Beberapa menit sebelum kematian Leon
3 naga , Pheonix , dan pasukan sudah berada di perbatasan , Pheonix dan naga Perak akan memantau keadaan istana dari udara
Pheonix dan naga Perak terbang menggunakan sayap bentuk hewan mereka , naga Perak memantau bagian depan dan Pheonix memantau bagian belakang
Pheonix memutar dan menghitung berapa jumlah pengawal yang berjaga , Pheonix melihat panglima Dion berjalan tergopoh-gopoh menggunakan pakaian rumah sakit
“Masih hidup juga si tua itu” guman Pheonix lalu menghitung lagi jumlah pengawal yang berjaga di pintu belakang
“LEON!!!”
Pheonix melihat ke bawah setelah mendengar suara Darren meneriaki nama Leon , Pheonix terkejut melihat Leon yang di tusuk oleh panglima Dion
“Kurang ajar kau panglima tua!” ujar Pheonix geram
Pheonix terbang ke arah naga Perak dan memberitahu kejadian yang dia liat , naga Perak terkejut mendengar cerita hal itu
Naga perak terbang memanggil naga Emas dan Putih untuk menolong mereka , Pheonix berubah menjadi wujud burung sepenuhnya lalu menyerang pengawal yang berada di sana
Pheonix turun ke tempat Darren dan Leon lalu mengubah wujudnya menjadi manusia , Pheonix merasakan lemas di kakinya ketika melihat Leon tersenyum sekilas lalu menutup matanya
“Darren” panggil Pheonix yang melihat Darren menangis
“Leon” guman Pheonix melihat darah di mulut Leon mulai mengalir keluar
“Leon! Bangun Leon!” teriak Pheonix lalu berlari ke arah Leon dan Darren
“Leon! Bangun! Ayo Leon buka matamu!” ujar Darren menangis
3 Naga sampai di tempat kejadian lalu membawa semuanya pergi dari sana , Darren meminta tolong Pheonix untuk membawa keluarga Gio pergi dari kerajaan Serpent
Pheonix tetap memenuhi permintaan Darren lalu pergi bersama Gio dan naga Emas untuk membawa keluarga Gio ke pemukiman mereka
Pheonix menangis sepanjang jalan , Pheonix tidak percaya orang yang dia sayangi seperti adik sendiri telah meninggalkannya begitu cepat , naga Emas sedih dan sesekali meneteskan air matanya namun naga Emas berharap ada keajaiban Leon bisa terselamatkan
Gio yang melihat Pheonix dan naga Emas sedih merasa bahwa Leon sangat penting bagi mereka , ingin Gio tanyakan bahwa Leon itu siapa dan seberapa pentingnya Leon bagi mereka
“Apa yang ingin kau tanyakan anak muda?” tanya naga Emas
“Apa arti Leon bagi kalian? Kenapa kalian begitu sedih ketika dia mati?” tanya Gio
“Kau menolongnya tanpa tahu dia siapa?” tanya Pheonix balik
“Aku hanya tahu dialah yang meracuni pangeran pertama” jawab Gio
“Anak muda sebaiknya kau bersiap membawa barang seperlunya lalu larilah ke lapangan belakang rumahmu , kami akan menunggumu di sana” ujar naga Emas
“Baiklah” ujar Gio ketika sudah sampai di depan rumahnya
Pheonix masih tangis sesenggukan , naga Emas memeluk Pheonix baginya Pheonix adalah adik perempuannya
Naga Emas hanya bisa menenangkan Pheonix , naga Emas tahu inilah kedua kalinya Pheonix menangis karena di tinggalkan orang yang dia sayangi
“Mintalah kepada dewi selena akan keajaiban” ujar naga Emas
“Aku tahu memikirkan cara untuk memberi tahu violin masalah ini kan?” tanya Pheonix dengan suara parau
“Ya , kau benar” jawab naga Emas
Naga Emas tahu jika dia harus memberi tahu Violin namun naga Emas masih tidak tahu bagaimana cara bilangnya agar Violin tidak terlalu histeris
“Aku dan adikku sudah selesai” ujar Gio yang membawa dua adiknya yang masih berumur 12 tahun dan 15 tahun
