya tadi
“Leon kenapa?” Pertanyaan sama yang di pikirkan semua orang dalam ruangan itu
“Sepertinya Leon yang kita kenal sudah tidak ada! Inilah akhir dan awal Leon dan kerajaan Leon!” ujar Darren
“Apa maksudmu Darren?” tanya Violin
“Aku belum pasti tante tetapi sepertinya sifat Leon yang dulu sudah ikut mati bersama dirinya yang kemarin” ujar Darren
Violin merasa sedih mendengar kesimpulan Darren , jika itu benar artinya Leon bukanlah anak yang pertama kali di temui , Violin merasa bahwa Leon akan menjadi seperti ayahnya yang bersikap dingin kepada siapa pun
“Untu kalian! Aku peringatkan untuk tidak tersinggung atau dendam kepada Leon yang sekarang” ujar Darren
“Kami akan ikuti perintah raja Leon sampai kapan pun sang Nephilim” ujar semua orang di ruangan itu
“Kami akan langsung membangun kerajaan itu sekarang!” ujar Vince mewakili semua
“Terima kasih” ujar Darren tersenyum tipis