Kekecewaan

1214 Kata

“Sudah tenang?” tanya Khafi saat melihat Rona sudah selesai meminum minumannya. Rona mengangguk pelan. Tanpa sepengetahuan Khafi, kedua tangannya saling meremas di bawah meja karena menahan rasa gugup yang semakin menjadi. Seolah Rona sedang menghadapi sidang hukuman mati untuknya. “Mas Khafi...sedang dekat dengan seseorang?” tanya Rona takut-takut. Dia bahkan menggigit pinggir bibirnya menahan gugup. “Maksud kamu, Ra? Saya kurang paham,” tanya Khafi tidak mengerti. “Perempuan, Mas,” sahut Rona pelan. Khafi terdiam sejenak menatap dingin Rona. Tiba-tiba saja raut wajahnya berubah menjadi datar. Tidak bersahabat seperti tadi. “Apa maksud kamu bicara seperti itu?” tanya Khafi dingin. Rona tersentak saat mendengar nada dingin Khafi. Dia menatap Khafi yang juga menatap datar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN