Chapter 45 : Meminta Maaf Fajar sedang bersantai di teras depan sambil membaca buku saat melihat sebuah mobil putih berhenti tepat di luar pagar rumahnya. Dahinya mengerut saat melihat bahwa mantan bos anaknya yang datang berkunjung. “Assalamu’alaikum, Om,” ucap Khafi menyalami Fajar. “Wa’alaikumsalam. Silahkan duduk nak Khafi,” ucap Fajar mempersilahkan tamunya untuk duduk. “Terima kasih Om. Gimana kabarnya , Om?” tanya Khafi sopan. “Alhamdulillah baik. Nak Khafi sendiri gimana? Ada keperluan apa sampai membuat nak Khafi kemari?” tanya Fajar dengan sopan. “Alhamdulillah saya baik, Om. Sebenarnya saya ada perlu dengan Rona, Om. Apa Rona sudah pulang?” “Belum. Dia masih di-“ “Papa! Jangan kasih tau!” teriak Meira dari pintu depan rumah mereka. Di sina Meira menatap Khafi dengan pen

