Menuju 2018

788 Kata
Malam ini, teman-teman Arjuna dan Adhista sedang membakar jagung dan lain-lain. Ada yang sedang gitaran, ada yang pendekatan, ada yang bakar-bakar ada yang hanya duduk sambil tertawa bersama teman-temannya. Adhista hanya duduk disebelah Arjuna yang sedang bermain gitar dan menyanyikan sebuah lagu untuk Adhista. Buka kita buka hari yang baru Sebagai semangat langkah ke depan Jadi pribadi baru Seru mereka semua dengan dibarengi suara gitar dari Arjuna. Bukalah bukalah semangat baru Bukalah bukalah semangat baru Bukalah bukalah semangat baru Semua bernyanyi, semua gembira. Tahun baru kali ini terasa menyenangkan bagi mereka semua, teman baru, kenangan baru, dan kekasih baru. Khusus Adhista. Hanin, Bunga, Oca dan Naufal sedang membakar jagung dan lain-lain sambil ikut bernyanyi. sedangkan yang lain duduk mengelilingi Arjuna sambil merekam momen tersebut. "Udah jadi nih gais, kita tinggal nunggu sejam lagi buat pergantian tahun," ucap Hanin sambil meletakkan makanannya di meja. Lalu mereka semua langsung menyantap makanan yang telah tersedia di meja. Diantara mereka, Adhista dan Arjuna lah yang paling mencolok dan bisa membuat jomblo berteriak iri. "Kak cobain deh, aaaa." seru Adhista sambil mengarahkan sosis bakar pedas ke mulut Arjuna. "Mantep Dhis, tapi yang ini ngga kalah enak," ucap Arjuna lalu mengarahkan jagung bakar pedas manis ke mulut Adhista. "Dua-duanya enak, apalagi kalo dimakan bareng kak Juna," gombal Adhista. "Ew Cringe abis Dhis," seru Chandra yang sejak tadi memperhatikan Adhista dan Arjuna saling bersuap-suapan dengan pandangan jijik. "Kalo iri bilang ew," balas Adhista dan Chandra hanya memutar matanya malas. Lalu Adhista dan Arjuna berjalan duduk di sebuah ayunan kayu yang berada di pojok taman. "Kamu mau lagu apa Dhis?" tanya Arjuna menatap Adhsta. "Indo?" tanya Adhista dan Arjuna mengangguk. "Eum, sebentar," ucap Adhista lalu berpikir lagu yang bagus untuk dinyanyikan oleh Arjuna. Setelah lama berfikir dan tak ada jawaban, Akhirnya Arjuna langsung saja menyanyikan sebuah lagu untuk Adhista. Lama sudah aku menanti Sesuatu untuk hati ini Berulang kali kumencari Tiada pernah aku temui Adhista yang tadinya sedang melamun, Akhirnya menatap Arjuna dan fokus mendengarkan lagunya. lalu engkau tiba. membawa penawar lara... ku. Arjuna tersenyum, sangat manis dan tampan. Hadirmu telah membuka hati yang tlah terlupa Akan pesona yang tiada terduga Bisikan dari hatiku telah memilihmu Senyummu tlah remukan segala macam logika Bahwa dirimu yang teristimewa Hembusan dalam jiwaku telah memilihmu Adhista fokus mendengarkan sambil tersenyum menghadap Arjuna, Tampan, pikir Adhista. Arjuna masih fokus memainkan gitarnya dan menyanyikan lagu untuk Adhista agar tahun baru kali ini sangat berkesan untuknya. Sering kali aku mendamba Sosok yang memberikan rasa Bahagia yang tiada terkira Dan temani sepanjang masa Adhista tersenyum sangat lebar, mendengar bait per bait lagu tersebut. Adhista dengan refleks memegang wajah Arjuna yang ditumbuhi bulu-bulu halus disekitar wajahnya. Ku tak mengerti bila bukan dirimu... Apa jadinya aku... Arjuna berhenti memainkan gitarnya, menatap Adhista dalam dan tersenyum sangat manis kepadanya. lalu melanjutkan lagunya lagi. Hadirmu telah membuka hati yang tlah terlupa Akan pesona yang tiada terduga Bisikan dari hatiku telah memilihmu Senyummu tlah remukan segala macam logika Bahwa dirimu yang teristimewa Hembusan dalam jiwaku telah memilihmu Adhista meneteskan air matanya, tangis bahagia, karena bisa menjadi bagian dari hidup seseorang yang sangat ia cintai. Arjuna berhenti memainkan gitarnya dan meletakkan gitarnya dibawah. Lalu Arjuna mendekatkan wajahnya ke Adhista. Arjuna lalu mencium Pipi kanan, Pipi kiri, Dahi dan terakhir.. Adhista sudah bersiap menutup matanya dan senyum mengembang dibibir nya, Adhista sangat deg-degan, seperti lari maraton. Akhirnya Arjuna mencium dagu dan Pipi kanan Adhista sekali lagi. Adhista tak kecewa, tapi.. Arg sudahlah, Adhista sangat malu. Lalu Arjuna mendekatkan wajahnya ke telinga Adhista dan membisikkan sesuatu. "I Love You, Adhista Chalondra," bisik Arjuna dengan suara pelan dan berat sampai membuat Adhista merinding mendengar suara Arjuna, dan Arjuna mencium Pipi Adhista sekali lagi, namun.. Adhista langsung memegang pinggir bibirnya.. "Kenapa Dhis? kena ya?" tanya Arjuna memegang tangan Adhista. "Sedikit," jawab Adhista sambil tersenyum lalu mencium kedua Pipi Arjuna. "I Love You Too," bisik Adhista dengan suara yang sangat lembut dan Arjuna suka itu. "Weh yang disana, mojok terus! Sini apa, sebentar lagi nih," panggil Rizky dan yang lain ikut meneriaki Adhista dan Arjuna. "Yaudah, kita dari sini aja," balas Arjuna lalu mengambil gitar lagi dan kembali menyanyikan lagu untuk Adhista. "Sepuluh." "Sembilan." "Delapan." "Tujuh." "Enam." "Lima." "Empat." "Tiga." "Dua." "Satu! HAPPY NEW YEAR EVERYONE!" teriak mereka semua sambil meniup terompet dan menyalakan petasan, ikut memeriahkan malam pergantian tahun baru ini. "Happy new year Mrs. Sanatana," bisik Arjuna lalu meletakkan kepala Adhista di bahunya dan mengelus-elus rambut Adhista. "Happy new year Mr. Sanatana," balas Adhista lalu mencium pipi Arjuna lagi dan memeluk Arjuna dari samping. "I'm happy to have you," ucap Arjuna sambil mengayunkan ayunan yang sedang ia duduki. "Me too baby," jawab Adhista lalu mengeratkan pelukannya dan wajahnya menghadap ke ketiak Arjuna tanpa jijik. "Wangi, aku suka," gumam Adhista dengan suara manja. "Kalo aku bau ngga suka dong?" tanya Arjuna sedih. "Ya ngga begitu," jawab Adhista sangat senang bisa berada di lingkungan orang-orang terdekatnya. Lalu mereka semua bercanda ria, bermain TOD, memakan barbeque, sosis bakar, menyanyi, mengejek. Sedangkan Adhista dan Arjuna masih betah menghabiskan waktunya berdua saja di ayunan kayu itu. "Mungkin ini bakalan jadi tahun baru terakhir buat gue. Dan karena itu, gue mau menghabiskan waktu gue bersama Adhista di taun terakhir gue. I Love you Dhis," seru Arjuna didalam hatinya sambil masih mengelus-elus rambut Adhista.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN