Setelah lima jam perjalanan, akhirnya Adhista dan Arjuna sampai di Rabbit Town suatu tempat pariwisata yang indah didaerah Ciwidey, Bandung.
Adhista lebih dulu turun karena ingin membeli tiket yang sedikit mengantre, dan Arjuna memarkirkan mobilnya.
"Ada e-card nya mba?" tanya petugas kasir Rabbit Town.
"Oh ada Mba, sebentar saya ambil dulu," jawab Adhista lalu membuka dompetnya untuk mengambil e-card milik Arjuna yang dierikan Arjuna beberapa minggu lalu.
"Saya mau top up aja ya Mba, seratus lima puluh ribu," ujar Adhista seraya memberikan uang pas kepada petugas kasirnya.
"Oke Mba, ditunggu sebentar ya," jawab petugas.
"Ini Mba, terimakasih," ucap Petugasnya lalu memberikan e-card milik Adhista kembali.
"Iya Mba sama-sama," jawab Adhista lalu dirinya langsung saja pergi untuk mencari Arjuna dimana.
Adhista berjalan kearah parkiran, dimana Arjuna berada tadi. Diperjalanan Adhista tidak melihat Arjuna sama sekali, Akhirnya Adhista berjalan-jalan sendiri sampai akhirnya ia melihat empat orang remaja yang seumurannya tengah duduk dibawah pohon rindang, lalu Adhista berinisiatif untuk melihatnya apakah ada Arjuna atau tidak.
Selagi berjalan kearah pohon itu, Adhista melihat bahwa ada Arjuna disana sedang merokok bersama ke-tiga remaja itu, tak tahu siapa mereka.
"Kak, dicariin juga dari tadi. bukannya samper keloket," seru Adhista sambil menepuk pundak Arjuna dengan kencang.
Arjuna yang kaget langsung saja terlonjak dan rokoknya terjatuh dari tangannya.
"Anjrit," seru Arjuna yang sudah ingin marah.
"Eh Adhis, kok tau aku ada disini?" tanya Arjuna lagi sambil menginjak-injak putung rokoknya sampai mati.
"Ya dicari lah, keliling tadi aku sampe bau ketek. Terus udah aku bilangin juga jangan ngerokok, masih aja ngerokok. udah lah, aku pulang aja," ucap Adhista dengan emosi yang ditahan.
"Dih baru juga sampe, bro gue duluan ya. Nanti chat aja itu nomer gue, bye," ujar Arjuna kepada ketiga remaja yang iajumpai tadi.
"Yoi, santuy bro. Yaudah ituin dulu tuh cewek lo haha," jawab salah satu dari laki-laki itu.
"Oke," jawab Arjuna lalu dirinya dan Adhista berjalan kearah pintu masuk Rabbit Town.
"Jangan ngambek ah Dhis, masa udah dandan cantik-cantik ngambek, nanti cantiknya ilang aja kalo ngambek. keep smile dong Dhis kek gini," rayu Arjuna sambil menirukan 'keep smile' ala chaisar.
"Biarin aja, lagian si lo dibilangin ngeyel. udah sakit juga, masih aja ngerokok. Udah lah, capek aku kalo begini terus," lirih Adhista pasrah.
"Yaudah kalo capek duduk aja dulu Dhis," balas Arjuna dengan nada bercanda.
"Ngga lucu lo ah." cetus Adhista lalu mengambil earphone dan memasangkan dikedua telinganya.
"Yaudah," jawab Arjuna lalu membiarkan Adhista untuk meredakan emosinya dulu, biasanya Adhista kalau marah tidak akan lama.
Setelah setengah jam berjalan-jalan, akhirnya Adhista membuka earphone nya dan sedikit melirik ke arah Arjuna.
Arjuna yang menyadari itu langsung saja menaikan alisnya seolah berkata 'kenapa?' lalu Adhista hanya menggeleng dan melanjutkan perjalanannya.
"Pasang lagi earphone nya, dengerin lagu kan enak," ucap Arjuna menghilangkan keheningan.
"Pegel kuping gue dengerin lagu terus, lagian ngapain si ngurusinhidup orang banget lo!" jawab Adhista dengan muka judes andalannya.
"Dih yaudah santai Mba, awal PMS nih keknya," balas Arjuna dengan suara yg kecil di akhir kalimat.
Setelah itu, mereka kembali berdiam karena Adhista yang sedang badmood dan Arjuna yang bingung ingin membicarakan apa.
"Dhis liat deh, spot fotonya bagus banget dah. Foto yuk, marahnya besok aja jangan sekarang. aku udah capek-capek bawa mobil masa kesini cuma mau diem-diem doang," jelas Arjuna lalu menunjuk ke arah spot foto bertemakan pisang kuning dan pink sambil merangkul Adhista dan sesekali mengelus rambut lurusnya itu.
"Ish iya-iya, kamu tuh bau rokok udah tau aku ngga suka. Nih pake dulu, udah ganteng-ganteng masa bau rokok," jawab Adhista lalu memberikan minyak wangi dan Eskulin Cologne Gel miliknya.
Arjuna menerimanya lalu memakai minyak wangi diseluruh badan kemudian memakai Eskulin Cologne Gel untuk tangannya agar tidak bau rokok lagi.
"Nih permen, mulutnya pasti ada bekas baunya itu dikit," ujar Adhista lalu memberikan permen Kiss agar bau rokok dimulut Arjuna hilang seketika.
"Nah gini kan wangi, tambah ganteng deh," seru Adhista lalu memasukkan Minyak wangi dan Cologne Gel nya kedalam tas kemudian dirinya mencium baju Arjuna yang wanginya sangat ia sukai.
"Tadi aja marah-marah, sekarang nempel-nempel. Cuman lo doang itu mah Dhis," oceh Arjuna kepada Adhista.
"Gapapa, aku kaya gitu biar kamu hidup sehat," jawab Adhista lalu mereka berdua berjalan lagi ke arah spot foto tadi.
Sesampainya di sana, Arjuna dan Adhista meminta tolong kepada petugas yang bekerja disana untuk mem-fotokan mereka berdua.
"Ini Mas," ucap Petugas laki-laki itu sambil memperlihatkan hasil fotonya kepada Adhista dan Arjuna.
"Iya Mas bagus, makasih ya," jawab Arjuna lembut sambil melihat-lihat lagi foto yang ada di kamera nya itu.
Setelah itu mereka berdua berjalan lagi dan mencari spot foto terbaik lainnya, hingga setengah belalu akhirnya mereka memutuskan untuk berpindah ketempat wisata lainnya.
Lalu mereka berdua berjalan menuju tempat parkir dan hendak pergi ke tempat wisata lainnya yang berada di daerah Bandung.