“Aku mempunyai rencana” ujar Darren yang membuat Leon dan Arita terkejut
“Kau mempunyai rencana?” tanya Arita
“Ya! Aku membutuhkan bantuanmu Arita” ujar Darren
“Apa?” tanya Arita melihat Darren
“Aku ingin kau menggunakan kekuatan untuk menyembunyikan aura kita” ujar Darren yang membuat Leon dan Arita menatapnya dengan tatapan tidak percaya
“Aku tidak bisa karena kakiku merasakan kesakitan yang luar biasa” ujar Arita yang melihat kakinya yang banyak memar bahkan luka
“Kau tidak bisa memakai sihir penyembuh?” tanya Leon
“Bisa , namun aku belum makan dan terlalu lelah maka tidak di gunakan aku harus menghemat tenaga” ujar Arita yang membuat Leon mengerti
“Kalau begitu kita akan pergi dari sini tengah malam seperti kita pertama kali kabur Leon” ujar Darren yang membuat Leon mengerti maksud Darren
“Apa kita memecahkan sihir penjara ini lagi?” tanya Leon
“Ya! Kita sudah mengatakan yang sejujurnya namun mereka sama sekali tidak percaya sama kita Leon” ujar Darren
“Seperti sihir yang di gunakan di penjara ini! Siapa pun bisa keluar jika memberikan jawaban yang jujur!” ujar Arita senang
“Ya! Sebaiknya kau jangan berteriak!” ujar Darren yang membuat Arita diam
“Darren bantu Arita menyembuhkan lukanya” ujar Leon
“Baiklah , aku tidak terlalu bisa melakukan sihir penyembuh maka aku hanya bisa menyembuhkan sedikit” ujar Darren
“Setidaknya bisa membuat dia berjalan saja” ujar Leon yang membuat Arita tersenyum
“Baiklah” jawab Darren
“Sepertinya kau memang seorang raja Leon , kau memiliki aura seorang raja” ujar Arita tersenyum
“Kami sudah memberitahumu dari awal Arita” ujar Leon dan Darren bersamaan
“Baiklah , maafkan aku” ujar Arita sedikit terkejut mendengarkan Leon dan Darren menjawab secara bersamaan
Di lain tempat lain 3 naga , Pheonix , dan pasukan lainnya , 3 naga sangat marah saat tahu Leon melakukan hal terbodoh dan ceroboh
“Kalian sudah siap?” tanya naga Perak dengan aura yang mengerikan
“Siap!” teriak semua pasukan
“Malam ini saat bulan tepat di atas kita , kita akan menyerang kerajaan Serpent! Aku perintahkan kalian jangan ada yang mati!” ujar naga Perak
“Naga perak sangat mengerikan” ujar Ken dan Vince di dalam hati
“Ren! Kalian pasukan serigala bersembunyilah di pasukan vampir” ujar naga Emas
“Pasukan Vampir yang ahli pedang kalian berada di tengah! Yang bisa sihir pelindung kalian bertugas untuk melindungi seluruh pasukan!” ujar naga Emas memberikan arahan
“Aku mau ketika berhasil menyelamatkan Leon dan Darren kalian harus langsung mundur! Apa kalian paham?” Tanya naga putih
“Kalian tidak usah cemas! Ratu Violin melindungi kita bersama dewi selena!” ujar Pheonix
“Ratu Violin?” guman semua yang merasa heran dan tidak mengenal ratu Violin
“Ratu Violin adalah ratu kalian! Dia adalah ibunya Leon! Ratu Violin mempunyai kekuatan Shield yang akan melindungi kita semua walaupun dia tidak berada di medan perang” ujar Pheonix
“Wow pasti ibunya Leon sangat hebat!” ujar Vince bangga
“Fokus!” ujar naga Emas yang membuat Vince bungkam
“Bersiaplah matahari sudah mulai tenggelam , kalian makan yang cukup lalu sehabis makan pakailah baju zirah dan persiapkan senjata kalian! Ini pertarungan pertama kalian maka sudah pasti kalian akan gugup” ujar naga Perak
