“Ma...sudah belum? Rona capek banget ini,” tanya Rona yang memilih duduk di kursi yang disediakan untuk pengunjung butik. Sudah sejak sejam yang lalu, dia dan juga mamanya memutari mall untuk mencari keperluan Rona. Entah sudah berapa toko dan juga butik yang mereka datangi. Rona sudah tidak menghitungnya. Yang jelas dia merasa sangat lelah. Kakinya seperti hampir copot. “Sudah kamu duduk aja. Mama lagi bingung ini mau pilih warna yang mana. Khimarnya cantik-cantik semua,” ucap Meira mengabaikan keluhan Rona. “Kalo sudah belanja, pasti suka lupa diri,” gerutu Rona pelan. “Mama dengar Rona. Jangan ngomongin orang tua sendiri, dosa,” sahut Meira yang membuat Rona meringis mendengarnya. Padahal suaranya cukup pelan saat menggerutu tadi, tapi hebat sekali mamanya bisa mendengarnya. “Kalau

