Bab 64

1587 Kata

Sedetik kemudian ia segera ingat akan suatu hal. Emosi hanya akan membawanya kepada kehancuran. Ia menenangkan hatinya terlebih dahulu sebelum melakukan serangan yang selanjutnya. Anehnya, pada saat yang demikian itu sang musuh tak berniat sedikitpun untuk melakukan serangan kepadanya, seolah-olah ia hanya menunggu Alvaro supaya menyerang terlebih dahulu. Setelah Alvaro merasa sudah cukup tenang, ia pun maju dengan percaya diri. Ia yakin kali ini dirinya pasti bisa membunuh musuh di depannya itu. Ia menghembuskan napas pelan sambil memejamkan mata sekejap. Setelah itu dirinya membuka matanya kembali dan langsung melakukan serangan. Berbagai tendangan dan juga serangan kerambitnya masih belum bisa menciptakan luka fatal pada tubuh musuhnya. Bahkan ketika serangan-serangan itu sudah diber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN