Sang musuh memejamkan matanya. Sementara Alvaro masih membiarkan mata kapak itu bersemayam di leher si musuh. Ia berharap dengan hal itu, sang musuh akan mati dengan perlahan. Darah mengucur deras keluar dari tempat di mana kapak itu menancap. Warna merah pun menghiasi kapak milik Alvaro serta leher musuhnya itu. Alvaro nampak sangat puas ketika melihatnya. Namun sesaat kemudian, raut wajahnya berubah. Itu terjadi ketika dirinya melihat mata musuhnya yang tadinya sudah terpejam tiba-tiba melotot tajam dan menatapnya dengan penuh kebencian. Ia tak sempat menghindar ketika sang musuh memberinya ucapan terimakasih karena telah melukai lehernya dengan cara menendang perutnya sangat kencang hingga membuatnya terdorong ke belakang, bahkan terjatuh. Beruntungnya, kapak itu masih bisa berada di

