KERAS KEPALA VIOLIN

1597 Kata
‘Yang mulia’ ujar Ren lewat pikiran ‘Jangan panggil aku seperti itu!’ jawab Leon membuat Ren meringis dan langsung mendapat tatapan pertanyaan dari Zarael ‘Maafkan aku Leon , Leon aku ingin memberi tahumu sesuatu dan ini bisa menjadi peluang bagi kita’ ujar Ren dan tidak ada tanggapan dari Leon artinya Leon ingin mendengar kelanjutannya ‘Aku di tawarkan menjadi tangan kanan Piliph , aku ingin menerimanya agar kita mendapatkan semua informasi lebih dalam lagi tapi aku tidak berani menerimanya karena belum dapat izin darimu Leon’ ujar Ren lagi “Apa kau lagi berbicara dengan Rajamu?” tanya Zarael yang mendapatkan anggukan dari Ren ‘Terima saja , jika ada apa-apa cepatlah bilang kepadaku agar aku bisa menolongmu’ ujar Leon ‘Baik yang mulia’ ujar Ren keceplosan ‘Maksudku Leon’ ujar Ren lagi sebelum mendapat amukan dari Leon “Maaf yang mulia , ada yang ingin aku bicarakan kepadamu” ujar Ren kepada Zarael , saat ini mereka sama-sama berada di toilet karena muak dengan pestanya raja Piliph “Apa?” jawab Zarael “Piliph menawariku untuk menjadi tangan kanannya , menurut yang mulia apakah aku harus menerimanya walaupun Leon mengizinkanku?” tanya Ren “Anggap saja itu salah satu perintah yang tidak boleh di panggar untukmu” ujar Zarael singkat tapi sangat menusuk di dalam hati Ren “Baiklah dengan begini semoga saja lancar sampai Leon mencapai ambisinya” ujar Ren yang hanya mendapat senyuman tipis dari Zarael Di sisi lain Leon sedang berdiri di depan kerajaannya bersama Darren , Violin dan yang lainnya . Leon menatap puas kerajaan yang sembilan puluh delapan persen siap tinggal istana bagian barat saja yang masih dalam pembangunan 3 naga , Pheonix dan Titanoboa tersenyum melihat kerajaan Rion yang berdiri lagi bahkan lebih gagah dari pada sebelumnya “Leon! Kerajaanmu sudah siap artinya kau tinggal mencari kerajaan yang akan bekerja sama denganmu dan kami akan menjadi senjata rahasia kerajaanmu karena Nephilim sudah menjadi tangan kananmu” ujar naga Emas “Tidak perlu , aku tidak mau merepotkan kalian” ujar Leon yang membuat naga emas menaikkan alisnya satu “Kau menolak aku artinya kau tidak menghargai kami Leon” ujar Pheonix “Kenapa kau berubah menjadi dingin seperti ini?” tanya naga Putih heran “Aku memang seperti ini dari dulu , aku menolak karena aku tidak mau merepotkan kalian” ujar Leon dengan nada yang sedikit lembut “Kau itu seperti ayahmu Elgart , keras kepala , irit bicara! Apa ayahmu merasukimu?” tanya Violin dengan wajah kesal “Ayah tidak merasukiku!” ujar Leon dingin “Apa karena serigalamu? Kau mempunyai sifat sepertinya?” tanya Titanoboa yang membuat semua diam menatap ke arah Leon “Mungkin” jawab Leon namun terselit sedikit nada keraguan “Bisa kami menemuinya?” tanya Darren “Tentu saja bisa” jawab Leon dengan nada kesal “Rai” panggil Leon Mata Leon beda sebelah , sebelah kiri memperlihatkan mata biru jernihnya sedangkan kanan mata emas milik serigala “Apa?” Tanya Rai dengan suara berat “Mereka keluarga kita” ujar Leon dengan suara datarnya “Keluarga? Aku tidak asing dengan wajah beberapa orang” ujar Rai “Apa kekuatan khususmu Rai?” tanya Titanoboa “Api putih” jawab Rai singkat yang membuat semua terkejut “Api yang paling panas sebelum api hitam?” Guman semua orang “Oh begitu , kau sangat kuat bukan? Datanglah ke tempat Charybdis berada , dia sangat ingin bertarung dengan kalian” ujar Titanoboa “Charybdis? Aku akan ikut! Karena dia adalah leluhur kami” ujar Gio tiba-tiba “Kau Gio dari pengawal kerajaan Serpent kan?” tanya Rai “Ya aku adalah Gio tuan Rai” ujar Gio sopan “Aku akan mengawasimu bersama wanita elf itu , jika kalian berdua berkhianat aku tidak akan segan-segan menguliti kalian berdua” ujar Rai dengan nada peringatan dan penekanan “Kami tidak berani melakukan itu , lagi pula kami sudah melakukan sumpah darah agar bisa selalu bisa mengabdi dengan kerajaan Rion” ujar Arita “Bagus! Akan tetapi tetap saja aku akan mengawasi kelian” ujar Rai “Aku percaya kepada mereka berusa Rai” ujar Leon “Jangan terlalu naif Leon! Itu adalah salah satu kelemahan yang kau punya” ujar Rai yang membuat Leon sedikit jengkel “Ini ibuku Violin dan ini saudaraku Darren” ujar Leon yang membuat Rai menatap Darren dengan pandangan menyelidik “Nephilim hem? Kau sungguh pintar mendapatkan Nephilim sekuat dan sepintar dia” ujar Rai memuji Darren “Terima kasih” ujar Darren “Aku lelah , aku permisi” ujar Rai laku kembali ke dalam diri Leon “Maaf dia memang serigala yang tidak mempunyai sopan” ujar Leon yang membuat Rai sedikit marah dengan Leon “Seperti inangnya” ujar Darren yang membuat Leon sedikit mendesis marah ke arah Darren Setelah sedikit berdebat dengan Darren , Leon dan yang lainnya masuk ke dalam istana dan 5000 pekerja lainnya untuk makan malam bersama Mereka berpesta pora dan memakan banyak hidangan yang telah di masak para wanita , Leon tersenyum melihat kerajaannya di penuhi tawa rakyatnya Leon tidak peduli mereka dari kalangan bawah , merekalah yang harus berpesta di dalam kerajaan Rion sebelum para kalangan atas “Aku membuat perjanjian dengan pegasus untuk menjadi kendaraan antara kerajaan lain dengan kerajaan Rion” ujar Leon ke arah Darren “Lalu apa persyaratan yang kalian sepakati?” tanya Darren “Mereka tidak mau menumpangi bahkan melewati kerajaan Serpent karena mereka akan di bunuh oleh mereka , mereka juga akan melakukan perjanjian ini jika kita melakukan kerja sama dengan kerajaan Serpent” ujar Leon “Oh begitu , lalu kapan kau akan mempublis kerajaan Rion dan meresmikan gelar rajamu?” tanya Darren “Setelah kita melakukan penyerangan kepada kerajaan Serpent” ujar jawab Leon “Kau tidak ikut berpesta?” tanya Leon ke Darren “Tidak , sudah seharusnya aku selalu mengikuti rajaku ke mana pun” ujar Darren “Jangan konyol pergilah berpesta dengan ayahmu” ujar Leon “Baiklah sesuai perintahmu yang mulia” ujar Darren laku keluar “Aku tidak mengizinkanmu memanggilku dengan embel-embel seperti itu Darren! Yang boleh memanggilku seperti itu hanya wargaku dan bangsawan lainnya” ujar Leon tajam “Leon aku memiliki pertanyaan untukmu” ujar Darren “Apa?” tanya Leon “Kau pikir kita akan masuk ke dalam kerajaan tertua apa baru?” tanya Darren yang membuat Leon terdiam “Kita mendirikan ulang kerajaan lama , kerajaan ini juga termasuk baru bagi beberapa bangsawan! Jadi