Fifty Shades of Grey

1012 Kata
Marinka terdiam di sisi penumpang mobilnya, pagi ini Leon kembali menjemputnya. Setelah tadi malam Leon mengantarnya, Marinka tersadar kalau Leon tidak akan bisa pulang. Tidak hanya karena mobil Leon yang ketinggalan di kantor, tapi juga karena perumahan tempat dia tinggali tidak yang tidak dilewati oleh taxi jugalah kenapa akhirnya Marinka meminjamkan mobilnya pada Leon. Jadi taukan, kenapa Leon bisa menjemputnya pagi ini? Malam itu, dengan berat hati Marinka merelakan mini cooper kesayangannya untuk dibawa pulang oleh Leon, dengan membuat Leon berjanji kalau pria itu harus menjemputnya pagi ini. Sejak semalam, suasana antara Marinka dan Leon masih terasa kaku. Marinka tidak tau kenapa dia tidak bisa berpikir untuk bercanda dengan Leon saat ini. Ditengah kekakuannya bersama Leon, tiba-tiba saja HP milik Marinka berbunyi. Bunyi itu ternyata karena pesan di group miliknya dengan 3 sahabat baik Marinka. Aruna Lovely M TRAILER FIFTY SHADES OF GREY TERNYATA UDAH KELUAR!!!! >, KENAPA LO PADA NGGAK BILANG_BILANG GUE Valentina Adisti Yudishtira Apa guna lo punya semua gadget ama paket internet lo kalau info gitu aja nunggu dengar dari kita? Lagian, kan yang fans ama tuh film lo diang ama Inca Nindia Misako Atmanegara Lo kemana aja Na, udah lama kali trailernya keluar. Lo baru sekarang hebohnya. Ganggu orang sekecamatn lagi. Me Hati-hati Na, capslock lo  jebol. Aruna Len lo ama ama Nindi memang nggak normal. Cowok seseksi Jamie aja lo lewatin. Jarang-jarang bisa lihat cowok seksi bugil rame-rame di bioskop. Apa lo Ca. Gue tau tunangan lo seksi dan berbentuk. Makanya lo lupa ama gue yang hanya bisa berharap pada Bradley Cooper Amuk Aruna dalam group, Marinka terkekeh. Marinka bisa membayangkan wajah heboh Aruna saat ini Balas Aruna, Marinka terdiam kemudia melirik Leon sedikit. Ternyata Aruna benar, Leon itu seksi. Seksi banget malah, membuat Marinka malah kesusahan menelan air liurnya. But wait. Nindia Misako Atmanegara   Gimana lo bisa kenal tunangan Marinka? Valentina Adisti Yudishtira   (2) Tanya Nindia sepertinya merajuk, Nindia juga menanyakan pertanyaan yang tadi Inca ingin tanyakan pada Aruna. Valen ikut-ikutan merajuk. Marinka segera mengetikkan sebagai balasan. Me Gue nggak ada kenalin ke Aruna Gue nggak tau dia tau darimana. Jawab Marinka panik Aruna Lovelyn M Inca nggak ngenalin ke gue. Gue kemarin ngga sengaja ngelihat Inca di GI, tapi lagi dempet cowok. Makanya aku sempat mikir itu bukan dia. Eh tapi di parkiran mau pulang, gue lihat jelas kalau itu memang Inca dan kelihatan ngebet kecoeok itu. Makanya gue ambil kesimpulan seperti itu. Jelas Aruna. Marinka mendesah lega entah untuk apa. Kalau teman-temannya sudah begini Marinka yakin kalau dia dan Leon akan menjadi bahan pembicaraan di group. Makanya dia segera pamit dan mundur dari obrolan chat mereka pagi ini. "Lo suka nonton nggak sih?" tanya Marinka akhirnya memutuskan untuk membuka pembicaraan dengan Leon. "Gak," jawab Leon singkat. Jawaban itu memang singkat, tapi mampu Marinka terkejut. Wow, Marinka tau kemarin itu pasti hal yang paling Leon tidak ingin tunjukkan pada Marinka, makanya Marinka pikir pria itu akan semakin dingin kepadanya. Tetapi ini, pria itu malah menjawab pertanyaan omong kosongnya. Membuat Marinka merasa Leon semakin terbuka padanya. "Lo nggak salah makankan? Atau lo lagi sakit?" tanya Marinka sambil memeriksa suhu kening Leon. Leon tidak menanggapinya membiarkan Marinka berpikir dan melakukan apapun maunya. ‘Seharusnya seperti inilah Leon yang asli’ pekik Marinka dalam hatinya. Setelah hening beberapa saat, barilah Marinka membuka suaranya lagi. "Padahal gue berniat ngajak lo buat nonton sequelnya Fifty Shades Of Grey tau," kata Marinka tanpa berpikir dulu. Leon menghentikan mobil Marinka tepat diparkiran dimana Marinka biasanya memarkirkan mobilnya. Setelah itu Leon lalu mengambil tas miliknya, membuka kunci mobil Marinka dan mengembalikannya ke Marinka. "Gue bukan penikmat b**m," kata Leon sebelum beranjak meninggalkan Marinka yang terbengong bego. Didetik Marinka sadar dari keterkejutannya, Marinka menangkap apa yang dimaksudkan olrh Leon. Marinka langsung berteriak marah-marah sambil mengejar Leon, "GUE JUGA BUKAN PENIKMAT b**m, GUE JUGA SUKA GAYA YANG NORMAL-NORMAL AJA!!! MANA MAU GUE DIBORGOL GITU AMA DITUTUPIN MATANYA PAS GITUAN!" teriak Marinka dengan tidak tau malunya di koridor tempat dia mengejar Leon. Marinka mencoba mensejajari Leon untuk memberikan pria itu pelajaran. Namun saat Marinka akan melanjutkan omelannya, dia berhenti ketika Leon juga berhenti. Di depan Leon ada beberapa petinggi kepolisian ditempatnya bekerja sekarang. Marinka terdiam lalu menyengir malu kepada mereka, sedangkan Leon sedang memberi hormat. "Komandan Leon," suara tegas milik salah satu atasan Leon membuat Marinka tidak enak. Kalau sampai Leon kena masalah karena teriakan dan ucapan omong kosongnya maka habislah dia saat ini juga. "Jangan memakai pakai borgol kepolisian untuk nona cantik ini, tapi pakailah borgol berbulu-bulu," goda salah satu petinggi itu yang membuat Marinka mengangakan mulutnya. Ingin rasanya Marinka segera melompatkan diri ke perut bumi dan menghilang. Apalagi ketika Marinka mendengar kekehan dari petingi Leon itu. Bahkan Ali, pimpinan yang Marinka kenal sebagai teman papanya itu, ikut menatap geli padanya. Saat itu Marinka sadar, habislah dia sekarang di tangan Leon. Marinka melirik Leon ketika para petinggi itu berlalu, dia berharap Leon tidak akan mengamuk dan mejadikannya patung es sekarang. Ketika Marinka pikir Leon akan memarahinya dengan suara dan tatapan dinginnya, ternyata pria itu hanya berlalu dengan wajah datar khas miliknya. * "Komandan Leon, ada kecelakaan disekitaran kawasan jalan Gatot Subroto. Korbannya ada seorang bapak-bapak." Moreno, salah satu junior Leon menyerahkan berkas ditangannya kepada Leon. Marinka menatap Leon dari samping, Marinka sudah pernah bilangkan kalau wajah Leon ketika serius menagangani kasus-nya benar-benar sangat tampan. Sadar dari pujian yang diberikannya pada Leon, membuat Marinka memarahi dirinya sendiri. 'Marinka!!!. What are you saying. Stop this bullshit and focus' marah Marinka pada dirinya. Marinka tau, seharusnya dia fokus dengan tujuannya untuk meminta Leon membatalkan pernikahan mereka, but she can't help to fall for Leon handsome face. "Lo ikut?" Marinka terkejut saat sebuah suara menginterupsi lamunan Marinka. Marinka terbengong sebentar, antara belum menangkap apapertanyaan Leon dan kenapa bisa Leon bisa bertanya kepadanya. Bukankah normalnya, Leon akan meninggalkannya? "Lo ngomong apa tadi?" tanya Marinka sambil mencoba mengumpulkan konsentrasinya. Leon menatap Marinka datar, memilih untuk beranjak pergi tanpa memutar ulang pertanyaannya. Marinka memberengut kesal, 'Ya, inilah Leon yang asli. Leon yang selalu mengabaikan dia' sungut Marinka dalam hatinya. Dengan bersungut-sungut Marinka beranjak dari duduknya dengan menghentakkan kakinya lalu berjalan mengikuti Leon.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN