Day (25): Pertengkaran

1042 Kata
Sekarang giliran Fairel yang menolak keinginan Aneira untuk melepaskan tangannya, entah apa alasan Fairel hanya dirinya yang tahu. Tanpa mereka sadari Sheerin yang sejak tadi memperhatikan mereka mulai dari di atas panggung hinggan mereka berdura turun dari panggung hanya memandang datar tanpa ekspresi hal ini sedikit aneh karena apa yang Sheerin lakukan sangat berbeda dengan apa yang sedang ia rasakan, saat ini perasaannya benar benar tak bisa di definisikan entah apa yang ia rasakan benci, marah dan semuanya menjadi satu tapi tetap saja pengendalian diri Sheerin memang luar biasa, tampak tenang walaupun sedang resah. Sedetik kemudian Sheerin tersenyum mengalihkan pandangannya dari kedua sejoli itu, entah apa yang membuat Sheerin tiba tiba tersenyum. Tapi senyuman Sheerin cukup menjadi tanda tanya bagi orang yang melihatnya. *** “Kak” Aneira tak berhenti memohon kepada Fairel untuk melepaskan tangan Fairel dari tangannya Mendengar Aneira yang memohon seperti itu membuat Fairel menjadi tak tega akhirnya ia melepaskan tangan Aneira saat itu juga. “Aneira” panggil Fairel terhenti rasanya lidahnya sangat kelu untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, ia takut bahwa sebenarnya Aneira tak pernah peduli akan apa yang ia lakukan dengan Sheerin hanya perasaannya saja. Kemudian dering ponsel Aneira terdengar membuat Aneira segera melangkah menuju ke tempat yang lebih sepi untuk menjawab telfon. Aneira meninggalkan Fairel begitu saja, tanpa mengucapkan sepatah katapun. Fairel hanya terdiam memperhatikan Aneira yang sudah pergi menjauh. Aneira mengangkat telfonnya di tempat yang ia pastikan sepi tak ada siapapun yang bisa mendengarnya. “Halo” sapa Aneira sebagai tanda bahwa dirinya sudah ditempat yang diinginkan oleh si penelfon “Aku melihat foto yang kamu kirimkan” “Bagaimana?” Tanya Aneira masih membutuhkan respon dari orang tersebut. “Siap untuk misi selanjutnya” kata terakhir orang itu sebelum ia mematikan sambungan telfon tanpa ada basa basi maupun aba aba. Tapi Aneira sudah sangat biasa bahkan jika orang yang manelfonnya itu tak melakukan hal seperti itu akan terkesan aneh. Aneira menyimpan kembali ponselnya, membalikan tubuhnya untuk kembali ke pesta. Sebuah suara langkah kaki yang berjalan mendekat ke arahnya membuat Aneira berhenti perasaannya menjadi waspada takut takut ada seseorang yang berniat jahat kepadanya. Aneira segera berbalik menghadap sumber suara langkah kaki yang sudah tak ia dengar lagi betapa terkejutnya saat ia melihat bahwa yang ada di depannya adalah Sheerin Auretta, perempuan yang bersama Fairel tadi. Aneira dengan cepat mengatur ekspresinya seperti orang yang tidak mengenal seseorang yang di depannya. Agar tidak terlihat jelas bahwa dirinya memang tak mengenal Aneira ini Aneira lakukan demi terjalannya misi. “Aneira ya?” Tanya Sheerin saat melihat wajah Aneira yang berkerut seperti tak mengenalnya belum sempat anaira menjawab Sheerin malah tersenyum kepadanya “Maaf kalau gue bikin lo takut” “Ada apa apa?” tanya aneira yang masih pura-pura tidak mengenal Sheerin entah hanya aneira yang pura-pura tidak mengenal atau Sheerin melakukan hal yang sama kepada aneira kita tidak tahu hanya mereka berdua yang tahu apa yang saling mereka sembunyikan. “Tidak ada, hanya ingin menyapa” jawab Sheerin dengan nada yang ramah tapi aneira tahu bawa nada itu hanyalah kepura-puraan belaka ada