kita masuk ke golongan yang mana?” tanya Darren yang membuat Leon memijit pelipisnya “Kalian masuk ke Dalam daftar kerajaan lama karena semua kerajaan lama menginginkan itu” ujar Zarael yang langsung masuk ke dalam ruang kerja Leon Lein dan Darren langsung melihat ke arah Zarael , Leon memberikan senyum ramahnya kepada Zarael begitu juga Darren “Selamat datang raja Zarael , apa kau sendiri?” tanya Leon yang mulai berjabat tangan dengan Zarael “Terima kasih! Aku datang sendiri , Zora ada urusan penting yang tidak bisa ia tinggali” ujar Zarael dengan senyum ramah “Kami kerajaan lama menyetujui kau menjadi raja Leon , Ren sudah menceritakan segalanya! Aku ke sini hanya ingin memberitahu itu dan aku akan langsung pulang karena aku masih mempunyai janji kepada kerajaan witch” ujar Zarael “Begitu cepat hem! Tunggu saja undanganku nanti Zarael , Darren antarkan raja Zarael ke depan” ujar Leon “Aku meminta maaf kepadamu raja Zarael tidak dapat mengantarmu karena aku masih mempunyai berkas yang harus aku tanda tangan” ujar Leon yang melihat surat perjanjian dari kerajaan lainnya “Baiklah , sekali lagi selamat Leon” ujar Zarael yang di balas senyuman ramah Zarael dan Darren menghilang dari balik pintu ruang kerja Leon , Leon menghilangkan senyum ramah dan merubah wajahnya menjadi serius Darren memainkan pena dengan jarinya , Leon tersenyum sinis karena ambisinya sebentar lagi akan berhasil Leon juga tersenyum senang karena ambisinya tidak berubah menjadi obsesi , Leon menghela nafasnya lega karena perutnya sudah minta diisi namun kerajaannya sudah menunggu “Ini aku belum remi menjadi raja , ketika aku jadi raja apa mungkin aku jadwalku lebih padat?” guman Leon Di sisi lain Violin sedang berbicara kepada Titanoboa mendiskusikan bahwa Violin ingin ke kerajaan Serpent karena dia ingin melihat sahabatnya yang sudah belasan tahun tidak di temuinya “Tidak! Jika kau terbunuh di sana apa kau mau?” tanya Titanoboa “Aku tidak mau tapi dengan adanya Ren di sana kita bisa masuk tanpa curiga” ujar Violin “Tidak!” jawab Titanoboa kesal dengan Violin “Selain itu aku ingin menyelamatkan warga yang menderita di sana , aku akan membawa mereka ke sini” ujar Violin yang membujuk Titanoboa “Aku akan berdiskusi dengan Leon” ujar Titanoboa “Jangan! Cukup kau dan aku yang tahu karena kalau Leon yang tahu dia tidak akan mengizinkannya” ujar Violin “Itu karena dia tahu di sana berbahaya Violin!” ujar Titanoboa marah yang membuat Violin terdiam “Jika kau tidak mau mengantarkanku maka aku akan pergi sendiri” ujar Violin “Kau keras kepala seperti suamimu!” ujar Titanoboa geram yang hanya dibalas senyuman tidak bersalah oleh Violin “Ya sudah aku akan mengantarmu!” ujar Titanoboa lagi dengan nada kesal yang membuat Violin tersenyum merekah “Lebih baik kau beristirahat Violin” ujar Titanoboa lalu beranjak pergi meninggalkan Violin yang duduk di ayunan menatap langit malam “Elgart! Anak kita berhasil membangun ulang kerajaan ini , aku akan membujuk warga Serpent untuk tinggal di sini Elgart agar mereka tidak menderita lagi” ujar Violin sambil menatap langit dengan senyuman
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN