Siang itu di sebuah cafe dengan desain Santorini, Anya terlihat duduk santai menunggu seseorang. Bukan, dia tidak sedang menunggu Rona. Dia sedang menunggu salah satu teman SMP nya yang baru saja pulang dari Kairo. Anya sudah lama tidak bertemu dengan salah satu sahabatnya itu. Perempuan paling lembut yang pernah Anya kenal. Anya melirik jam tangan yang melingkar di tangannya. Mereka janjian di cafe ini bada Zhuhur. Sekarang sudah jam satu siang, seharusnya Sahabatnya itu sudah sampai di sini. Dahi Anya berkerut saat melihat seorang laki-laki memasuki cafe. Tanpa perlu melihat dari dekat, Anya sudah bisa mengenali siapa laki-laki tersebut. Dia mendecih kesal. Ternyata instingnya tidak salah menilai laki-laki itu. Sejak pertama bertemu pun Anya sudah tidak menyukainya. Dan sekarang, laki-l

