Fairel berusahan untuk fokus kepada materi yang sedang diterangkan oleh guru di depan tapi pikirannya terfokus pada keberadaan Aneira, Divandra tak bersama Aneira.
Kemana Aneira?
Apakah dia sakit?
Saking tak sabarnya Fairel, ia mencoba menghubungi Aneira tapi tak tersambung. Perasaannya semakin resah, Aneira tak pernah sulit dihubungi ponselnya selalu aktif tapi sekarang Aneira benar benar tak bisa dihubungi.
Berulang kali ia coba tapi tak juga tersambung, berbeda dengan panggilan kepada Kein selalu tersambung tapi tak pernah diangkat. Teman temannya seakan menghilang hari ini.
Fairel harus segera bertanya kepada divandra, ia melihat jam tangannya “Masih lama istirahat” bisiknya pelan tapi masih dapat di dengar oleh Sheerin.
“Ada apa rel?” tanya Sheerin penasaran Sheerin sejak tadi memang memperhatikan Fairel yang tampak tidak tenang sambil memegang ponselnya, entah siapa yang ditelfon Fairel sebenarnya Sheerin juga sangat penasaran.
Fairel menggeleng kemudian Fairel tiba tiba berdiri membuat Sheerin melongo melihatnya karena terkejut dengan tindakan Fairel yang tiba tiba.
“Rel lo mau kemana?”
Fairel terus berjalan ke depan kelas hingga berhadapan dengan guru yang sedang mengajar “Bu, saya permisi ke toilet”
Guru yang sedang mengajar pun mempersilahkan Fairel “Silahkan Fairel”
Setelah diizinkan Fairel berjalan menuju pintu kelasnya, tujuan sebenarnya bukanlah toilet seperti yang disebutkannya, ia sengaja keluar untuk mencari keberadaan Aneira.
Sheerin yang hanya bisa diam melihat Fairel keluar dari kelasnya, Sheerin tahu bahwa Fairel berbohong sejak tadi Fairel sangat gelisah.
“Apakah Ia sengaja keluar demi mencari Aneira?” tanya Sheerin kepada dirinya sendiri.
Jika itu benar, berarti kehadiran Sheerin sungguh sudah tergantikan oleh kehadiran Aneira disamping fairel, Sheerin meremas buku yang ada di depannya perasaannya menjadi resah dan gelisah memikirkan kemungkinan yang sebenarnya.
***
Fairel mempercepat langkahnya menuju kelas Aneira yang berada di lantai satu hanya berbeda lantai dengan kelas Fairel, Fairel menuruni anak tangga dengan cepat. Ia harus mengecek keadaan Aneira apakah ia sakit mangkanya tak bisa bergabung di kelas olahraga atau memang Aneira tidak hadir hari ini.
Sesampainya di depan pintu kelas Aneira, Fairel hanya mendapati kelas kosong tanpa siapapun yang ada disana. Semua siswa berada di lapangan untuk olahraga.
“Tidak ada Aneira, lalu dimana dia?”
Kemudian Fairel masuk ke dalam kelas kosong itu mencari tempat duduk milik Aneira dan Divandra, saat sesampainya di tempat duduk ia hanya menemukan satu kursi yang ada tasnya dan itu milik Divandra, kursi Aneira kosong tak ada apapun itu berarti Aneira tidak masuk hari ini.
“Ada apa dengan Aneira?” pikiran Fairel kalut memikirkan keadaan Aneira
“Apakah kondisi kakinya semakin parah?”
Fairel terus bertanya kepada dirinya sendiri dan tentunya saja Fairel tak mendapat jawaban apapun karena dirinya juga tak tahu.
Satu satunya harapan bagi dirinya untuk mengetahui keberadaan Aneira adalah bertanya langsung kepada Divandra. Fairel memutuskan untuk pergi menuju lapangan dimana kelas Divandra berada.
Fairel mengatur nafasnya yang tersengal karena jarak kelas Aneira cukup jauh dari lapangan apalagi dirinya yang sangat terburu buru hingga membuatnya berlari.
Fairel mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan Divandra, hanya sebagian siswa yang ada di lapangan tapi tak ia lihat adanya sosok Divandra.
Fairel masih menunggu di tepi lapangan untuk memastikan bahwa memang Divandra tak ada di lapangan.
“Mungkin Divandra sudah pergi ke kantin” pikirnya
Tiba tiba segerombolan murid perempuan lewat di sampingnya, berbisik bisik manja karena melihat Fairel yang tiba tiba sudah berdiri di tepi lapangan seperti sedang mencari keberadaan seorang.
Salah satu dari mereka menyapa Fairel “Kak” Fairel hanya membalas dengan anggukan seketika Fairel teringat bahwa dirinya harus bertanya kepada mereka dimana keberadaan Divandra.
“Tunggu” ucap Fairel berbalik saat mereka sudah melewati Fairel
Mereka berempat pun berhenti mendengar ucapan Fairel.
“Kak Fairel manggil kita kan?” ucap mereka berbisik tak percaya dengan cepat mereka merapikan penampilannya dan berbalik ke arah Fairel.
Fairel berjalan mendekat ke arah mereka dengan gugup mereka bertanya “Ada apa kak?”
“Kalian lihat Divandra nggak?”
Mereka berempat menghela nafas berat ternyata Fairel tak mencari salah satu dari mereka tapi mencari Divandra
“Divandra tadi di kantin kak” jawab mereka lesu
Dengan ceppat Fairel mengucapkan terimakasih dan langsung berlalu dari hadapan mereka.
“Yah gue kira kak Fairel nyariin gue”
“Gue kira juga”
“Kapan sih orang kek kita bisa dilihat sama pangeran?”
“Kak Fairel tahu nama gue aja gue udah syukur”
Ucapan yang keluar dari bibir mereka berempat terdengar kecewa menghadapi kenyataan bahwa mereka memang tak ada kesempatan untuk mengenal Fairel barang sesaatpun.
***
Kini Fairel sudah sampai di kantin, ia menelusuri setiap sudut kantin dan syukurlah ia melihat Divandra sedang makan bersama teman temannya di sudut kantin.
Fairel berjalan mendekat ke arah Divandra.
“Di, kak Fairel tuh” teman Divandra yang menyadari kedatangan Fairel segera menyenggol lengan Divandra untuk memberi kode kepada Divandra.
Divandra pun melihat ke arah pandangan temannya itu “Kak Fairel mau apa dia kesini?” tanya Divandra dalam hati.
Ia langsung mengalihkan pandangannya dan terus melanjutkan kegiatan mengobrolnya yang sempat tertunda, ia berusaha tak memedulikan Fairel. Divandra masih ingat jelas bagaimana perlakuan Fairel kepada Aneira, dengan mengingat itu saja bisa membuat darah Divandra mendidih.
Fairel sampai di meja Divandra “Di” panggil Fairel tapi tak dihiraukan oleh Divandra
Fairel juga merasa heran kenapa Divandra bersikap seperti itu, Divandra seperti sedang menghindari dirinya.
Fairel tak menyerah kembali ia memanggil Divandra “Divandra” tapi tak juga dihiraukan hanya teman teman Divandra yang melihat dirinya, sedangkan Divandra hanya menunduk melihat makanan yang ada di depannya.
Kesabaran Fairel sudah mulai menipis tapi ia ingat bahwa ia butuh infomarsi tentang Aneira dari Divandra ia harus bisa menahannya.
Dengan pelan Fairel memanggil Divandra kembali “Di, gue mau bicara” panggilan terakhir Fairel akhirnya direspon oleh Divandra. Tapi Fairel kembali dibuat terkejut dengan nada ketus yang dikeluarkan Divandra, Fairel baru pertama kali mendengar Divandra berbicara seketus itu kepadanya “Mau bicara apa?”
Fairel cukup kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi ada apa dengan orang orang ini mereka seperti menghindari dirinya.
Tanpa membuang waktu Fairel langsung bertanya dimana keberadaan Aneira “Aneira mana?”
Divandra kemudian menatapnya tersenyum miring dengan raut wajah yang tak bisa ia mengerti ada raut marah di wajah Divandra “Aneira?” ulangnya seperti sedang mengejek Fairel
Fairel mengangguk “Iya Aneira mana?”
Divandra berdiri dari tempat duduknya membuat dirinya berhadapan langsung dengan Fairel tatapan Divandra kali ini benar benar seperti orang yang sedang marah.
Fairel yang masih saja kebingungan tentang apa yang terjadi dan kenapa divandra malah bersikap seperti itu kepadanya.
“Di, kenapa?” tanya Fairel kebingungan
“Lo masih tanya kenapa gila lo” tunjuk Divandra tepat kepada dirinya
Nafas Fairel tercekat ia tak menyangka Divandra akan berkata sekasar itu dengannya. Ia hanya bertanya mengenai keberadaan Aneira karena sejak tadi pikirannya tidak tenang, tapi ternyata apa yang ia dapatkan malah perkataan yang menyakitkan yang mengatakan dirinya gila.
Divandra beranjak dari hadapan Fairel kemudian Divandra segera mendorong tubuh Fairel membuat Fairel yang tak siap langsung terdorong ke belakang dengan cepat ia meraih sesuatu yang ada di dekatnya untuk menjaga keseimbangannya
Sedangkan Divandra sudah berjalan menjauh dari Fairel, Fairel benar benar menatap Divandra bingung berjuta pertanyaan masih tersimpan di dalam otaknya.
Sejak tadi semua yang berada di kantin memperhatikan ka arah mereka berdua penasaran apa yang sebenarnya terjadi. tak terkecuali teman teman Divandra yang duduk bersama Divandra tadi mereka melihat Fairel dengan tatapan kasihan.
Akhirnya mereka memutuskan untuk memberitahu Fairel kemana Aneira karena merasa tak tega dengan apa yang dilakukan Divandra kepada Fairel.
“Ehmm maaf kak kalau kita lancang, Aneira hari ini nggak masuk kami juga nggak tau kenapa” ujar salah satu dari mereka yang membuat Fairel semakin mengkhawatirkan Aneira.
Aneira tak masuk hari ini?
Kemana Aneira?
***