“Siap!” ujar seluruh pasukan
Semua pasukan bubar tinggal lah 3 naga dan Pheonix , mereka berkumpul dengan perasaan marah dan saling menatap tajam satu sama lain
“Aku marah karena dia tertangkap! Aku juga marah karena Leon dan Darren mengambil keputusan yang ceroboh!” ujar naga Emas
“Kita semua merasa seperti itu tapi aku bangga mereka mengambil keputusan itu karena ingin membebaskan teman mereka” ujar Pheonix
“Aku berharap mereka baik-baik saja” ujar naga Putih
“Kau adalah orang yang paling tenang yang pernah aku temui Putih namun auramulah yang paling menakutkan” ujar Pheonix
“Kita 4 pilar mempunyai aura yang mematikan tetapi kita sudah tua , sudah lama tidak berperang! Aku harap kita semua masih selincah dulu” ujar naga Putih dengan tatapan tajamnya
“Sekarang kita berharap keajaiban dari dewi selena” ujar naga Perak
“Ada yang mau aku tanyakan pada kalian” ujar Pheonix bersungguh-sungguh
“Apa?” ujar naga Emas
“Apa kekuatan Violin sebenarnya?” tanya Pheonix
“Sudah kami beritahu tadi” ujar naga Putih
“Maksudku cara kerjanya! Dia tidak berada di sini bagaimana bisa dia menjadi pelindung kita?” tanya Pheonix
“Cara kerja kekuatan Violin dengan meminta dan mengatakan tujuannya meminta dalam sekala besar itu apa , jika dewi merasakan kesungguhan dan tujuan Violin melindung seseorang yang baik maka akan lebih besar kekuatannya” ujar naga Perak menjelaskan
“Aku bersyukur Violin lah yang mendapat kekuatannya jika orang tidak baik mendapatkan anugerah terindah seperti itu aku rasa dunia akan dalam bahaya” ujar Pheonix
“Tapi kau salah Pheonix jika berpikiran seperti itu! Violin pernah gagal melindungi desanya dari serangan rough” ujar naga Emas
“Bagaimana bisa?” tanya Pheonix yang tidak menyangka
“Tujuannya Violin melindungi kekasihnya yang haus akan gelar kepala desa namun karena dia berniat melindungi orang buruk maka hukuman Violin kehilangan segalanya” ujar naga Emas yang menceritakan Violin
“Bagaimana kalian tahu semua itu?” tanya Pheonix
“Kami yang memantaunya dari kecil” jawab naga Putih singkat
“Oh begitu! Sekarang yang akan kita lakukan adalah melancarkan serangan seperti yang di rencanakan tadi bukan?” ujar Pheonix
“Ya!” jawab naga Perak
Di lain tempat Leon dan Darren menghitung berapa kali penjaga di tukar dalam satu malam , Arita fokus dengan penyembuhan kakinya
Arita mendapatkan kembali staminanya karena sudah makan begitu pula Leon dan Darren , Leon dan menghela nafas ketika tahu pergantian penjaga hanya butuh 2 menit
“2 menit waktu kita untuk keluar dari sini” ujar Leon
“Sampai ke pintu utama saja butuh 10 menit” ujar Darren
“Kalau begitu kenapa mereka bisa berganti penjagaan dengan cepat sekali?” tanya Arita yang membuat Leon sadar
“Mungkin kah ada pintu rahasia yang menuju keluar dengan sekejap?” tanya Leon yang menyadarkan Darren
“Kita serang langsung dan menyamar menjadi penjaga Leon” ujar Darren
“Oh begitu kalian akan berpura-pura menjadi penjaga agar bisa tahu jalan pintas ya?” tanya Arita yang mulai paham
“Ya! Lebih baik begitu” ujar Darren
“Leon! Kita akan mulai saat mereka tidur “ ujar Darren
“Baiklah!” jawab Leon
Bulan sudah tepat di atas mereka , pengawal yang bertugas menjaga pintu juga sudah tertidur yang membuat Leon dan Darren merasa kesempatan mereka sudah tiba
“Arita kau bisa berjalan?” tanya Leon
“Aku sudah sembuh total!” ujar Arita yang membuat Leon dan Darren tersenyum
Leon dan Darren membuka pintu penjara , sesuai perkiraan Leon dan Darren bahwa mereka telah mematahkan sihir dalam penjara
“Kenapa mereka lemah sekali?” tanya Arita pelan yang membuat Leon dan Darren menaikkan bahunya pertanda tidak tahu
Leon dan Darren membangunkan dua pengawal yang menjaga pintu mereka membuat dua pengawal itu tersentak kaget
Leon dan Darren dengan cepat menusuk dengan pisau yang mereka dapatkan dari Jerry , Arita terkejut melihat Leon dan Darren mempunyai pisau itu
“Dari mana kalian mendapatkan pisau itu?” tanya Arita
“Kami menyimpan di pinggang belakang” jawab Darren
“Lalu kalian tidak ketahuan?” tanya Arita
“Mereka tidak menggeledah kita , mereka langsung masukan kita ke sel” ujar Leon yang membuat Arita mengerti
“Kalau begitu ayo kita keluar dari sini tapi sebelum itu cari busurku dulu” ujar Arita
Leon dan Darren berjalan terlebih dahulu dan Arita di belakang yang di tarik menggunakan rantai seolah-olah menjadi tahanan mereka
Leon dan Darren melihat seorang pengawal yang keluar dari pintu rahasia dan Leon kenal pengawal yang baru keluar
“Hei! Kau!” ujar Leon yang membuat pengawal itu melihat ke arah Leon
“Kau? Bagaimana bisa kau keluar?” tanya pengawal itu langsung mengacungkan senjatanya ke depan dan bersikap siap tempur
“Kau adalah orang baik , bantu aku keluar dari sini lalu aku akan membawa keluargamu ke tempat yang aman” ujar Leon
“Kau mengenalnya?” tanya Darren
“Tidak , dia adalah pengawal yang mencambukku namun tidak sekuat yang aku kira” ujar Leon
Pengawal itu terdiam tidak lama kemudian bersikap biasa saja tidak ada bersikap siap tempur lagi , pengawal itu menunjukkan pintu keluar kepada Leon , Darren dan Arita
“Ikuti aku! Berjanjilah kau membawa keluargaku menjauh dari kerajaan sampah ini” ujar pengawal itu
“Siapa namamu?” tanya Leon
“Gio , Gio Alberto” ujar Gio
“Kau sudah tahu namaku , Sekarang ikutlah kami bertiga” ujar Leon
“Hei! Gio! Mereka kenapa?” tanya seorang pengawal di belakangnya
Darren melihat tingkah Gio yang mulai ragu , Darren menarik nafas laku menghembuskannya secara perlahan , Darren sangat tenang saat ini namun dia sangat waspada kepada Gio
“Mereka di suruh raja membawa tahanan ke depan takhta karena tahanan ini akan di eksekusi mati di depan publik” jawab Gio
“Kenapa raja Piliph sangat suka memenggal tahan di depan publik? Apa dia mau warganya mempunyai trauma?” tanya pengawal itu
“Tidak tahu! Mungkin saja begitu! Ya sudah kami bertiga permisi” ujar Gio
Gio berjalan yang di ikuti Leon , Darren ,dan Arita . Mereka ber-empat memasuki lorong yang lumayan gelap dan berbentuk segitiga
Gio menghela nafasnya , Gio melihat Leon dan Darren yang terlihat tenang tapi mempunyai aura yang menakutkan
“Setelah keluar dari sini kalian tinggal berjalan lurus kalian akan sampai di pintu belakang kerajaan , kaburlah lewat sana” ujar Gio
“HEI! BERHENTI! JQNGAN KABUR!” teriak pengawal yang mengejar mereka bertiga
“Ternyata sudah ketahuan ya” ujar Darren
“Lari!” ujar Gio
Mereka ber-empat langsung lari menuju pintu keluar , namun mereka di hadang oleh ratusan pengawal depan pintu
“PERGI!” bentak Gio dan seluruh pengawal terlempar
“Wow apa kekuatanmu?” tanya Leon yang kagum
“Gelombang suara” jawab Gio
“Dari ras apa kau?” tanya Darren
“Mermaid” jawab Gio
“Mermaid? Pantas saja mempunyai gelombang suara! Karena mermaid selalu mempunyai kekuatan suara” ujar Arita yang mendapatkan anggukan dari Leon dan Darren
Mereka berempat sudah sampai di pintu keluar namun baru satu langkah keluar dari pintu belakang Leon langsung mendapatkan tusukan di jantungnya
“LEON!!” teriak Darren terkejut
Lein merasakan perih dan panas di dadanya , Leon melihat siapa yang menusuknya betapa terkejutnya Leon ketika melihat panglima Dion berdiri dengan tatapan kebenciannya
“MENYINGKIR!” teriak Gio yang membuat panglima Dion terlempar sejauh 5 meter
Leon tumbang ke tanah , mata Leon berkunang-kuna dan Leon susah untuk bernapas , Darren mengangkat kepala Leon kw pangkuannya
“Hei! Sadarlah!” ujar Darren ke Leon
Leon menatap Darren dan tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut Leon , Arita menangis histeris karena tidak menyangka ada seseorang yang akan menyerang mereka
Panglima Dion bangun dan mulai berjalan dengan kaki terpincang-pincang , Arita yang melihat itu langsung melesatkan anak panah ke kaki panglima
“Aaakh!” panglima berteriak ketika satu anak panah menancap di kakinya dan menancap di tanah yang membuatnya tidak bisa berjalan
“Leon!” ujar Darren ketika melihat Leon yang menatapnya dengan tatapan kosong dan sayu
“Jangan tutup matamu! Aku akan membawamu secepatnya!” ujar Darren lalu menggendong Leon namun Gio menghentikannya
“Jangan! Jika kau menggendongnya akan bahaya baginya! Kita harus mencari dokter” ujar Gio
“Mungkin sudah saatnya aku menyusul ayah karena ayah sudah menungguku , ayah maafkan aku tidak bisa mencapai ambisiku” ujar Leon dalam hati
“Darren?” panggil seseorang dari depan Darren
Darren melihat Pheonix dengan wujudnya yang asli membuat Arita dan Gio terkejut , Pheonix berubah menjadi manusia dan melihat Leon yang sudah menutup mata di pangkuan Leon
“Leon?” guman Pheonix dengan tatapan tidak percaya
Leon sudah bermandikan darah di dadanya bahkan mulutnya juga mengeluarkan darah , Pheonix tidak sanggup menerima kenyataan dan langsung terduduk di tanah
“Leon! Leon! Bangun!” ujar Pheonix menangis dan berlari menuju Leon , Darren yang langsung merasakan bahwa detak jantung Leon menghilang menatap Leon dengan tatapan tidak percaya
Leon mati? Darren menggeleng tidak percaya , air matanya jatuh tanpa di sadari bahkan Gio juga meneteskan air mata setelah tahu Leon menutup matanya untuk selamanya
“Cepat kita pergi dari sini!” ujar naga Perak dengan wujud naganya
3 naga datang karena mendengar teriakan Pheonix , 3 naga terkejut ketika melihat pemandangan itu , 3 naga langsung membawa Darren , Pheonix , Arita dan Gio pergi dari kerajaan Serpent
“Tidak mungkin” guman Darren, Pheonix , dan 3 naga berulang kali