“Naiklah ke punggungku” ujar naga Emas yang berubah menjadi naga
Gio takjub dengan naga berkulit emas itu begitu pula adik-adik Gio , Gio dan adik-adiknya naik ke punggung naga Emas lalu pergi menjauhi kerajaan Serpent
“Anak muda , siapa namamu?” tanya naga Emas
“Gio Alberto , Adikku yang kedua Gezly Alberto , dan adikku yang terakhir Gita Alberto” jawab Gio
“Gio! Kenapa kau mau mengikuti Leon?” tanya naga Emas yang membuat Gio terdiam
“Leon menawariku keselamatan dan menjamin hidup kedua adikku” jawab Gio jujur
“Begitu ya , aku mau menjawab pertanyaanmu kenapa kami sangat sedih karena kehilangan Leon itu karena Leon sudah anggap dia adik dan anak kami” jawab Naga emas yang hanya bisa membuat Gio terdiam
“Dia juga sudah tinggal bersama kami cukup lama maka kami sudah terbiasa dengan keberadaannya” ujar naga Emas lagi
“Kau tahu Leon adalah keturunan langsung dari raja Elgart?” tanya naga Emas
“Paman Elgart seorang raja?” tanya Gio tidak percaya
“Kau mengenal Elgart?” tanya naga Emas
“Dia yang mengajariku cara memainkan pedang hingga aku bisa menjadi seperti sekarang” jawab Gio semangat
“Begitu ya , Leon dan ayahnya memiliki kerajaan yang selama ini kalian pikir hanya legenda” ujar naga Emas
“Benarkah?” tanya Gio yang sangat antusias
“Iya , jika Leon benar-benar mati sudah pasti tidak akan ada lagi yang akan meneruskan kerajaan Rion “ ujar Pheonix
Mereka telah sampai di tempat pemukiman , di sana telah banyak orang berkumpul dalam satu tenda , naga Emas berubah menjadi manusia lagi ketika Gio sudah turun ke tanah
“Semua menangis histeris ketika di beri tahu bahwa Leon sudah tidak ada” ujar naga Perak
“Violin?” tanya naga Emas
“Sebentar lagi sampai bersama titanoboa” jawab naga Putih
Darren hanya bisa menatap wajah temannya yang kosong , jika dia yang di tusuk sudah pasti jantung bukanlah kelemahan Darren
Darren membersihkan badan Leon karena mereka harus secepatnya melakukan pemakaman untuk Leon , naga Putih berharap Violin bisa melakukan keajaiban
“Leon! Bangun! AMBISIMU BELUM TERWUJUD!” Ujar Vince menangis
“Bangun Leon ! Aku belum menunjukkan kepadamu jurus terhebat yang pernah aku coba!” ujar Ren menangis
“Diamlah kalian semua! Leon sedang tidur” ujar Darren yang membuat semua terdiam
Semua sangat sadar di bandingkan yang lainnya yang paling berduka pasti Darren , Arita sudah mengganti bajunya dan langsung duduk di depan Darren
“Leon biar aku yang temani , kau pergilah ganti baju” ujar Arita
“Tidak” jawab Darren singkat
“Cepat atau aku suruh mereka menyeret kau” ujar Arita tegas
“Bisakah kau diam? Ini tubuhku sudah pasti sesuka hatiku mau bersihkan diri apa enggak!” ujar Darren ke Arita
“Kami semua tahu betapa berdukanya kau Darren , sebaiknya kau mandi dan ganti baju karena tidak sopan kotor di depan Leon” ujar Arita yang membuat Darren berdiri dengan terpaksa
Darren menghela napasnya kasar dan berdecak tidak senang dengan Arita namun apa yang di katakan Arita ada benarnya
Violin sampai di tempat pemukiman Leon , Violin menangis histeris ketika melihat Leon hanya terbaring di ranjang dengan wajah pucatnya
“Leon! Jangan pergi aku mohon , aku sudah kehilangan ayahmu jangan kau juga Leon” isak Violin
“Semua sudah di persiapkan master” ujar seseorang di belakang Violin
“Vio puaskanlah berdekatan dengan Leon , karena besok siang kita akan melakukan pemakaman” ujar titanoboa
Di sisi lain Darren terlihat menangis dan memukul pohon yang berada di sana , Darren sangat menyesal karena dia terlalu lemah
Darren menyesal tidak bisa melindungi Leon , Darren merasa penyebab kematian Leon adalah dirinya yang tidak bisa menyelamatkan Leon
Darren hanya bisa meluapkan semua kekesalannya saat sendiri , Darren seperti melihat kilas balik kebersamaannya dengan Leon dan kejadian terakhir
Darren harus bisa membunuh panglima Dion dan membuat panglima Dion membayar seluruhnya , Darren dengan cepat mandi lalu kembali lagi ke sampingnya Leon untuk terakhir kalinya
Darren melihat Ken yang menangis , Darren awalnya sangat curiga terhadap Ken namun hari ini Darren akan membiarkannya dan bersikap biasa saja
“Nak , peganglah ini sayang” ujar Violin memberikan batu sihir dari leluhur kerajaan Rion
“Bilanglah kepada ayahmu aku rindu” ujar bisik Violin di telinga Leon
Leon terbangun di tempat yang sangat gelap yang membuat Leon harus meraba ke sekelilingnya , Leon menghela nafasnya kasar ketika tidak bisa melihat ataupun menjumpai sesuatu di sekitarnya
“Percayalah!” ujar seseorang yang membuat Leon merasa waspada
“Percaya padaku maka kau bisa melihat ke sekelilingmu” ujar wanita itu lagi yang membuat Leon memejamkan matanya lalu menaruh kepercayaannya kepada wanita itu
“Bagus!” ujar wanita itu lembut
“Apa aku sudah mati?” tanya Leon ketika melihat ayahnya Elgart datang menemuinya
“Belum , kau hanya berada di bawah alam sadarmu Leon” jawab Elgart
“Ayah! Aku rindu ayah” ujar Leon memeluk Elgart
“Aku juga merindukanmu boy! Bagaimana apa ibumu sehat?” tanya Elgart
“Sehat ayah , bagaimana bisa ayah tahu aku bertemu ibu?” tanya Leon
“Aku tahu karena aku selalu mengawasimu Leon , ingatlah itu selalu” ujar Elgart dengan senyuman
“Percayalah keajaiban itu ada Leon , kau tahu Leon ketika kau bangun kau akan melupakan semua ini dan kau akan mempunyai teman baru yang agak merepotkanmu” ujar Elgart
“Bagaimanapun repotnya akan selalu aku jaga karena itulah seorang raja” ujar Leon semangat
“Kau benar Leon , kau adalah anak yang baik dan kuat aku harap kau akan menjadi raja yang lebih baik dari pada aku” ujar Elgart
“Aku tidak akan salah memilih bawahan ayah , aku sudah belajar darimu” ujar Leon
“Bagus! Leon aku memanggilmu ke sini karena kau belum waktunya mati Leon! Kau adalah raja di kerajaan Rion! Kaulah yang bisa menghajar Piliph dan menghancurkannya Leon! Kembalilah” ujar Elgart namun Leon hanya terdiam
“Aku terlaku ceroboh hingga aku harus mati akibat kecerobohanku sendiri” ujar Leon sedih
“Kau mati bukan karena kecerobohan tapi sudah takdir sang dewi” ujar Elgart
“Jangan berlarut dalam kesedihan dan penyesalan itu tidak baik” ujar Elgart
“Lalu bagaimana cara bisa aku kembali?” tanya Leon
“Percaya saja kepada sang dewi Leon” ujar Elgart menatap lurus ke arah depan
“Aku berharap kau tidak mengulangi kesalahan yang sudah aku buat Leon” ujar Elgart tiba-tiba dengan wajah sedih
“Tidak ayah! Aku tidak akan membuat kesalahan yang sama berulang kali! Aku akan menjadi lebih kuat untuk melindungi semua orang” ujar Leon menyemangati ayahnya
“Akan aku kasi tahu ibu bahwa ayah sehat-sehat saja selalu mengawasi kita” ujar Leon
“Ya , aku mohon kepadamu Leon” ujar Elgart
Leon memejamkan matanya dan berharap bisa kembali hidup untuk mewujudkan ambisinya , Leon juga mempercayai jika ini bukanlah akhir namun awal dari segalanya