Khafi melirik jam tangannya. Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam. Hari ini pasien yang datang lumayan banyak. Bahkan ada beberapa pasiennya yang harus dirawat karena demam yang sangat tinggi. Khafi melemaskan otot-otot leher dan juga bahunya. Dia sepertinya perlu berolah raga untuk melatih otot-ototnya yang mulai kaku karena dirinya sudah jarang datang ke gym. Jadwal yang padat membuatnya terkadang melewatkan kelas olah raganya. Apalagi partner gym-nya lebih sering keluar kota . "Semua sudah selesai, dok. Saya pamit pulang duluan yah," ucap Maya, perawat yang membantunya dalam menangani pasiennya. Khafi mengangguk singkat."Hati-hati, May," pesan Khafi. "Baik, dok. Assalamu'alaikum," pamit Maya yang langsung menghilang di balik pintu setelah Khafi membalas salamnya. Setelah keper