tersirat nada kebencian di dalamnya Aneira berusaha untuk mengabaikannya. “Baik kalau gitu Gue pamit dulu” Aneira mencoba pergi dari hadapan Sheerin Tapi saat hendak melangkah sheerin langsung menghalangi jalannya “Mau apa dia? Apakah dia akan mencari masalah dengan gue?” tanya Aneira di dalam hati tapi tak berani ia Suarakan karena ia masih harus menjaga dirinya agar semuanya tidak terbongkar. “Jadi ada hubungan apa lo sama Fairel?” Aneira sudah menebak bahwa gadis di hadapannya ini akan menanyakan hubungannya dengan Fairel Tentu saja Aneira akan menjawab jujur memang tidak ada hubungan apa-apa antara dirinya dan Fairel. “Tidak ada apa-apa kami hanya berteman” “Benarkah?” lalu Sheerin mencondongkan badannya ke arah Aneira sehingga membuat jarak kami semakin dekat lalu ia berbisik ke telinga Aneira “Tapi lo nggak suka kan?” tanyanya Aneira langsung menelan salivanya bulat-bulat terkejut akan pertanyaan dari Sheerin, untuk kali ini tak menyangka Sheerin akan mengatakan hal itu kepadanya, Sheerin memang cukup pemberani Aneira hanya tersenyum miring “Sherin ternyata sulit ditebak” batinnya dalam hati Kemudian Sheerin kembali memperbaiki posisinya seperti semula ia masih menunggu jawaban dari Aneira. Aneira jugu tak ingin kalah dari Sheerin Aneira tak ingin terlihat terintimidasi oleh pertanyaan pertanyaan yang dilontarkan Sheerin kepadanya. Segera Aneira menjawab pertanyaan Sheerin dengan pertanyaan “Memangnya Seberapa penting jawaban gue?” ucap Aneira kemudian ia tersenyum “Jadi Lo berani sama gue kali ini giliran?” Hardik Sheerin Kali giliran Aneira yang mencondongkan badannya ke arah Sheerin “Terus kalau gue berani emangnya masalah buat lo” Sheerin tertawa sumbang menertawakan ucapan Aneira “Jadi lo beneran berani sama gue” Shireen mengelus pipi aneira pelan dengan cepat Aneira menghempaskan tangan Sheerin agar tak menyentuh wajahnya “Jangan berani sentuh gue atau lo..” Aneira tak melanjutkan ucapannya dengan tujuan agar Sheerin merasa terintimidasi oleh ucapannya “atau apa?”Balas Sheerin “Yes “ Aneira bersorak di dalam hati Sheerin masuk ke dalam jebakannya tentu saja ia akan penasaran akan lanjutan kalimat dari Aneira Aneira kemudian mensejajarkan tingginya dengan tubuh Sheerin yang sedikit lebih pendek darinya “Lo nggak usaah tahu karena lo mungkin udah tahu apa arti dari ucapan gue” Umpatan keluar dari mulut Sheerin “s**t” “Skakmat, lo udah masuk jebakan gue” batin Aneira tersenyum senang Ia tak menyangka bahwa Sheerin adalah lawan yang yang tidak sulit untuk dikalahkan tetapi juga tidak terlalu mudah Inilah hal menarik dari pertempuran antara dirinya dan Sheerin lebih tepatnya Aneira yang akan memanfaatkan Sheerin untuk menghancurkan Fairel “Lihat saja nanti gue bakal membuat Fairel jatuh cinta sama gue” ujar Aneira dengan tegasnya “Oh ya silahkan” Sheerin tak habis pikir dari mana kepercayaan diri gadis yang ada di hadapannya “Percaya diri banget lo, lo nggak tau siapa gue di mata Fairel” ancam Sheerin yang malah mendapat tertawaan dari Aneira “Lo pikir gue nggak tau lo cuman masa lalu seorang Fairel, orang yang dia relain hanya demi sahabatnya” Sheerin terdiam, ia tak menyangka Aneira sudah mengetahui siapa dirinya. “Apakah Fairel yang menceritakannya? ” pertanyaan pertanyaan kembali memenuhi diri Sheerin tentang siapa gadis yang ada dihadapannya ini dan bagaimana ia bisa tahu. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN